JEPARA – Setiap calon pemimpin termasuk pada politisi yang menjadi bakal calon anggota legislatif di semua level harus dapat menjadikan silaturahim sebagai bagian dari upaya membina hubungan baik dengan konstituen.
Akan tetapi, silaturahim yang dimaksud jangan sampai bersifat transaksional tapi benar-benar dilandasi keikhlasan dan berniat luhur membantu orang lain.
Pesan kuat tersebut disampaikan pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana pada sharing komunikasi dan motivasi sebagai bentuk pembekalan kepada bakal calon (balon) legislatif dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (11/5/23).
Dr Aqua Dwipayana mendapat undangan mendadak untuk memberikan sesi kepada para balon legislatif dari Dewan DPD Partai Ummat Kabupaten Jepara.
Melakukannya sebelum mereka mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara.
“Meski permintaan sharing komunikasi dan motivasi kepada para balon legislatif dari Dewan DPD Partai Ummat Kabupaten Jepara mendadak, namun alhamdulillah saya siap melaksanakan,” jelasnya.
“Sekaligus mengedukasi mereka agar berkompetisi dengan sehat serta selalu mengutamakan etika dan kesantunan dalam berkomunikasi,” lanjutnya.
Agenda utama Dr Aqua Dwipayana ke Jepara adalah ke Masjid Al-Birru milik Pemimpin Redaksi Kumparan Arifin Asydhad.
Sejak dua tahun lalu masjid itu diresmikan, bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana itu belum pernah ke sana.
Ketika beberapa bulan lalu ketemu Asydhad, panggilan akrab Arifin Asydhad, Dr Aqua Dwipayana mengatakan di tengah jadwalnya yang super padat akan memprioritaskan waktunya mengunjungi Masjid Al-Birru.
“Hari ini (Kamis, 11/5/23) janji tersebut saya penuhi. Saya sangat bersyukur dan senang sekali bisa mengunjungi Masjid Al-Birru persembahan Mas Arifin Asydhad untuk warga di kampungnya. Alhamdulillah,” ungkap Dr Aqua.
Inti dalam bersilaturahim itu, menurut pria yang hobi membaca ini, bukanlah saat kita butuh, kita baru bersilaturahim. Namun, bagaimana kita melakukan silaturahim dan berkomunikasi.
Ia mencontohkan, mengenal seseorang sejak 1988 ketika jadi wartawan. Sejak pertama kali bertemu, sampai saat ini masih berhubungan baik.
“Sementara kebanyakan orang atau wartawan baik dengan narasumber saat dia butuh saja,” katanya.
“Padahal saya punya keyakinan, narasumber itu, ingin berteman, berkomunikasi secara akrab berkesinambungan dan tentu dengan saling menghormati dengan banyak orang,” lanjutnya.
Setiap hari bagi wartawan itu adalah kerja (everyday is workday) dan jadi wartawan itu sangat menyenangkan.
Saat menjadi wartawan, Dr Aqua Dwipayana banyak belajar dan paling senang meliput kegiatan-kegiatan seminar yang ada kaitannya dengan pendidikan.
Alasannya saat meliput itu akan mendapat ilmu dari narasumber yang pintar, menambah teman dan saudara.
“Banyak sekali pelajaran hidup yang saya dapatkan selama jadi wartawan. Intinya, menempa saya bahwa hidup ini keras,” katanya.
“Tapi, harus tetap dijalani dengan ikhlas dan suka hati. Intinya adalah bagaimana menempa kehidupan saya dengan keras,” tuturnya.
“Tapi yang paling penting adalah tetap menjalani dengan ikhlas dan sukacita. Saya punya keyakinan, menjadi wartawan itu tidak selalu lancar-lancar saja, terutama dalam menunggu narasumber dan kemudian juga tidak selalu nyaman,” ujar pria yang selama puluhan tahun konsisten melaksanakan silaturahim tanpa pamrih.
Hal yang sama juga harus dilakukan para politisi terlepas dari apapun latar belakang bendera dan partai politiknya.
