BANDUNG – Membangun kredebilitas, percaya diri, koneksi yang luas, dan kepercayaan adalah kunci dari strategi personal branding yang baik.
Strategi personal branding akan dengan sendirinya membentuk citra diri yang kuat dari penilaian lingkungan sekitar atau masyarakat luas.
Karena itu, tidak heran jika hari ini media sosial disesaki oleh deretan informasi para publik figur yang kerap wara-wiri di gadget kita.
Meski begitu, branding seseorang atau lembaga akan sangat tergantung pada apa yang telah dilakukan karena toh pada akhirnya masyarakat yang menilai.
Pentingnya mengelola personal branding tersebut disampaikan secara gamblang oleh tim dosen pengabdian masyarakat (abdimas) Program Studi Digital Public Relations (DPR) Telkom University, yakni Muhammad Al Assad Rohimakumullah, Dama Satriand, dan Hanna Wisudawaty kepada siswa Madrasah Aliyah Al-Jawami, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (18/6/23).
“Anda tahu Jefri Nicol atau Agnes Monica? Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar, membaca, atau melihat sosok dua orang tersebut?,” tutur Dama Satriand saat memberikan materi kepada siswa MA Al-Jawami.
“Nah, itulah personal branding yang terbangun dari diri mereka sebagai publik figur. Jefri Nicol dicitrakan sebagai artis yang ganteng namun juga kerap bermasalah secara hukum, di sisi lain Agnes dicitrakan berprestasi yang lahir dari aris cilik Indonesia,” lanjutnya.
Pertanyaannya, lanjut Dama, bagaimanakah membangun personal branding yang baik itu? Sejumlah cara dapat dilakukan jika kita benar-benar ingin membangun citra baik untuk diri sendiri atau lembaga/perusahaan/organisasi.
Kedua, tentukan tujuan yang jelas setelah Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan Anda.
Ketiga, jaga konsistensi sebagai pribadi yang unik dan bermanfaat bagi orang lain.
Keempat, buat konten sesuai dengan gaya Anda yang bisa menginspirasi.
Kelima, perluas relasi atau networking untuk menemukan hal-hal baru yang mungkin saja belum Anda ketahui. Semoga bermanfaat yah.