BANDUNG – Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi lokasi lawatan tanpa henti pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana dalam menjalankan silaturahim dan sharing komunikasi dan motivasi.
Setelah sebelumnya memberikan materi sharing pada seminar yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jabar, doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu akan berbicara di hadapan puluhan pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandung.
Sesama pegawai di lembaga apapun termasuk migrasi, ucapnya, jangan saling menyalahkan kalau ada masalah.
Hal tersebut harus dihindari karena dapat membuat suasana kerja jadi tidak kondusif.
“Sesama pegawai adalah bersaudara sehingga harus saling membantu dan menjaga hubungan baik. Jangan ada yang merasa sebagai pesaing,” katanya.
“Saingannya adalah Kantor Imigrasi Kelas I lainnya. Targetnya menjadi yang terbaik di antara semua Kantor Imigrasi Kelas I se-Indonesia,” lanjutnya.
Pria rendah hati ini menyampaikan materi dengan tema “Komunikasi Efektif Mewujudkan Pelayanan Prima di Kantor Imigrasi kelas I TPI Bandung” pada Jumat, (7/7/233) di Aula Soepomo Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung Jalan Surapati No. 82 Kota Bandung.
Selama ini Dr Aqua Dwipayana sering melaksanakan sharing komunikasi dan motivasi di lingkungan Kantor Imigrasi di berbagai kota/kabupaten dan provinsi di Indonesia.
Terakhir, pada Selasa (4/7/23), pria dengan jejaring pertemanan sangat luas tersebut berbicara di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati Jalan Raya Pati-Kudus Km 7 No. 1 Kecamatan Margorejo, Lumpur, Bumirejo, Kabupaten Pati. Acaranya bertajuk “Aktualisasi Diri Menuju Peningkatan Kualitas Kinerja Kantor Imigrasi Pati”.
Mantan karyawan selama 17 tahun (1988-2005) di sembilan perusahaan besar itu mengingatkan agar sesama pegawai jangan ada yang merasa sebagai saingan. Apalagi sampai membuat suasana kerjanya jadi tidak nyaman.
Terkait dengan pegawai yang tidak memberikan dukungan penuh pada upaya mewujudkan predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM), Dr Aqua Dwipayana menyarankan karyawan itu jangan ditegur di depan banyak orang karena dapat menimbulkan masalah baru.
Terbaik dilakukan adalah atasannya langsung memanggil yang bersangkutan. Kemudian diajak bicara berdua dari hati ke hati.
“Saat bicara berdua tersebut beri kesempatan kepada karyawan itu untuk menyampaikan alasannya tidak memberikan dukungan penuh. Sekecil apa pun kesalahannya harus diberi sanksi minimal lisan.,” paparnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung Arief Hazairin Satoto dengan ramah hangat menerima Dr Aqua Dwipayana.
“Itu sekaligus sebagai terapi kejut kepada pegawai yang lain agar tidak melakukan hal serupa,” tuturnya lagi
Potensi Diri
Lebih jauh dalam pesannya menjelang kegiatan di Kota Bandung, Dr Aqua Dwipayana mengatakan ada dua cara untuk mengetahui potensi diri. Jika telah melakukannya dan konsisten melaksanakannya, bakal sukses menekuni berbagai aktivitas termasuk bekerja di Kantor Imigrasi.
“Setiap orang bisa melakukan dua hal itu. Asal sungguh-sungguh dan serius melaksanakannya. Kemudian sesudah mengetahui semuanya segera lakukan perbaikan dan peningkatan pada semua hal yang terkait potensi diri,” jelasnya.
Pertama, umumnya setiap orang memiliki teman atau saudara sejati. Orang yang mau menyampaikan kelebihan dan kekurangan seseorang secara obyektif.
Saat berkomunikasi dengan orang tersebut, ucap Dr Aqua Dwipayana, secara serius dan sungguh-sungguh simaklah semua yang disampaikannya. Selalu menyikapinya dengan positif.
“Jika yang disampaikan kelebihan yang dimiliki, dengan rendah hati katakan bahwa semua itu karena Tuhan,” katanya.
“Sepenuhnya kebaikan dari Sang Pencipta. Kalau yang dikatakan sebaliknya yakni berbagai kekurangan diri, serius menyimaknya dan segera memperbaikinya,” lanjut Dr Aqua Dwipayana.
Menurut Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik ini, setiap pemberi masukan akan sangat senang jika semua sarannya diterima.
Kemudian segera melakukan perbaikan sehingga merasa bahwa tidak sia-sia semua hal yang disampaikannya.
Kedua, jelas dia, secara periodik melakukan introspeksi diri dengan obyektif. “Menelanjangi” diri saat berkomunikasi sama Tuhan.
“Jika bisa melakukan itu, akan tahu potensi dirinya. Meningkatkan terus kelebihan yang dimiliki. Konsisten melakukannya hingga akhir hayat,” ungkapnya.
Saat tahu kekurangannya, lanjut bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana, langsung berniat untuk memperbaikinya. Kemudian saat itu juga melaksanakannya.
Selanjutnya, melihat peluang yang ada. Dikaitkan dengan potensi dirinya. Jangan memaksakan diri, harus tetap mengukur diri.
“Ingat bahwa di balik peluang itu ada ancamannya. Jadi harus pintar melihatnya dan mengantisipasinya sehingga potensi dirinya bisa dioptimalkan,” tegasnya.
“Buah Manis” Konsistensi Silaturahim
Pria rendah hati ini beruntun mendapatkan rezeki. Itu salah satu dari “buah yang manis” dari konsistensi silaturahim tanpa pamrih yang dilakukannya sejak puluhan tahun lalu.
