Hikmah Lebaran Idul Fitri, Terima Ribuan Ucapan Selamat Termasuk dari yang Lama Tidak Berkomunikasi

Dr Aqua Dwipayana Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

Lebaran Idul Fitri 1 syawal 1444 H ini memberi banyak hikmah pada saya. Selain kelancaran mudik, persis seperti hari-hari biasa saat perjalanan ke berbagai kota di Indonesia, juga menerima ribuan ucapan selamat Hari Raya. Lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menariknya, sebagian ucapan selamat Idul Fitri itu pengirimnya teman-teman yang sudah lama tidak komunikasi sama saya.

Saat Lebaran mereka “menampakkan diri” menyapa saya. Alhamdulillah…

Ucapan selamat lebaran itu saya terima sejak H-4. Saat Hari Raya Idul Fitri jumlahnya makin banyak. Sehari lebih dari seratus orang yang kirim WA ke saya.

Tidak hanya itu. Juga ada orang-orang baru yang untuk pertama kali kirim WhatsApp (WA) ke saya.

Mereka mendapatkan nomor telefon genggam saya saat menghadiri acara sharing komunikasi dan motivasi yang saya sampaikan.

“Nomor WA Pak Aqua saya dapatkan ketika bapak memberikan sharing komunikasi dan motivasi,” ujar mereka senada sambil menyebutkan waktu dan tempat acara saya tersebut.

Menghargai Manusia Secara Universal
Saya jadi teringat sejak sekitar 18 tahun lalu telah menyampaikan sharing komunikasi dan motivasi sebanyak ribuan sesi.

Pesertanya lebih sejuta orang. Tempatnya di 34 provinsi dan puluhan negara.

Di cover materi saya, selalu ada nomor telefon dan alamat e-mail. Tujuannya agar mereka yang mau berkomunikasi sama saya selesai sharing, setiap saat bisa mengontak saya, baik lewat telefon maupun WA.

Selama ini setiap saya selesai menyampaikan sharing komunikasi dan motivasi, selalu ada saja di antara peserta yang menghubungi saya.

Mereka lebih banyak kontak lewat WA. Setelah merasa dekat baru menelefon.

Umumnya yang disampaikan adalah curahan hati (curhat) mereka, masalah pribadi. Mereka minta masukan dan penguatan.

Pelayanan saya kepada mereka sama. Tidak ada yang dibeda-bedakan. Apalagi selama ini saya menghargai manusia secara universal. Tidak melihat latar belakang dan embel-embel duniawi.

Sikap saya seperti itu karena di mata TUHAN semua manusia sama. Sehingga alangkah anehnya kalau kemudian ada manusia yang “mengkotak-kotakkan” setiap orang.

Menghargai karena embel-embel dunia yang bakal berakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini.

Merekatkan Persahabatan
Ucapan selamat lebaran Idul Fitri kepada saya tidak hanya lewat WA dan pesan singkat (SMS).

Sebagian teman terutama kawan-kawan akrab ada yang telefon saya untuk menyampaikan secara langsung.

Mereka telefon ada yang sebelum sholat Idul Fitri. Namun lebih banyak yang kontak setelah itu.

Pembicaraannya diawali dengan menanyakan kabar dan posisi saat itu. Kemudian menyampaikan ucapan selamat lebaran Idul Fitri.

Saya sangat menghargai teman-teman yang telepon. Menghormati mereka karena di tengah kesibukannya masih menyempatkan diri menyapa saya.

Hal tersebut meski kelihatannya sepele, namun pengaruhnya besar. Merekatkan persahabat. Apalagi momennya di saat lebaran Idul Fitri.

Selain itu, ada juga yang menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri melalui parcel yang mereka kirimkan.

Lewat kartu yang menyertai aneka makanan termasuk buah-buahan dan barang-barang lainnya.

Umumnya teman-teman yang mengirimkan parcel rutin setiap tahun. Mereka tahu persis sekitar H-7 saya sudah meninggalkan rumah Bogor.

Sehingga hadiah yang mereka kirimkan sebelum saya keluar kota.

Memaklumi Plus Memaafkan
Saya mengapresiasi semua kiriman yang terkait dengan Lebaran Idul Fitri tersebut. Sehingga satu-persatu saya respon.

Selama Lebaran Idul Fitri, di sela-sela kumpul sama keluarga dan silaturahim ke saudara-saudara di Jawa Tengah, saya membalas satu-persatu WA yang diterima.

Karena jumlahnya mencapai ribuan sehingga butuh waktu untuk menuntaskannya.

Sehari rata-rata saya dapat membalas 100 sampai 200 WA. Itu pun biasanya pagi hari sebelum memulai aktivitas dan malam hari menjelang istirahat.

Saya harus minta maaf kepada para pengirim ucapan Selamat Lebaran Idul Fitri karena tidak segera merespon WA mereka. Itu adalah keterbatasan saya.

Dengan mengutarakan semua kondisi di atas, saya yakin sekali teman-teman yang mengirimkan ucapan selamat lebaran Idul Fitri bisa memakluminya, plus memaafkan saya.

Akhirnya dengan kerendahan hati dan penuh ketulusan, kepada teman-teman yang muslim saya ucapkan selamat lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1444 H.

Sedangkan kepada semua sahabat, saya mohon maaf lahir dan batin.

Semoga Lebaran Idul Fitri ini dapat kita jadikan momentum untuk meningkatkan silaturahim dan secara konsisten merawatnya. Aamiin ya robbal aalamiin…

Dari Scenery Coffee & Eatery resto Salatiga saat bersama keluarga besar, saya ucapkan selamat berusaha menjaga hubungan dengan semua orang. Salam hormat buat keluarga.

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

 

Related posts

KH Ahmad Dahlan, Visioner Peradaban Umat Manusia

Makan Bergizi Gratis atau Makan Uang Rakyat Gratis?

Memelihara Harapan