MALANG – Pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana menyarankan sebelum memulai pekerjaan selalu meniatkan dalam hati akan melaksanakan tugas dengan dedikasi, integritas, dan tujuan yang baik.
Niat yang tulus adalah langkah pertama dalam menjadikan berbagai aktivitas sebagai ibadah.
Melakukan pekerjaan dengan kesungguhan dan penuh perhatian adalah cara untuk menghormati pekerjaan Anda.
Fokus pada tugas yang ada di depan Anda dan lakukan dengan sebaik mungkin.
“Demikian pula, prinsip-prinsip etika, seperti kejujuran, kerjasama, dan penghargaan terhadap sesama, harus menjadi panduan dalam pekerjaan Anda,” ucap Dr Aqua Dwipayana.
“Ini adalah bagian dari menjalankan tugas dengan rasa tanggung jawab yang lebih tinggi,” jelasnya.
“Ketika menghadapi tantangan atau kesulitan di tempat kerja, coba hadapi dengan kesabaran dan rasa syukur. Lihatlah setiap tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang,” lanjutnya.
Doktor komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu melanjutkan bahwa menawarkan bantuan kepada rekan kerja atau berbagi pengetahuan adalah cara untuk menjalankan sikap kerja sama dan kasih sayang, yang sejalan dengan nilai-nilai spiritual.
Kemudian, berusaha untuk tidak terperangkap dalam sikap egois atau kompetitif yang berlebihan. Fokuslah pada memberikan manfaat kepada orang lain melalui pekerjaan Anda.
“Tetaplah bersyukur atas setiap rezeki yang Anda peroleh melalui pekerjaan Anda. Lihatlah kesempatan ini sebagai anugerah dan bukti kasih Tuhan,” ujarnya Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat ini.
“Melakukan pekerjaan dengan rasa ikhlas, tanpa berharap imbalan yang berlebihan, merupakan bentuk pengabdian yang lebih mendalam,” lanjutnya.
Dr Aqua Dwipayana memaksimalkan silaturahim dan kehadirannya di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) Malang dengan melanjutkan kiprah Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan tema “Bekerja adalah Ibadah”.
Sharing tersebut disampaikan kepada para tenaga kependidikan di lingkungan FPIK UB Malang di Exhibition Room Jalan Veteran Malang, Jumat 18 Agustus 2023 mulai pukul 10.00.
Sebelumnya pada pagi hari, doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu menyampaikan sharing serupa kepada mahasiswa baru dengan bertajuk “Generasi Baru Penakluk Samudera Biru” di Lapangan Basket FPIK UB.
Sharing tersebut yang dihadiri 1.065 orang dirangkaikan dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FPIK UB (Pinishi).
Terakhir, sesi untuk para dosen mulai pukul 13.00 seusai sholat Jumat, bertema “Pengembangan Inovasi” di tempat yang sama.
Dr Aqua Dwipayana mendapat undangan langsung dari Dekan FKIP Universitas Brawijaya Prof Maftuch.
Sangat Mulia
Dalam pandangan Dr Aqua Dwipayana, melayani semua warga perguruan tinggi, mulai mahasiswa, dosen, hingga unsur pimpinan kampus merupakan pekerjaan sangat mulia dan bermakna ibadah.
Untuk itu setiap tenaga kependidikan atau tendik agar melakukannya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.
Seluruh pegawai di lingkungan FPIK UB Malang harus meniatkan semua aktivitasnya ibadah, hanya mengharapkan balasan dari Tuhan, bukan dari yang lain.
“Tugas tendik bukan hanya sekadar pekerjaan administratif, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan pada pengalaman akademik dosen dan mahasiswa,” ungkap Dr Aqua Dwipayana.
“Oleh karena itu, apresiasi terhadap peran dan kontribusi mereka sangat penting, dan memang bisa dianggap sebagai pekerjaan mulia dalam mendukung dunia pendidikan,” jelasnya.
Menurut pria dengan jejaring pertemanan sangat luas tersebut, peran tendik sangat penting dalam menjalankan berbagai aspek administratif, operasional, dan dukungan di lingkungan akademik.
Dr Aqua Dwipayana memaparkan beberapa hal yang menjadikan tugas tendik sebagai pekerjaan mulia antara lain tendik membantu menjalankan berbagai proses pendidikan, termasuk pengelolaan jadwal kuliah, pendaftaran mata kuliah, pengelolaan ruang kelas, dan administrasi akademik lainnya.
Tanpa dukungan mereka, proses pendidikan di perguruan tinggi akan sulit berjalan lancar.
Kemudian, menyediakan layanan dosen dan mahasiswa. Tendik membantu dosen dan mahasiswa dengan memberikan informasi, penjelasan, dan bantuan terkait prosedur akademik, kurikulum, dan fasilitas kampus.
“Mereka berperan sebagai jembatan komunikasi antara berbagai pihak di lingkungan kampus,” kata Dr Aqua Dwipayana.
Lebih jauh disampaikan pria rendah hati itu, tendik juga mesti mengurus administrasi dan pengelolaan.
Tendik bertanggung jawab atas administrasi umum, termasuk pengelolaan data mahasiswa, proses penerimaan mahasiswa baru, pengelolaan surat-menyurat, dan kegiatan-kegiatan administratif lainnya yang mendukung operasional kampus.