“Lakukan silaturahim dengan tulus, ikhlas, dan berniat baik. Insya Allah kita akan dipertemukan oleh banyak hal-hal baik lainnya,” ucap pria yang sudah mengumrahkan gratis lebih dari 160 orang dari berbagai kalangan yang didanai dari hasil penjualan buku-buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim karyanya.
Konsep 3B
Lebih jauh, anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi (ISKI) Pusat ini berpesan agar siapapun dari kalangan apapun tidak melupakan konsep 3B dalam hidup yaitu berdoa, bekerja, dan bersyukur. Ketiga hal itu agar konsisten dilaksanakan.
Apapun agamanya, profesi dan pekerjaannya, latar belakang sosial, dan lain-lain, ujar Dr Aqua Dwipayana, begitu bangun tidur langsung berdoa. Namun tidak langsung meminta ini dan itu ke Tuhan.
“Tapi mengawalinya dengan menyampaikan rasa syukur dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena telah diberi kesempatan untuk kembali “hidup”. Menikmati semua ciptaan dan maha karyaNya yang luar biasa dan dahsyat,” tuturnya.
Setelah menyampaikan rasa syukur dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, lanjut pria yang suka menolong sesama ini, baru berdoa.
Dengan khusyuk menyampaikan permohonan kepada Tuhan. Apapun hasilnya agar meyikininya sebagai hal yang terbaik.
Setelah itu bekerja secara optimal. Begitu mulai bertugas harus fokus, serius, dan sungguh-sungguh. Jangan melakukannya main-main-main apalagi asal-asalan.
“Setiap melakukan aktivitas ada targetnya. Sehingga tujuannya jelas dan seluruh kekuatan diarahkan ke sana agar hasilnya optimal,” katanya.
Jika bisa melakukan semua itu secara konsiten, pria yang telah memotivasi lebih dari sejuta orang baik di Indonesia maupun di puluhan negara ini yakin semua target bakal tercapai.
Bahkan hasilnya optimal. Terakhir adalah bersyukur. Setiap malam sebelum tidur biasakan untuk bersyukur atas semua pencapaian yang telah dicapai pada hari itu.
Biasakanlah mengevaluasinya. Sebaiknya, tutur Dr Aqua Dwipayana, hasilnya lebih baik dari hari sebelumnya. Itu yang dikatakan lebih maju dan sukses.
Selanjutnya, tambah pria yang senang berbagi itu agar merencanakan aktivitas besok. Upayakan lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Saat bekerja jangan terjebak rutinitas. Kalau itu terjadi sama saja beraktivitas tanpa roh. Melaksanakan hal-hak rutin yang sama sekali tidak menantang,” katanya.
Urgensi Komunikasi
Di sisi lain, Dr Aqua Dwipayana mengingatkan, setiap orang jangan pernah menyepelekan komunikasi termasuk para balon anggota legislatif atau politisi lainnya.
Kemampuan komunikasi menjadi prasyarat yang harus dimiliki politisi untuk personal branding.
Dalam konteks politik, komunikasi penting untuk mendapatkan simpati publik, tapi tetap harus dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai transparansi dan kejujuran.
“Cara berkomunikasi dan kualitas isi komunikasinya sendiri menunjukkan identitas diri. Dalam konteks komunikasi politik, sekecil apapun hal itu bisa mempengaruhi citra politisi dan persepsi publik padanya,” katanya.
Pria yang memiliki jejaring yang sangat luas itu mengaku kerap prihatin karena masih ada pihak yang menyepelekan atau bahkan tidak peduli pada komunikasi. Padahal, hal ini bisa berujung fatal.
“Jangan pernah sekali pun menyepelekan komunikasi . Ini kelihatannya sederhana. Apalagi semua orang setiap hari berkomunikasi. Komunikasi itu sangat vital. Ibarat aliran darah dalam tubuh manusia,” paparnya.
Dr Aqua Dwipayana dalam setiap kesempatan senantiasa menekankan bahwa komunikasi menjadi kunci keberhasilan seseorang serta keharmonisan sebuah organisasi.
