Ada jebakan dalam kesibukan yang alih-alih kita mengerti sebagai produktivitas yaitu terlalu sibuk melakukan sesuatu sehingga tidak bisa berhenti sejenak dan melakukan beberapa perubahan pada cara kita melakukan sesuatu sehingga rawan membawa pada kelelahan fisik maupun mental, singkatnya burnout.
Burnout adalah kelelahan yang disebabkan oleh stres fisik dan mental yang berlangsung dalam waktu yang lama yang umum karena padatnya aktivitas juga beberapa aspek kehidupan.
Cara mengatasi burnout. Berikut ada beberapa cara mengatasi burnout yang bisa dicoba.
Menemukan ritme dan rutinitas
Ritme adalah aliran, irama atau kecepatan yang Anda pilih untuk bergerak sehari-hari. Rutinitas adalah ritual yang kita lakukan untuk membantu kita mempertahankan ritme yang kita pilih.
Mereka membuat kita tetap teguh dan terpusat pada apa yang kita hargai dan apa yang penting bagi kita serta membantu terhindar dari rasa capek pada mental dan fisik
Cukup tidur dan istirahat
Bekerja dan istirahat sama-sama diperlukan untuk kehidupan yang baik: yang satu menyediakan sarana untuk hidup, yang lain memberi makna pada kehidupan
Bekerja terlalu keras hingga melupakan waktu istirahat dan tidur bisa berkontribusi pada kelelahan mental dan fisik yang dirasakan.
Melakukan aktivitas yang menyenangkan
Perasaan senang akan meningkatkan kreativitas dan produktivitas kita sedangkan burnout bisa membuat seseorang kehilangan minat terhadap kegiatan yang disukainya serta membuatnya bahagia.
Perasaan baik meningkatkan energi kita. Sebagian besar dari kita pernah merasakan energi yang tidak hanya bersifat fisik atau biologis, energi yang tidak hanya berasal dari gula atau karbohidrat, namun dari gabungan motivasi, fokus, dan inspirasi.
Ini adalah energi yang Anda rasakan saat Anda mengerjakan tugas yang sangat mengasyikkan, atau saat Anda dikelilingi oleh orang-orang yang menginspirasi.
Melakukan kegiatan mindfulness atau membawa perhatian pada saat ini.
Di tengah lonjakan informasi yang terus-menerus ini, perhatian telah menjadi aset kita yang paling berharga.
Untuk menggunakannya dengan bijak, kita harus mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana godaan “selalu sibuk” di otak kita, mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan pengendalian diri, dan meluangkan waktu untuk benar-benar fokus pada tugas-tugas besar dan kreatif.
Mencari bantuan
Melakukan katarsis atau curhat pada orang dan ruang yang tepat akan sangat membantu. Mengekspresikan apa yang sedang dirasakan membantu untuk memberi jendela pada sesaknya intensitas emosi.
Mencari bantuan tenaga kesehatan profesional, seperti terapis dan konselor , juga disarankan untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya secara efektif.
Berolahraga
Melibatkan olahraga sebagai bagian dari strategi yang lebih besar dan sadar dalam membangun kehidupan di mana pekerjaan, permainan, kerja, dan waktu luang merupakan cara yang efektif dan saling terkait (terintegrasi).
Olahraga yang serius membantu menjaga tubuh bekerja pada puncaknya, yang pada gilirannya membuat pikiran tetap tajam dan memberi mereka energi untuk melakukan pekerjaan yang sulit.
Juga seringkali menawarkan manfaat psikologis yang lebih halus: tidak hanya menghilangkan stres atau kesempatan untuk menjernihkan pikiran, namun juga cara untuk terhubung.
Memberikan batasan
Batasan adalah pintu gerbang menuju hubungan yang sehat. Tanpa batasan yang sehat, kita tidak dapat sepenuhnya menjalani kehidupan yang kita inginkan
Ada 6 jenis batasan, yaitu fisik, seksual, intelektual, emosional, material, dan waktu yang berpeluang membantu kita lebih produktif, kreatif, damai dan terhindar dari burn out
Memprioritaskan diri sendiri
Jadilah seorang pemimpin dan tunda kepuasan. Kita semua pernah mendengar nasihat keuangan pribadi yang dipopulerkan oleh Robert Kiyosaki: “Bayar diri Anda terlebih dahulu.”
Idenya adalah sebelum Anda membayar tagihan, sebelum membeli apapun, Anda harus menyisihkan uang untuk ditabung dan diinvestasikan. Seharusnya, ini memprioritaskan masa depan keuangan Anda.
Saya tidak pernah menyukai nasihat ini. Kedengarannya hampa. Rasanya egois.
Bagaimana jika kita membayar diri kita sendiri terlebih dahulu – dengan waktu kita? Bagaimana jika, sebelum kita membuka email, sebelum kita masuk ke kantor, sebelum kita menginvestasikan seluruh waktu kita pada roda kesibukan, kita menyisihkan waktu untuk hal yang paling penting?
Waktu bersama keluarga. Waktu bersama teman-teman tersayang. Saatnya membaca, berpikir, bernapas.
Saatnya menjaga kesehatan mental dan fisik kita. Saatnya untuk memelihara hubungan dan pertumbuhan pribadi kita.Saatnya menikmati kegembiraan hidup, besar dan kecil.
Sempatkan berpulih
Pemulihan bersifat aktif, tidak pasif, dan kita dapat merancangnya untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar.
Tidur siang singkat (power nap) pun bisa memberikan efek pemulihan yang mengejutkan.
Begitupun dengan cuti panjang memberikan kesempatan bagi orang-orang kreatif untuk menghidupkan kembali kehidupan kreatif mereka, mengeksplorasi minat baru, dan membuat terobosan yang mengubah hidup.
Terapkan pekerjaan ritmis
Berbeda dengan komputer, manusia tidak dimaksudkan untuk beroperasi terus-menerus, dengan kecepatan tinggi, dan dalam jangka waktu lama.
Sebaliknya, kita dirancang untuk bergerak secara ritmis antara membelanjakan dan memperbarui energi.
Apabila kita menjalani kehidupan yang monoton, secara bertahap membakar cadangan energi kita sepanjang hari.
Ini setara dengan menarik dana dari rekening bank tanpa pernah melakukan deposit. Suatu saat, kita akan bangkrut.
Maka menerapkan kombinasi alur kerja reaksional (mindless) dengan alur kerja responsif (mindful) akan membantu.
Hal yang perlu diingat, tetaplah untuk berpikiran terbuka saat mempertimbangkan pilihan. Temukan keseimbangan antara kesibukan pekerjaan dengan kesehatan.
Jika burnout dirasa sudah mengganggu dan berlangsung lama. Maka tidak ada salahnya untuk meminta bantuan profesional untuk mengatasinya.
Tio Novi