Rabu (5/7/23) setelah menyampaikan materi di seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Barat (Jabar) di Gedung Sate Bandung, Dr Aqua Dwipayana silaturahim ke teman lamanya yang menjabat Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung Arief Hazairin Satoto.
Saat mereka diskusi di ruang kerja Toto panggilan akrab Arief Hazairin Satoto, Dr Aqua Dwipayana menyampaikan bahwa sehari sebelumnya, memberikan materi di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, Jawa Tengah. Durasinya sekitar 3 jam termasuk tanya jawab.
Mengetahui itu, Toto ingat bahwa pada tahun lalu pernah berencana memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada jajarannya di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung.
Waktu itu pelaksanaannya tidak bisa segera direalisasi karena aula di kantornya sedang direnovasi.
“Pak Aqua, aula di kantor saya sedang direnovasi. Insya Allah kalau sudah selesai, saya mengundang bapak untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada jajaran saya,” ujar Toto di rumah dinasnya.
Spontan Toto menanyakan kesediaan Dr Aqua Dwipayana memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada jajarannya. Juga kapan pelaksanaannya.
Dr Aqua Dwipayana yang selama ini sangat berbagi dan ikhlas sekali melakukannya, langsung menjawab.
“Insya Allah Kamis besok atau Jumat lusa saya siap melaksanakannya. Semakin banyak pegawai yang ikut tambah baik. Idealnya semua karyawan hadir agar seluruhnya mendapat pengetahuan komunikasi dan termotivasi,” paparnya.
Untuk melaksanakan sarannya tersebut, Dr Aqua Dwipayana mengusulkan pelaksanaannya di luar jam kerja dan jika ruangannya tidak cukup menampung seluruh pegawai, dilaksanakan beberapa sesi. Sehingga dari sisi komunikasi pelayanannya standar.
Menariknya Dr Aqua Dwipayana meniatkan semua kegiatan tersebut sebagai ibadah. Sepenuhnya karena Allah Swt. Dalam arti untuk acara itu gratis.
Setelah melihat aktivitas di kantornya, Toto memutuskan pelaksanaan sharing komunikasi dan motivasi di kantornya pada Jumat (7/7/23) setelah pelayanan masyarakat selesai dilaksanakan.
Kemudian Toto menugaskan tafnya Dewi Wahyuni untuk koordinasi sama Dr Aqua Dwipayana teknis pelaksanaannya.
Termasuk membicarakan semua hal terkait dengan pelaksanaan Sharing Komunikasi dan Motivasi tersebut.
Profesional, Amanah, dan Tuntas
Dalam pesannya menjelang kegiatan di Kota Bandung, Dr Aqua Dwipayana mengatakan agar semua pegawai termasuk karyawan Imigrasi, selalu melayani semua orang dengan hati dan hati-hati. Jangan asal-asalan.
Hal itu sangat penting dilakukan agar setiap orang yang dilayani merasakan pelayanan yang profesional, amanah, dan tuntas.
Dengan begitu maka akan menghasilkan kinerja yang berkualitas dan kesan positif yang mendalam dari semua orang yang mendapatkan pelayanan.
“Layanilah setiap orang dengan hati dan hati-hati. Konsisten melakukannya. Setelah itu rasakan hasilnya baik bagi diri sendiri dan orang lain,” ucapnya.
Hal itu tegas doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini perlu dilakukan karena setiap orang selalu dinlai dari 3K.
Itu aspek penting pada pelayanan kerja. Merupakan kunci sukses dalam melakukan semua aktivitas termasuk sebagai insan yang bekerja di Imigrasi.
K yang pertama adalah Kredibilitas. Berusahalah menjadi pegawai yang dipercaya baik oleh atasan, rekan sejawat, bawahah, maupun semua mitra termasuk masyarakat. Jangan pernah menyia-nyiakan kepercayaan yang diperoleh.
“Ingat, begitu menyalahgunakan amanah, bisa selamanya tidak dipercaya. Kalau sampai terjadi seumur hidup bakal merugikan diri sendiri,” tegasnya.
Sekali menciderai amanah, menurut Dr Aqua Dwipayana susah mengembalikan kepercayaan itu. Meski bisa tapi butuh waktu lama dan kerja keras.
K yang kedua adalah Komitmen atau janji. Begitu berjanji pada siapapun juga, harus ditepati. Kalau terpaksa tidak mampu memenuhinya karena di luar kemampuannya segeralah meminta maaf kepada orang yang pernah dijanjikan.
“Biasakanlah meminta maaf jika merasa salah termasuk kalau tidak bisa memenuhi janji. Jangan pernah ragu melakukannya,” jelasnya.
K yang ketiga adalah Konsisten. Selalulah konsisten melakukan semua aktivitas. Jangan ada sedikitpun kekhawatiran dalam hidup sehingga tidak melakukannya.
“Masih sering terjadi ada orang yang kurang konsisten karena khawatir tidak mendapatkan rezeki termasuk kehilangan jabatan,” katanya.
“Itu menunjukkan orang tersebut tidak percaya Tuhan yang telah menentukan rejeki setiap orang jauh sebelum orang itu lahir,” lanjutnya.
Dr Aqua Dwipayana juga bakal menegaskan agar jangan sekali-kali mengambil yang bukan haknya. Orang di sekitarnya termasuk atasannya mungkin tidak tahu. Namun Tuhan maha tahu.
Dr Aqua menyimak peserta saat sharing di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati.
Semuanya harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat kelak.
“Kalau yang bukan haknya atau milik orang lain diambil pasti tidak berkah. Dampak negatifnya bisa dirasakan langsung oleh diri sendiri dan keluarga termasuk anak-anak,” ujar Dr Aqua Dwipayana.