Saya punya pengalaman menarik. Sekaligus mempraktikkan dan membuktikan kekuatan ucapan yang didasari dengan hati.
Menjelang menyampaikan sharing komunikasi dan motivasi di salah satu kantor milik pemerintah, orang pertama di kantor itu ragu-ragu menemui saya.
Khawatir saya ikut menilai negatif dirinya yang sedang terkena kasus berskala nasional. Terbawa dari rembetan masalah temannya.
Orang itu menemui saya di ruang rapat. Sambil tetap memakai maskernya. Awal pembicaraan masih normatif.
Kemudian saya menyampaikan ikut berempati atas masalah yang sedang dihadapinya.
Kemudian mengingatkan bahwa TUHAN tidak akan memberikan cobaan kepada seseorang di luar batas kemampuannya.
Selain itu harus yakin bahwa badai pasti berlalu. Hanya masalah waktu saja semuanya bakal tuntas.
Dia menyimak semua ucapan saya. Situasinya mulai cair. Teman baru itu membuka maskernya. Keceriaan terlihat di wajahnya.
“Awalnya saya minder saat mau ketemu Pak Aqua. Makanya maskernya saya pakai terus. Namun setelah mendengar semua ucapan bapak yang menyejukkan, saya jadi tenang. Bahkan semua yang Pak Aqua sampaikan menguatkan saya untuk tetap tegar menghadapi cobaan yang sedang menimpa saya,” ujarnya bersemangat.
Banyak Keteladanan
Saya menyampaikan hal-hal positif yang menjadi teladan selama dia memimpin di kantor itu. Bawahannya ratusan orang.
Banyak sekali keteladannya. Selain dekat dengan semua jajarannya, juga selalu tiba, di kantor paling awal dan meninggalkan kantornya terakhir sekali.
Meski menjadi orang pertama namun dia selalu menghargai pendapat jajarannya.
Hal yang paling menarik, dia selalu dengan sabar menunggu sopirnya selesai sholat magrib sebelum pulang ke rumahnya. Sementara teman itu agamanya Katolik.
Saat saya menyampaikan semua itu, teman baru tersebut sangat kaget. Sama sekali tidak menyangka saya mengetahui hal-hal positif tentang dirinya.
“Pak Aqua kok tahu semua itu? Padahal kita kan baru kenal. Bapak sudah banyak tahu tentang saya,” ucapnya.
Sambil guyon saya sampaikan bahwa saya mantan wartawan, sehingga bisa dengan mudah mendapatkan data tentang dirinya. Apalagi dia sebagai kepala kantor.
Sangat Bersyukur
Saat memberi sambutan di awal acara, sebelum saya menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi, teman itu kembali menyampaikan yang diucapkannya ke saya.
“Awalnya saya minder sama Pak Aqua. Setelah kami ketemu dan ngobrol, saya merasa sangat bersyukur jumpa beliau hari ini. Saya terbantu sekali dan beban pikiran saya jadi berkurang. Makasih banyak Pak Aqua untuk semua nasihatnya buat saya. TUHAN “mengirim” Pak Aqua untuk menghibur saya,” tuturnya serius.
Saya sangat bersyukur karena bisa memotivasi dan menghibur orang yang sedang kena musibah. Di saat banyak orang menudingnya negatif.
Hari itu saya sekaligus untuk yang kesekian kalinya membuktikan kekuatan ucapan yang didasari dengan hati. Alhamdulillah.
Semoga semua masalah teman itu segera tuntas. Aamiin ya robbal aalamiin.
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional