Remaja Dunia Bertalenta dan Bercharity di Indonesia, Menyebarkan Kebahagiaan di Jakarta dan Desa Plaosan

JAKARTA – Semangat kemanusiaan dan kepedulian terpancar dari sembilan remaja inspiratif yang tergabung dalam program “Remaja Dunia Bertalenta dan Bercharity”.

Di bawah kepemimpinan Natalia Tjahja, pendiri Yayasan Maria Monique Lastwish ( YMM Lastwish) mereka membawa kebahagiaan bagi anak-anak, manula, dan individu yang membutuhkan di Jakarta dan Desa Plaosan.

Laetitia, remaja yang tinggal di Amerika Serikat, berkontribusi dari jauh.

Tristan, dari Singapura, Warren dari Taiwan, Sydney yang dari Jakarta, dan Morgan, remaja termuda di antara mereka, juga dari Singapura, menunjukkan kepedulian mereka dengan cara yang berbeda.

Di Jakarta, kebahagiaan terukir di wajah janda lumpuh yang menderita penyakit kulit di seluruh tubuhnya di Desa Plaosan.

Ia meneteskan air mata bahagia saat menerima kursi roda yang didambakannya.

Furkon, yang sesak napas akibat asma parah, mendapatkan alat pernapasan yang sangat dibutuhkannya.

Remaja bernama Usi, yang sedang dalam pemulihan setelah menjalani radiasi berulang kali, menerima hadiah berupa smartphone dan barang- barang fashion. Ali, yang mengidap hidrocephalus, akhirnya mendapatkan kursi roda impiannya.

Sentuhan istimewa dalam program ini datang dari para remaja dermawan. Jaythan dan Jady, membuktikan bahwa kebaikan tidak mengenal usia, dan memberikan wishes mewakilkan 9 remaja.

Mereka dengan murah hati mendonasikan kursi roda untuk anak-anak disabilitas, membuat para penerima manfaat bisa bergerak lebih bebas.

Suasana ceria dan penuh kehangatan turut diciptakan oleh Citta, yang berperan sebagai pembawa acara.

Keahliannya dalam membawakan acara membuat para peserta merasa nyaman dan bersemangat.

Tak lupa rasa terima kasih kita sampaikan kepada Daniella, yang dengan tangan kasihnya memasak makan siang untuk anak-anak disabilitas dan orang tua mereka.

Hidangan lezat tersebut tentunya menambah keceriaan dan kebersamaan dalam acara tersebut.

Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga para manula di Jakarta.

Siti Marifah, anak tertua Wakil Presiden RI, turut berpartisipasi dengan mengirimkan nasi kebuli yang lezat, meskipun saat itu ia sedang berada di Kalimantan.

Kisah inspiratif ini menunjukkan bahwa kebaikan dan kepedulian tidak mengenal usia atau batasan geografis.

Semangat para remaja ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap orang dapat memberikan kontribusi untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

YMM Lastwish terus berkomitmen untuk membantu mereka yang membutuhkan melalui berbagai program dan kegiatan.

Dengan dukungan dari para donatur dan relawan, Yayasan Maria Monique Lastwish berharap dapat menyebarkan kebahagiaan dan memberikan harapan bagi lebih banyak orang di masa depan.

Related posts

Kenaikan Tunjangan Guru, Waka Komisi X: Anggaran 2027 Jangan Hanya Fokus pada Sarana Prasarana

Kanwil BPJS-TK Sumbagsel Nobatkan Disnakertrans Muba Pelopor Pogram Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 

PSSI Mencatat Tonggak Sejarah sebagai Federasi Sepak Bola Kelima Dunia yang Melarang Pekerja Anak