Dahsyatnya Silaturahim, Barokah Ramadan 1444 Hijriyah

Dahsyatnya Silaturahim, Barokah Ramadan 1444 Hijriyah. Foto/Ilustrasi/Ist

Pada bulan Ramadan setiap tahunnya, umat muslim di seluruh dunia berharap dapat menjadikannya sebagai sarana penggugur dosa dan meningkatkan derajat keimanan kepada Alloh SWT.

Sehingga setiap orang dengan caranya dan kemampuan masing-masing berusaha untuk berbuat baik.

Salah satu perbuatan baik itu adalah dengan intens melaksanakan silaturahim tanpa pamrih. Melakukan aktivitas mulia tersebut niat sepenuhnya ibadah, karena Alloh SWT.

Terkait silaturahim itu, pada Sabtu 25 Maret 2023, ketika saya membuka memori foto di galeri, menemukan foto-foto saat Mas Ero (Savero Karamiveta Dwipayana) bersama sahabatnya Mas Fariz (Fariz Audia Qeishaq Alfarizi) dan Mas Theo (Theofanusrey) pada tahun 2018 berkunjung ke Kota Cirebon. Saat itu saya sedang bertugas di sana.

Foto-foto itu saya kirimkan kepada mereka bertiga. Semuanya memberikan respon luar biasa atas kiriman saya tersebut.

Terutama Mas Ero, dia menyampaikan keinginannya untuk silaturahim ke rumah yang saya tempati di bilangan Cijantung, Jakarta Timur.

Rencananya akan datang bersama Mas Basra (dr Basra Ahmad Amru), sahabatnya di Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional.

Sehari kemudian, Minggu pagi 26 Maret 2023 atau hari keempat bulan Ramadan, Mas Ero memberi kabar akan sampai di rumah saya sekitar pukul 12.00 WIB. Namun tidak menginfokan sama siapa saja datangnya.

Kejutan Membahagiakan
Sekitar pukul 12.00 WIB ada tamu di depan rumah yang mengucapkan Assalamu’alikum. Saya kira Mas Ero yang datang.

Saya dan istri Erna Susanti terkejut campur gembira. Ternyata kedua orangtua Mas Ero, Bapak Aqua Dwipayana dan Bu Retno Setiasih, ikut hadir. Alhamdulillah mereka datang ke rumah menemani Mas Ero.

Merupakan kejutan yang membahagiakan buat bagi kami berdua, karena anak-anak saya (Erika Kartika Fitrianasari dan M. Ricko Nugroho) tidak sedang pulang ke Jakarta.

Saya sering mengistilahkan kondisi kami saat ini “balik modal”, sebab kembali berdua saja seperti ketika baru memulai rumah tangga puluhan tahun yang lalu.

Seperti biasa, tangan mereka tidak pernah dibiarkan kosong, jika silaturahim ke rumah.

Ada dua tas besar berisi oleh-oleh yang mereka bawa untuk kami. Itulah salah satu kebiasaan Dr Aqua sekeluarga yang terus dipertahankan hingga kini.

Setelah mereka duduk beberapa saat, menyusul juga Mas Basra datang ke rumah. Alhamdulillah, betapa bahagianya kami memiliki sahabat sekaligus guru yang luar biasa seperti Dr Aqua sekeluarga.

Selama bercengkerama, bincang santai selalu ada ilmu yang saya dan istri dapatkan dari mereka. Semuanya sangat bermanfaat.

Tamu Istimewa
Sesudah lebih dari satu jam ngobrol, mereka pamit. Kami antarkan sampai tempat parkir di dekat Masjid Miftahul Jannah Cijantung.

Hari itu kami merasakan betapa dahsyatnya silaturahim tanpa pamrih. Dengan kehadiran tamu istimewa yang selama ini konsisten melaksanakan aktivitas mulia tersebut.

Terima kasih atas kehadiran dan silaturahimnya Dr Aqua sekeluarga dan Mas Bastra. Semoga persaudaraan ini barokah buat kita semua. Aamiin ya robbal aalamiin…

Mudah-mudahan Dr Aqua sekeluarga selalu diberikan limpahan nikmat sehat dan barokah dari Alloh SWT. Amiin.

Buah melon ada di wadah.
Kain merah terbentang menerobos berwarna saga.

Bulan Ramadan membawa berkah.
Semakin berkah karena kedatangan Dr Aqua sekeluarga.

Joko Sudarmawan

Manajer Solusi dan Kemitraan Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero)

Related posts

Mendapat Rezeki Pengganti Lebih Banyak dan Berkualitas

Menata Ulang Arah, Muhammadiyah dan Agenda 5–10 Tahun Kebangkitan Ekonomi Umat

Sakit sebagai Bahasa Langit, Membaca Rahasia Penderitaan dalam Perspektif Islam