“Dalam beberapa kasus, tendik juga dapat membantu dalam aktivitas penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa,” katanya.
“Mereka bisa memberikan dukungan logistik, mengelola perangkat penelitian, dan membantu dalam proses pengumpulan data,” lanjutnya.
Tugas tendik dalam merawat lingkungan kampus dan memberikan pelayanan kepada seluruh anggota akademik, lanjut Dr Aqua Dwipayana, berkontribusi pada penciptaan lingkungan akademik yang nyaman dan kondusif bagi proses belajar-mengajar.
“Melalui tugas-tugas mereka, tendik turut berperan dalam kemajuan institusi pendidikan serta kesuksesan dosen dan mahasiswa.,” jelasnya.
“Dukungan mereka membantu menciptakan atmosfer positif yang mendukung pencapaian akademik dan pengembangan diri,” kata Dr Aqua Dwipayana.
Konsisten Bersyukur
Dr Aqua Dwipayana menegaskan bersyukur dalam bekerja adalah sebuah kemestian. Dengan konsisten bersikap seperti itu, kita dapat merasakan kehadiran yang lebih mendalam dalam tugas-tugas sehari-hari, serts mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan moral dalam aktivitas keseharian kita.
Dr Aqua mengatakan bahwa menjalankan tugas-tugas dan tanggung jawab kita dengan dedikasi, integritas, dan rasa syukur.
Karena hakikatnya kita sedang beribadah kepada Tuhan atau prinsip-prinsip moral yang kita anut.
Lebih jauh disampaikan, berbagai agama mengajarkan bahwa setiap individu diberikan bakat dan potensi oleh Tuhan.
Bekerja dengan sungguh-sungguh dan menggunakan bakat yang diberikan, kita dapat menganggapnya sebagai bentuk penghargaan dan ibadah kepada Sang Pencipta.
“Dalam bekerja, kita bisa memanifestasikan nilai-nilai etika dan moral yang diajarkan oleh agama atau keyakinan kita,” ucap Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) itu.
“Memperlakukan rekan kerja, klien, atau pelanggan dengan hormat dan penuh kasih sayang adalah bentuk ibadah dalam tindakan sehari-hari,” lanjutnya.
Dr Aqua Dwipayana menambahkan, melalui semua aktivitas yang dikerjakan, kita memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dan dunia di sekitar kita.
Ini adalah cara untuk mengabdi dan berkontribusi positif kepada sesama manusia, yang pada dasarnya bisa dianggap sebagai bentuk ibadah.
“Pekerjaan seringkali memerlukan kedisiplinan, ketekunan, dan kesabaran. Mengatasi tantangan dan menghadapi keterbatasan adalah pelajaran yang dapat membentuk karakter kita, yang bisa dihubungkan dengan konsep ibadah dalam mengembangkan diri,” katanya.
“Melalui pekerjaan, kita mendapatkan rezeki dan penghidupan. Bersyukur atas rejeki ini adalah tindakan ibadah dalam penghargaan terhadap karunia yang telah diberikan,” ucap Dr Aqua Dwipayana.
Kehadiran Dr Aqua Dwipayana Sangat Bermanfaat
Sementara Prof Maftuch menyambut gembira kehadiran Dr Aqua Dwipayana di kampusnya. Apalagi pembicara laris itu tidak hanya memberikan sharing komunikasi dan motivasi kepada mahasiswa, tetapi juga untuk semua tendik, dan para dosen.
Prof Maftuch yang merupakan teman lama Dr Aqua Dwipayana tahu persis bahwa jadwal pria yang tinggal di Bogor, Jawa Barat itu sangat padat.
Hampir setiap hari keliling Indonesia untuk melakukan silaturahim serta memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi ke berbagai pihak.
Mengetahui agenda Dr Aqua Dwipayana yang padat, sehingga jauh-jauh hari Prof Maftuch telah menyampaikan undangan secara lisan kepada motivator kawakan tersebut.
Tujuannya agar pada hari dan tanggal yang telah ditetapkan bisa memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada civitas akademika FPIK UB.
“Saat ketemu Dr Aqua Dwipayana di Malang, saya menyampaikan undangan secara lisan. Kemudian kembali mengingatkan beliau ketika kami jumpa di Yogyakarta pada Minggu 23 Juli 2023 di Yogyakarta,” ungkap Maftuch.
Pria yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur itu sangat berharap Dr Aqua Dwipayana hadir di kampusnya untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi.
Dia tahu persis bahwa mereka termasuk mahasiswa baru membutuhkannya agar kinerja setiap individu berhasil.
Selama ini Maftuch memonitor aktivitas Dr Aqua Dwipayana. Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) yang mengadakan pertemuan se-Indonesia di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada pada minggu ketiga Juli 2023 itu tahu persis bahwa pria yang hobi silaturahim tersebut telah memotivasi jutaan orang baik di seluruh Indonesia maupun puluhan negara.
Karena itu dia ingin Dr Aqua Dwipayana melakukan hal yang sama di kampusnya.
Prof Maftuch sangat yakin mereka yang menghadiri Sharing Komunikasi dan Motivasi yang disampaikan Dr Aqua Dwipayana akan termotivasi untuk mengoptimalkan potensi diri. Sehingga hasil kinerjanya maksimal.