MAKASSAR – Savero Karamiveta Dwipayana dari ICT Watch dan Tim Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) kembali membekali ratusan tenaga kesehatan dengan pelatihan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dan Literasi Digital Kesehatan.
Kali ini di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Sabtu (20/5/23).
Sebelumnya, kegiatan serupa sukses dilaksanakan di Kota Bandung, Jawa Barat (18/3/23), Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (15/4/23).
Kemudian Kota Surabaya, Jawa Timur (29/4/23), dan Kabupaten Pacitan, Jatim (14/5/23) dengan diikuti total lebih dari 500 peserta.
Sebelum pelaksanaan acara Savero mengungkapkan hoaks sering diteruskan ke grup-grup media komunikasi.
Tidak jarang pula diterima oleh para kader dan tenaga promosi kesehatan.
“Hal inilah yang ingin kami tingkatkan yaitu kemampuan, tools, dan kefasihan para kader dan tenaga promosi kesehatan dalam melakukan verifikasi hoaks,” ujar pria yang giat di berbagai aktivitas sosial itu.
“Intinya saring sebelum sharing, sabar sebelum sebar,” lanjutya.
ICT Watch adalah organisasi masyarakat sipil yang telah menginisiasi sejumlah inisiatif dan gerakan literasi digital di Indonesia.
Dalam menjalankan programnya, ICT Watch berkolaborasi dengan multistakeholder (pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, akademis dan komunitas teknis).
Ragam bentuk kegiatan dilakukan untuk edukasi/advokasi literasi digital.
Savero menegaskan, untuk mengecek kebenaran informasi kini sudah mudah, misalnya dengan meneruskan pesan yang diduga hoaks kepada Whatsapp Bot Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan alat bantu lainnya yang lengkapnya dapat dicek di https://s.id/cekhoaks.
Penyelesaian Isu Kesehatan
Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Makassar serta didukung Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, dan ditopang hotel berbintang di kawasan Jakarta yaitu Mercure Jakarta Cikini dan Ibis Styles Jakarta Simatupang serta dukungan dari Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Portkemas kembali memperkuat percepatan penyelesaian isu kesehatan masyarakat di Indonesia.
Kali ini melalui kegiatan pelatihan dan penguatan tenaga promosi kesehatan dan kader kesehatan di wilayah dengan julukan “Kota Anging Mammiri” tersebut.
Kegiatan pelatihan ini diarahkan sebagai bagian dari upaya memastikan diri kebal hoaks dan misinformasi khususnya di bidang kesehatan.
Hal ini juga merupakan komitmen bersama melalui kolaborasi pentaheliks guna memperkuat upaya kesehatan masyarakat di Kota Makassar.
Kini berkat dukungan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulawesi Selatan dr. Muhammad Mas’udi, Sp.S., Portkesmas mendapatkan kesempatan menggelar pelatihan dengan tema serupa di Aula Tribrata Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Sabtu 20 Mei 2023.
Tak hanya itu, pemimpin wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar Edy Purwanto juga turut mendukung kelancaran transportasi yang digunakan tim Portkesmas selama berada di Kota Makassar.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 150 tenaga promosi kesehatan Puskesmas dan kader kesehatan se-Kota Makassar.
Mereka merupakan ujung tombak dari penguatan kesehatan masyarakat Kota Makassar.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan interaktif, bermain, studi kasus, praktik, workshop, belajar memahami warga, dan menggunakan berbagai alat bantu untuk memberantas hoaks yang tersebar.
Tim Program Portkesmas, Mohammad Alief Iqra menyebutkan bahwa kader kesehatan dan tenaga promosi kesehatan memiliki peran luar biasa di tengah masyarakat.
“Dengan harapan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kader dan tenaga promosi kesehatan, pelatihan ini akan memberikan cara agar ujung tombak peningkatan taraf kesehatan masyarakat Kota Makassar dapat lebih dipercaya, lebih akrab, dan mampu mempengaruhi perubahan perilaku di tengah masyarakat. Serta tentunya bisa menjawab hoaks-hoaks di tengah masyarakat terutama dalam bidang kesehatan,” ungkapnya.
Nur’aini Exie Kusuma Wardani atau kerap disapa Exie yang merupakan fasilitator dalam kegiatan pelatihan ini menambahkan pentingnya untuk dilakukan penyegaran bagi para kader dan tenaga promosi kesehatan.
“Kami sungguh mengapresiasi segala pihak yang mendukung karena melalui kolaborasi pentahelix yang tidak hanya melibatkan elemen pemangku kebijakan dan pemerintah, tapi juga pihak swasta yang sangat peduli terhadap peningkatan taraf kesehatan masyarakat di Indonesia,” paparnya.
“Kami juga sangat semangat karena Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Makassar memberikan respon yang baik sekali dan mendukung penuh kegiatan ini,” tambah Exie.
Naaila Afifah selaku Spesialis Program Portkesmas saat di sesi pelatihan modul KAP.
Melalui kegiatan ini, Portkesmas yang bertujuan untuk melibatkan semakin banyak pemuda dalam percepatan penyelesaian isu kesehatan masyarakat di Indonesia tersebut ingin dapat membekali para promotor kesehatan dengan soft skill, alat bantu, dan penyegaran guna mengatasi isu kesehatan masyarakat.