“Dengan adanya komunikasi yang baik, seseorang bisa memahami orang lain. Tak hanya itu, hal ini juga akan membuat sebuah organisasi menjadi sejalan melaksanakan visi, misi, dan program kerja,” ungkapnya.
Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara 23 Januari 1970 itu memperkenalkan lima kunci sukses dalam menjalankan peran dan profesi pada berbagai bidang yakni penerapan konsep komunikasi REACH Plus A dan C.
Aspek pertama adalah Respect atau menghormati orang lain, Empathy atau selalu merasakan apa yang dirasakan orang lain, Audible atau dapat didengar atau dipahami dengan baik, Clarity menggunakan kalimat sederhana secara terbuka. Humble rendah hati dan tidak sombong + Action dan Consistensy atau melaksanakan aksi nyata dan selalu konsisten.
Membantu Orang Lain
Pria rendah hati itu melanjutkan, jadilah pribadi yang menjaga kehormatan dan martabat profesi, apalagi menjadi balon anggota legislatif.
Semua proses harus dilakukan dengan tidak menjelekkan sesama rekan serta senantiasa menegakkan integritas. Niatkan semuanya untuk membawa kebaikan dan kemaslahatan.
Dr Aqua Dwipayana juga mengatakan, hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain.
Oleh karena itu, jadilah jiwa Sang Penolong dalam kehidupan ini. Siapapun yang bekerja di dalam lembaga yang sifatnya melayani kepenting masyarakat memiliki peluang besar untuk menjadi sosok penolong dan pelayan publik, termasuk bagi para politisi.
“Hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain,” jelasnya.
“Jadilah jiwa Sang Penolong dalam kehidupan ini. Semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada kita,” demikian pesan bernas yang disampaikan doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini.
Dr Aqua Dwipayana melanjutkan, melayani itu sangat mulia. Sehingga pria yang hobi silaturahim tersebut tidak ragu-ragu mengatakan bahwa semua yang berniat mengabdi demi kebaikan adalah para ahli surga. Orang yang bakal masuk surga.
“Melayani itu adalah pekerjaan yang mulia sekali. Melakukannya dengan setulus hati akan menjadikan kita sebagai manusia yang berkualitas,” jelasnya.
“Oleh karena itu, layanilah dengan sepenuh hati dalam bekerja. Kita bisa menjadi calon masuk surga. Asal selalu memberikan pelayanan kepada semua orang dengan ikhlas dan tidak pernah mengeluh,” ucapnya.
Terkait itu, pembicara ulung tersebut mengajak semua yang hadir untuk selalu fokus melayani dengan ikhlas.
Tanpa melihat latar belakang orang yang dilayani. Lakukanlah secara konsisten dan sungguh-sungguh. Kemudian rasakan manfaatnya.
Menurut anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat tersebut, inti atau pusat dari sebuah pelayanan publik terletak pada cara berkomunikasi dan saling memahami, dalam berinteraksi dengan orang lain.
“Oleh karena itu, cara bagaimana kita menyampaikan pesan kepada orang lain menjadi sangat penting,” katanya.
“Keterampilan berkomunikasi efektif merupakan syarat mutlak tersampaikannya pesan pelayanan publik tersebut dengan baik,” lanjut Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik ini.
Lebih jauh, Dr Aqua Dwipayana menguraikan tentang prinsip-prinsip komunikasi dalam pelayanan prima.
“Pertama, setiap tindakan dalam pelaksanaan pelayanan berpotensi komunikasi. Kedua, komunikasi bertujuan mempengaruhi, menguasai opini, mengajak kerja sama,” ujar pria yang hobi silaturahim ini.
Selanjutnya, ketiga, komunikasi berkepentingan memberikan makna atas setiap interaksi yang terjadi sehingga terjadi kesalahpahaman dan terwujud hubungan yang saling menguntungkan.
Serta keempat, semakin dekat hubungan psikologi sosial individu/organisasi terhadap kebutuhan, pelanggan, maka komunikasi yang dilakukan makin efektif.