JAKARTA – Asri Udin dan Ratna Sari Devi, dua atlet tinju kontingen Indonesia asal DKI Jakarta sukses meraih tiket ke final cabang olahraga tinju SEA Games ke-32 Kamboja 2023.
Keberhasilan kedua petinju ini, tim tinju Indonesia sudah meloloskan tiga petinju ke partai puncak.
Sehari sebelumnya Mikael Muskita terlebih dahulu menggenggam tiket ke final.
Pada babak semifinal yang dilangsungkan di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (10/5/23), Asri Udin yang turun di partai keempat di kelas 57 kg hanya butuh satu ronde untuk memulangkan petinju Laos Sivixay Thammavongsa.
Sementara Ratna Sari menang angka mutlak atas petinju Myanmar, Shu Myat Noe.
Asri Udin tampil trengginas dan penuh percaya diri. Begitu bel ronde pertama dibunyikan Asri Udin merengsek masuk dengan ganas.
Kombinasi hook keras dan uper cut yang tajam bak ‘silet’ yang siap merobek dagu lawan membuat petinju Laos menjadi terpana.
Juga ditopang double cover yang apik menahan serangan lawan.
Aksi Udin tidak terbendung, dan wasit terpaksa menghentikan laga dengan RSC setelah sebuah pukulan telak Asri Udin membuat Sivixay terjengkang.
Petinju asal Laos itu memang masih sempat bangun.
Namun dengan kondisi masih goyah wasit tidak mengizinkan Sivixay melanjutkan pertandingan demi keselamatan petinju dan memberikan kemenangan RSC bagi petinju asal DKI itu.
Selanjutnya di babak final yang akan dilangsungkan pada hari Sabtu 13 Mei, Asri Udin akan menghadapi petinju Filipina, Ian Clark Pedres Baltista.
Bravo Ratna Sari
Langkah manis Asri Udin juga diikuti oleh petinju wanita Ratna Sari Devi yang tampil di kelas 54 kg putri.
Ratna meraih kemenangan mutlak sepanjang tiga ronde. Dibabak final Ratna akan menghadapi petinju Filipina, Nesthy Alcayde Petecio.
Manager tim tinju Indonesia Hengky Silatang mengapresiasi keberhasilan petinjunya, menurutnya kunci keberhasilan Asri Udin dan Ratna Sari adalah tampil dan percaya dengan kemampuan diri sendiri disamping faktor wasit yang adil.
“Pertama kita bersyukur sudah tiga petinju yang ke final. Ini olahraga tak terukur jadi sangat subyektif,” ujar Hengky Silatang saat dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu (10/5/23) malam.
“Tapi saya percaya para wasit dan hakim yang bertugas dan memimpin pertandingan pada final nanti bersikap adil,” lanjutnya.
“Yah Ratna saya lihat tampil cukup taktis dan percaya dengan kemampuannya. Ia benar- benar mengikuti saran dari ketiga pelatih yakni Barbora (Kuba), Darman Hutahuruk dan Puspa,” tambah Hengky.
Menurutnya, Ratna mampu menerapkan taktik pelatih hit and run dengan baik, melepaskan pukulan dan langsung menghindar.
Lawan terlihat kesulitan untuk melepaskan pukulan balasannya.
“Strategi ini dijalankan dengan baik oleh Ratna hingga ronde ketiga berakhir,” ungkap pemilik sasana tinju HS Boxing Camp Ciseeng Bogor Jawa Barat itu.
Hengky juga memuji penampilan Asri Udin yang bernaung di Pengprov Pertina DKI.
Petinju yang masih berusia 20 tahun itu memang memiliki pukulan yang keras. “Senjata ini yang dimanfaatkan dengan baik oleh Asri,” jelasnya.
Indonesia masih menyisakan dua petinju Dio Koebanu dan Aldom Sugoro yang akan tampil di babak semifinal pada hari, Kamis (11/5/23).