BATU – Dalam era globalisasi dan teknologi informasi yang semakin maju, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks.
Tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan manajerial yang baik, tetapi juga harus mampu berkomunikasi secara efektif untuk menginspirasi dan memimpin seluruh warga sekolah.
Kemampuan komunikasi yang kuat menjadi kunci bagi kepala SMA yang ingin menjadi pemimpin yang kreatif dan inovatif.
Demikian disampaikan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Selasa 28 Mei 2024 menjelang Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada 100 Kepala SMA se-Jawa Timur.
Doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut berada di Kota Batu, Jawa Timur, untuk bersilaturahim.
Dalam kehadirannya itu, sosok dengan jejaring pertemanan sangat luas tersebut mendadak harus menjalankan Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Selasa 28 Mei 2024.
Pria dengan jejaring pertemuan sangat luas itu menyampaikan materi bertajuk “Memperkuat Kemampuan Komunikasi untuk Menjadi Kepala SMA yang Kreatif dan Inovatif.”
Saat hadir dan bersilaturahim dengan para tokoh di Kota Batu, Penjabat Wali Kota Batu yang juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Aries Agung Paewai, S.STP, MM tiba-tiba “menodong” Dr Aqua Dwipayana untuk menyampaikan sharing pada pembukaan kegiatan Profiling Kompetensi dalam Rangka Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Tahap I di Hotel Royal Orchid, Jalan. Indragiri No. 4 Kota Batu.
Secara keseluruhan sharing Dr Aqua Dwipayana akan disampaikan kepada 720 para kepala sekolah jenjang SMAN, SMKN dan SLBN yang terdiri atas 7 tahap.
Untuk tahap awal, diarahkan kepada 100 orang Kepala SMAN dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Gresik, Bojonegoro, Kediri, Kabupaten Malang, dan Kota Malang.
Dr Aqua Dwipayana menyambut positif “todongan” dari Dr Aries Agung Paewai.
Ia memandangnya sebagai rejeki sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan baik.
“Apa yang disampaikan Pak Dr Aries Agung Paewai adalah rejeki yang tidak terhingga sekaligus amanah yang harus saya jalankan dengan baik. Mudah-mudahan semua yang saya sampaikan dapat memberi suntikan motivasi dan spirit kepada para kepala sekolah dalam menjalankan peran dan fungsinya,” ungkap Dr Aqua Dwipayana.
Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat itu menyinggung pentingnya kemampuan komunikasi yang tidak hanya sebatas bisa berbicara dan menulis.
Hal itu juga mencakup kemampuan menyimak, memahami, dan menyampaikan pesan dengan cara yang jelas dan efektif.
Kepala SMA yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik akan lebih mudah untuk berinteraksi dengan guru, siswa, orang tua, dan komunitas sekitar.
“Dengan komunikasi yang efektif, kepala sekolah dapat membangun kepercayaan dan kerjasama yang erat, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif,” kata penghobi silaturahim tersebut.
Penulis buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim itu juga menegaskan kepala sekolah harus mampu mengkomunikasikan visi dan misi sekolah kepada semua pihak yang terlibat. Hal ini penting agar seluruh warga sekolah memiliki tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mencapainya.
“Dalam lingkungan sekolah, konflik antara siswa, guru, atau antara guru dan siswa seringkali tidak terhindarkan. Kemampuan komunikasi yang baik memungkinkan kepala sekolah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif,” kata Dr Aqua Dwipayana yang telah mengumrahkan gratis lebih dari 160 orang dari hasil penjualan buku-buku super best seller karya dan sumbangan para donatur.
Lebih jauh disampaikan pembicara laris itu, kepala sekolah yang dapat berkomunikasi dengan baik akan lebih mudah menginspirasi dan memotivasi guru dan siswa untuk berpikir kreatif dan inovatif.
Mereka dapat memberikan umpan balik yang membangun dan menciptakan suasana yang mendukung percobaan dan inovasi.
Strategi Komunikasi
Untuk menjadi kepala SMA yang kreatif dan inovatif, kata Dr Aqua Dwipayana, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan guna memperkuat kemampuan komunikasi.
Pertama, mengikuti pelatihan dan workshop yang fokus pada pengembangan komunikasi dapat memberikan wawasan baru dan meningkatkan keterampilan praktis.
Pelatihan ini mencakup teknik presentasi, negosiasi, dan manajemen konflik.
