Rabu (15/2/23) malam saya kedatangan tamu istimewa dari Surabaya. Mereka sekeluarga. Seluruhnya empat orang.
Saya sangat bersyukur dan senang sekali dengan kedatangan tamu itu. Sudah lama dinantikan namun baru bisa datang karena kesibukan mereka. Ditambah kondisi pandemi Covid-19.
Sekitar pukul 22.45 WIB, kereta yang mereka naiki tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta. Kejutan pertama dimulai.
Mereka tidak menyangka saya sendiri yang menjemput. Tahunya saya ada acara keluarga di Lampung.
Sehingga minta tolong kepada Dicky Pontjowanto untuk melayani mereka selama di Yogyakarta dan sekitarnya.
Menjelang mereka naik kereta dan selama di kereta, kami intens komunikasi. Saya dikabari setiap stasiun yang dilewati.
“Monggo bapak istirahat. Oper handle oleh Pak Dicky,” pesan teman itu lewat WhatsApp.
Komunikasi dilanjutkan ke Dicky. Saat keluar pintu Stasiun Tugu Yogyakarta —keluar paling belakangan— tamu saya itu kaget karena yang menyambut merek saya sendiri, bukan Dicky.
“Lho Pak Aqua sendiri yang menjemput? Katanya bapak ke Lampung acara keluarga,” ucap mereka.
Kamar Terbaik
Kejutan kedua tamu itu dari awal membayangkan selama di Yogyakarta menginap di rumah saya. Karena seperti biasa para tamu menginap di rumah Yogyakarta.
Sejak sekitar sebulan lalu ada beberapa bagian rumah Yogyakarta yang direnovasi. Sampai sekarang belum selesai. Sehingga para tamu untuk sementara menginap di hotel.
Alhamdulillah tamu istimewa itu dapat menerima alasan yang saya sampaikan. Sehingga mereka menerima menginap di hotel.
“Tidak apa-apa Pak Aqua. Lain kali saja kami menginap di rumah bapak,” ucap mereka.
Kejutan ketiga di hotel. Saya menyiapkan kamar terbaik di hotel berbintang buat mereka selama di Yogyakarta. Itu atas bantuan pemilik Hotel The Rich Soekeno yang sudah seperti abang saya.
“Tamu Abang Aqua adalah tamu saya juga. Kita harus melayani secara optimal,” ujar Soekeno, pengusaha sukses yang sangat rendah hati.
Tamu itu tidak menyangka mendapat kamar istimewa. Sedikit kaget saat masuk kamarnya. Apalagi di meja telah tersedia aneka buah dan makanan.
Saya mempersilakan mereka untuk menikmati makanannya. Bahkan minta tolong untuk menghabiskannya karena memang disiapkan buat mereka.
“Silakan semua makanan dan minumannya dinikmati. Sengaja disiapkan buat bapak sekeluarga,” ungkap saya.
Setelah ngobrol ngalur-ngidul saya pamit. Waktu menunjukkan pukul 00.10. Saya kembali ke rumah, sambil mempersilakan mereka mampir ke rumah Yogyakarta.
Temani Jalan-jalan
Kejutan keempat Kamis pagi (16/2/23) saat tamu istimewa itu ke rumah. Setelah ngobrol ketika mau pamit, kaget begitu tahu saya mau menemani mereka jalan-jalan.
“Lho Pak Aqua tidak jadi kembali ke Bogor? Terus ke Lampung?” Tanya mereka.
Saya sampaikan kembali ke Bogor sore hari, sehingga masih bisa menemani mereka jalan-jalan pada hari itu. Tujuan pertama ke Candi Prambanan di Klaten.
Arealnya lumayan luas. Kami memutuskan naik buggy car. Di sepanjang perjalanan berhenti di tempat-tempat yang menarik. Sekaligus foto-foto sebagai kenang-kenangan.
Setelah puas mengeksplor Candi Prambanan kami melanjutkan perjalanan ke Solo Heritage di Solo.
Berfoto di berbagai tempat di sana baik di mobil-mobil kuno maupun yang latar belakangnya tiga dimensi.
Agak lama di sana. Setiap melihat obyek yang menarik. Beberapa petuganya jadi pengarah gaya. Juga merangkap jadi juru foto.
Sesudah semua obyeknya didatangi kami sepakat meninggalkan tempat itu. Kembali ke Yogyakarta.
Setelah diskusi kami memutuskan makan siang di Yogyakarta. Dicky mengusulkan di resto Ayam Goreng Suharti. Kami setuju.
Saat di mobil kembali ke Yogyakarta, saya cari tiket pesawat dari Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Dapat pesawat Batik Air pukul.18.30 WIB.
Kemudian saya menghubungi Station Manager Lion Group Yogyakarta Ripa Duka. Minta bantuan tempat duduknya diblok di kursi paling depan dekat gang.
Selesai makan siang di resto Ayam Goreng Suharti, saya diantarkan ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Naik kereta ke YIA. Lebih praktis, nyaman, ekonomis, dan cepat.
Sedangkan tamu istimewa saya kembali ke hotel. Istirahat. Memulihkan tenaga untuk besoknya melanjutkan jalan-jalan.
Pizza Satu Meter
Kejutan kelima memberikan Pizza Hut sepanjang satu meter. Saya dapat info bahwa tamu tersebut tidak ada rencana keluar malam untuk makan malam. Sementara dua anaknya masih kecil-kecil.
Kepada Pak Dicky, saya minta tolong untuk membelikan Pizza Hut sepanjang satu meter. Kemudian langsung mengantarkan ke kamarnya agar bisa dinikmati beramai-ramai.
Saat Pak Dicky mengantarkan Pizza Hut tersebut mereka kaget. Sama sekali tidak menyangka bakal menerima kiriman tersebut.
Hari itu semua kejutan berakhir. Saya sangat bersyukur bisa melakukan semuanya. Sentuhan sederhana namun kesannya mendalam sekali.
Semoga semua tamu istimewa saya itu menikmati liburannya selama di Yogyakarta. Kembali ke Surabaya dengan kesan positif yang sangat mendalam. Aamiin ya robbal aalamiin…
Seusai menikmati pemandangan yang indah matahari tenggelam di Pantai Marina Kalianda, Lampung Selatan, Lampung sambil silaturahim ke saudara-saudara.
Saya ucapkan selamat berusaha memberikan berbagai kejutan yang menyenangkan kepada sesama. Salam hormat buat keluarga.
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional