MALANG – Para mahasiswa baru Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya Malang adalah penerus tonggak kejayaan perikanan dan ilmu kelautan.
Samudera biru Nusantara merupakan harta karun yang tak tergantikan di dunia ini. Maka, tugas kita menjaga dan mengelolanya dengan bijak.
Menaklukkan samudera biru harus dimulai dari upaya menempa diri menjadi pribadi yang sanggup berjejaring dan memiliki relasi luas dengan sebanyak mungkin kalangan.
Pakar komunikasi dan motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menegaskan demikian menjelang sharing komunikasi dan motivasi bertajuk “Generasi Baru Penakluk Samudera Biru”di Lapangan Basket FPIK Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jumat (18/8/23).
Sharing tersebut yang diikuti lebih dari seribu mahasiswa baru, dirangkaikan dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FPIK (Pinishi) Universitas Brawijaya.
Sesi sharing disampaikan Dr Aqua Dwipayana dalam tiga jadwal. Sesi untuk tenaga kependidikan (tendik) berlangsung pada pukul 10.00 dengan tema “Bekerja adalah Ibadah” di Exhibition Room FPIK Universitas Brawijaya Jalan Veteran Malang.
Terakhir, sesi untuk para dosen mulai pukul 13.00 bertema “Pengembangan Inovasi” di tempat yang sama. Dr Aqua Dwipayana mendapat undangan langsung dari Dekan FKIP Universitas Brawijaya Prof Maftuch.
Dr Aqua Dwipayana mengatakan, dengan kurikulum yang selalu ditingkatkan dan fasilitas modern, FPIK Universitas Brawijaya telah mempersiapkan mahasiswa baru untuk menjadi pemimpin dalam eksplorasi, penelitian, dan pengelolaan sumber daya kelautan.
“Mereka akan mendapatkan pengetahuan mendalam tentang beragam ekosistem laut, inovasi teknologi kelautan, serta strategi pengelolaan berkelanjutan yang akan membantu menjaga keberlanjutan ekosistem laut,” paparnya.
“Namun juga penting ditekankan upaya ke arah itu harus dimulai dari menempa diri menjadi pribadi yang tangguh,” lanjutnya.
Terlibat di Kegiatan Sosial
Dr Aqua Dwipayana menegaskan tidak hanya dalam bidang akademis, FPIK Universitas Brawijaya juga mesti mendorong mahasiswa baru untuk ikut terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
“Para mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penakluk samudera biru dalam arti ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam arti peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Menurut pria yang hobi membaca ini, dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan generasi baru mahasiswa fakultas ini akan muncul sebagai pemimpin berpengaruh dalam industri perikanan dan kelautan.
“Dengan semangat yang menggebu-gebu, dan pengetahuan yang diperoleh dari FKIP, mahasiswa harus dipersiapkan menjadi kekuatan penggerak dalam menjaga dan mengelola kekayaan samudera biru bagi generasi mendatang,” ucap Dr Aqua Dwipayana.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, mahasiswa harus dapat menginspirasi masyarakat tentang pentingnya menjaga sumber daya kelautan.
Spirit berkolaborasi dengan banyak pihak harus menjadi bagian dari kemampuan dasar mahasiswa untuk menjawab tantangan besar yang dihadapi oleh lautan kita dan solusi inovatif yang dapat diadopsi untuk menghadapinya.
Dalam pandangan Dr Aqua Dwipayana, pendidikan di bidang kemaritiman harus diarahkan untuk menghasilkan generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap masa depan samudera biru.
Dengan pengetahuan yang mendalam dan semangat perubahan, mereka adalah generasi baru yang siap menghadapi tantangan besar dalam kelautan dan perikanan.
“Maka mahasiswa harus diarahkan untuk tidak hanya belajar di dalam ruangan kuliah, tetapi juga aktif terlibat dalam mengubah realitas untuk menjadi lebih baik,” kata doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut.
“Dengan dukungan dan inspirasi dari mereka, kita dapat yakin bahwa generasi baru penakluk samudera biru akan tumbuh dan mengambil langkah berani menuju masa depan yang lebih cerah bagi kelautan kita,” lanjutnya.
Dr Aqua Dwipayana melanjutkan, dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan bahwa generasi baru mahasiswa fakultas ini akan muncul sebagai pemimpin berpengaruh dalam industri perikanan dan kelautan.
“Dengan semangat yang menggebu-gebu, dan pengetahuan yang diperoleh dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, mahasiswa harus dipersiapkan menjadi kekuatan penggerak dalam menjaga dan mengelola kekayaan samudera biru bagi generasi mendatang,” ucap Dr Aqua Dwipayana.
Memberi Manfaat Maksimal
Dr Aqua Dwipayana setiap mau memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi selalu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
Tujuannya agar acaranya lancar, sukses, dan memberi manfaat maksimal kepada berbagai pihak terutama mereka yang hadir sebagai peserta dan institusi yang mengundangnya.
Hal serupa dilakukannya menjelang pelaksanaan Sharing tiga sesi di FPIK Universitas Brawijaya. Dr Aqua Dwipayana lebih serius lagi mempersiapkannya karena total pesertanya lebih dari 1.000 orang sebanyak tiga sesi.
Kamis pagi 17 Agustus 2023 bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, Dr Aqua Dwipayana telah berada di Malang.
Begitu tiba di Kota Pendidikan itu dari Surabaya, pria yang hobi silaturahim tersebut langsung ke FPIK Universitas Brawijaya.
Di Fakultas yang telah meluluskan lebih dari 20.000 orang sarjana tersebut Dr Aqua Dwipayana langsung ke tempat acara yang berada di halaman belakang FPIK. Melihat dengan detil termasuk mengecek panggungnya.
Setelah itu didampingi Prof Maftuch ke Exhibition Room yang menjadi tempat pelaksanaan sesi kedua (tendik) dan sesi ketiga (dosen).
Lokasinya di bagian depan sebelah kanan dari pintu masuk FPIK.
Sambil melihat ruangan yang juga diikuti Pemimpin Redaksi suarajatimpost.com, Noordin Djihad, motivator kawakan itu mendiskusikan dengan Maftuch tentang berbagai penekanan yang akan disampaikan pada sharing komunikasi dan motivasi sebanyak tiga sesi tersebut.
Prof Maftuch banyak memberi informasi. Guru besar yang sangat rendah hati itu juga cerita tentang perkembangan FPIK dan program kerjanya.
Ke Hotel Golden Tulip Holland Resort Batu
Seusai melihat persiapan Sharing Komunikasi dan Motivasi di FPIK, Dr Aqua Dwipayana mengajak Prof Maftuch dan Noordin ke Hotel Golden Tulip Holland Resort Batu.
Tujuannya silaturahim dan memperkenalkan mereka berdua kepada pemilik hotel bintang lima itu.
Saat tiba di hotel terbaik di Kota Batu itu mereka dengan hangat disambut General Manager Hotel Golden Tulip Holland Resort Batu Debby Resnatari.
Mereka ngobrol di resto Skydome Lounge & Bar sambil menikmati keindahan kota wisata tersebut.
Tidak lama kemudian salah seorang pemilik hotel itu Sonny Njonoriswondo dan
putra sulungnya Aditya Kristianto Njonoriswondo tiba dari Malang.
Disusul oleh Linggar dan istrinya Fonny Herawati Linggar yang juga pemegang saham Hotel Golden Tulip Holland Resort Batu.
Mereka ngobrolnya akrab sekali. Sambil menikmati aneka makanan dan minuman yang yummy rasanya.
“Bu Debby, tolong dipesankan makanan yang terbaik di resto ini,” pesan Sonny.
Prof Maftuch mengatakan sangat familiar dengan Hotel Golden Tulip Holland Resort Batu karena sering bersama pimpinan Universitas Brawijaya rapat di hotel tersebut.
“Saya masih ingat sekali mushollahnya,” kata Prof Maftuch yang taat beribadah.
Sonny dan Linggar menawarkan Dr Aqua Dwipayana menginap di Hotel Golden Tulip Holland Resort Batu.
“Pak Aqua silakan menginap di hotel ini. Sering-seringlah ke sini,” ucap mereka senada.
Di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama Upacara
Dr Aqua Dwipayana telah berada di Jawa Timur sejak Rabu pagi 16 Agustus 2023. Begitu mendarat di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, langsung melaksanakan silaturahim hingga Kamis dini hari.
Selama di Surabaya Dr Aqua Dwipayana menginap “di rumahnya” di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama. Pria yang berteman akrab dengan pemilik hotel itu, Yohan Setia Putra, memutuskan melaksanakan upacara peringatan HUT RI ke-78 pada Kamis pagi 17 Agustus 2023 di hotel tersebut.
Dengan khidmat Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat itu mengikuti upacara yang dipimpin General Manager Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama Andreas Riyadi.
Dr Aqua Dwipayana adalah satu-satunya peserta upacara yang bukan karyawan hotel tersebut di antara seratus orang peserta.
Andreas dan seluruh jajarannya merasa suatu kehormatan dengan kehadiran Dr Aqua Dwipayana. Sekaligus juga kejutan karena pemberitahuan kepada Andreas untuk ikut upacara dilakukan mendadak.
“Suatu kehormatan bagi saya dan teman-teman di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama dengan kehadiran Dr Aqua Dwipayana. Terima kasih banyak Pak Aqua,” ujar Andreas.
Sementara Dr Aqua Dwipayana yang “rumahnya” di Surabaya di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama dengan rendah hati menyampaikan terima kasih karena diizinkan ikut upacara di hotel itu.
Pria yang hobi silaturahim tersebut menyatakan sangat terkesan selama pelaksanaannya.
“Saya sudah sering ikut upacara peringatan HUT RI di berbagai tempat bahkan di luar negeri. Di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama yang paling terkesan,” kata Dr Aqua Dwipayana yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh yang hadir.
Seusai upacara Dr Aqua Dwipayana memberi kejutan yang menyenangkan. Dua karyawan terbaik Hotel Mercure Surabaya mendapat hadiah jalan-jalan dan menginap di hotel berbintang.
Mereka yang beruntung adalah Guest Relation Officer Resti Dwi Utami yang dapat hadiah jalan-jalan ke Bali. Sedangkan Guest Service Agent Bambang Yulianto hadiahnya liburan ke Yogyakarta.
“Terima kasih banyak Pak Aqua untuk hadiah liburannya,” kata Resti dan Bambang senada.
Sejarah Perkembangan FPIK Universitas Brawijaya
Sejarah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univeristas Brawijaya berawal dari Perguruan Tinggi Jurusan Perikanan Laut yang didirikan pada tanggal 28 Oktober 1962 oleh Yayasan Pendidikan Probolinggo.
Sejak 25 Mei 1963, melalui Surat Keputusan Menteri PTIP No. 163 Tahun 1963, Perguruan Tinggi Jurusan Perikanan Laut tersebut menjadi salah satu Jurusan pada Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) Universitas Brawijaya yang berkedudukan di Malang.
Sedangkan Jurusan Perikanan Laut masih tetap berkedudukan di Probolinggo.
Pada akhir tahun 1970, FKHP Universitas Brawijaya mempunyai jurusan baru yaitu Jurusan Kedokteran Hewan yang berkedudukan di Surabaya.
Dengan demikian FKHP Universitas Brawijaya memiliki tiga jurusan yaitu Peternakan, Perikanan Laut dan Kedokteran Hewan.
Kemudian pada bulan Agustus 1972, Jurusan Kedokteran Hewan menggabungkan diri dengan Universitas Airlangga di Surabaya, sedangkan Jurusan Perikanan Laut berubah menjadi Jurusan Perikanan.
Guna memudahkan pengelolaan dan pengembangannya, maka sejak tahun 1972 itu pula Jurusan Perikanan secara bertahap dipindahkan ke Malang.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1982 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 59 tahun 1982 tentang Susunan Organisasi Universitas Brawijaya, maka Fakultas Peternakan dan Perikanan menjadi dua Fakultas, yaitu Fakultas Peternakan dan Fakultas Perikanan.
Sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0174/0/1983 tentang Penataan Jurusan pada Fakultas di lingkungan Universitas/Institut Negeri dan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 118/Dikti/1984 tentang jenis dan jumlah Program Studi di setiap Jurusan pada Fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya, maka Fakultas Perikanan ditetapkan memiliki satu jurusan yaitu: Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan dengan membawahi tiga Program Studi yait : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan (MSP), Program Studi Pengelolahan Hasil Perikanan (PHP), dan Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan (SEP).
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk menghasilkan lulusan yang profesional dalam menerapkan prinsip eksplorasi, eksploitasi dan manajemen sumberdaya perikanan dan kelautan, maka sejak tanggal 2 Oktober 2006 dibentuklah Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan (PSPK).
Pembentukan Jurusan PSPK ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 226/D/O/2006.
Dengan dibentuknya jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan (PSPK) dan program studi Ilmu Kelautan serta berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Brawijaya Malang No. 041/SK/2008, maka Fakultas Perikanan dirubah namanya menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).
Visi
FPIK Universitas Brawijaya menjadi lembaga pendidikan tinggi unggul yang berstandar internasional dengan menerapkan fisheries dan marine entrepreneurial strategy dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses penyelarasan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Misi
1. Menyelenggarakan proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis entrepreneurship agar menghasilkan lulusan yang berkemampuan akademik, berstandar internasional, dan berkepribadian dalam perkembangan IPTEK di bidang perikanan dan kelautan
2. Melakukan pengembangan IPTEK di bidang perikanan dan kelautan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang produktif dan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.
3. Mengimplementasikan IPTEK di bidang perikanan dan kelautan dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Program Sarjana
1. Manajemen Sumberdaya Perairan (akreditas nasional unggul dan internasional aqas).
2. Teknologi Hasil Perikanan (akreditas nasional unggul dan internasional aqas).
3. Budidaya Perairan (akreditas nasional unggul dan internasional AUN QA).
4. PSDKU Akuakultur.
5. Agrobisnis Perikanan (akreditas nasional unggul dan internasional aqas).
6. PSDKU Sosial Ekonomi Perikanan.
7. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (akreditas nasional unggul dan internasional aqas).
8. Ilmu Kelautan (akreditas nasional unggul dan internasional aqas).
Pascasarjana
1. Magister Budidaya Perairan.
2. Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan.
Jumlah Dosen: 153 Orang.
Jumlah Tendik: 63 Orang.
Jumlah Mahasiswa Aktif: 4.008.