Kemudian, lanjut pria rendah hati ini, mendorong budaya komunikasi terbuka di sekolah di mana semua warga sekolah merasa nyaman untuk menyampaikan pendapat dan ide mereka.
Hal ini dapat dilakukan melalui rapat rutin, forum diskusi, dan kegiatan tukar pikiran.
“Memanfaatkan teknologi seperti e-mail, aplikasi pesan instan, dan platform manajemen sekolah online untuk menyampaikan informasi secara efisien dan efektif. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengumpulkan masukan dari siswa dan guru,” papar Dr Aqua Dwipayana.
Selain itu, ucap mantan wartawan di banyak media besar ini, menyimak secara aktif adalah bagian penting dari komunikasi yang efektif.
Kepala sekolah harus berusaha untuk benar-benar menyimak apa yang dikatakan oleh guru, siswa, dan orang tua, serta menunjukkan empati dan memahami perspektif mereka.
“Komunikasi asersif adalah kemampuan untuk menyampaikan pendapat dan perasaan secara jujur dan langsung tanpa merugikan orang lain. Kepala sekolah yang asertif dapat menyampaikan harapan dan batasan dengan jelas, serta memberikan umpan balik yang konstruktif,” katanya.
Menjadi kepala SMA yang kreatif dan inovatif, menurut bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana ini, memerlukan kemampuan komunikasi yang kuat.
Sehingga kepala sekolah dapat membangun hubungan yang baik, menyampaikan visi dengan jelas, mengelola konflik dengan bijak, dan mendorong kreativitas, serta inovasi.
“Melalui pelatihan, budaya komunikasi terbuka, penggunaan teknologi, menyimak aktif, dan komunikasi asertif, kepala sekolah dapat memperkuat kemampuan komunikasinya dan membawa sekolah menuju kesuksesan,” ucap Dr Aqua Dwipayana.
Sekilas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
Visi:
Terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang adil, sejahtera, seimbang, unggul dan berakhlak dengan tata kelola pemerintahan yang partisipatoris, inklusif melalui kerja bersama dan semangat gotong royong.
Misi:
• Mewujudkan Keseimbangan Pembangunan Ekonomi, Baik Antar Kelompok, Antar Sektor maupun Antar Wilayah.
• Terciptanya Kesejahteraan yang Berkeadilan Sosial, Pemenuhan Kebutuhan Dasar Terutama Kesehatan dan Pendidikan, Penyediaan Lapangan Kerja dengan Memperhatikan Kelompok Rentan.
• Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Inovatif, Terbuka, Partisipatoris Memperkuat Demokrasi Kewargaan untuk Menghadirkan Ruang Sosial yang menghargai prinsip Kebhinekaan.
• Melaksanakan Pembangunan Berdasarkan Semangat Gotong Royong, Berwawasan Lingkungan untuk Menjamin Keselarasan Ruang Ekologi, Ruang Sosial, Ruang Ekonomi dan Ruang Budaya.
“Cerdas, Berkarakter, Professional, Dedikasi, Inisiatif dan Kolaboratif”
Prestasi Kepala SMA/SMK se-Jatim:
1) Budi Santoso, M.Pd (Kepala SMAN 10 Surabaya)
• Gold Medal – International Sosial, Science, Engineering and Education Romanian Competition (Romania, 1-7 Mei 2023).
• Gold Medal – World Youth Stem and Invention Innovation (WYSII) 2023 (Malaysia, 2-6 Agustus 2023).
• Gold Medal dan Grand Prize Award – World Invention Creativity Olympics (Korea Selatan 27-29 Juli 2023)5. Kepal Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
2) Indra Prastowo, S.Pd., M.Pd.(Kepala SMKN 1 Sudimoro Pacitan)
• Outstanding Dedicated Principal on Circular School Initiatives – Indonesian Green Principal Award 2023.
• Gold Award/Medali Emas (Lomba : International Innovation and Exhibition Fair, Penyelenggara : Kolej MARA Kulim, Malaysia) 2024.
3) Dra. Mariya Ernawati, MM (Kepala SMKN 2 Buduran Sidoarjo)
• Juara 2 nasional Lomba Gala Video Kreasi Kampanye sekolah sehat.
Pimpinan: Dr Aries Agung Paewai, S.STP (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur).
Nilai-Nilai yang selalu ditekankan Kadisdik:
Kompetensi, inovasi, kreatif, kolaborasi, komunikatif, menjaga kondusivitas sekolah.*