PEMATANGSIANTAR – Pada hari keempat pelaksanaan cabang olahraga tinju PON XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) tim tinju DKI Jakarta meloloskan dua petinjunya ke babak semi final.
Ratna Sari Devi dan Matius Mandiangan mengunci satu tempat di babak empat besar usai mengalahkan lawannya di babak perempat final pada pertandingan yang berlangsung di Aula Universitas Nomansen Pematangsiantar, Sabtu (14/9/24).
Ratna Sari Devi yang turun di kelas bulu putri bertanding dari sudut merah, menang telak atas petinju Sulawesi Utara, Maria Manguntu dengan skor 5-0.
Di semifinal, Ratna Sari Devi akan menantang petinju Bali Juliandra Fanon pada pertandingan yang akan berlangsung pada Rabu 18 September 2024.
Juliandra menang RSC-2 melawan Faleri Kabuare dari Papua.
Ketua Pengprov Pertina DKI Jakarta Hengky Silatang, SH memuji penampilan Ratna yang mampu mengeluarkan pukulan taktis dan bermain bagus.
“Kita berharap terus meningkat di pertandingan berikutnya. Hasil hari ini sangat menyenangkan. Sudah tiga petinju kita masuk semifinal. Jangan takabur. Perjuangan masih panjang,” ungkap Hengky didampingi pelatih Husni Ray, Hugo Gosseling, Sam dari Thailand.
Atas kemenangan tersebut Ratna Sari Devi yang masih berkeringat menerima 10 lembar uang pecahan seratus ribu rupiah. Ternyata uang Rp 1 juta tadi datang dari kantong pribadi Hengky Silatang.
Tradisi itu terus dipertahankan. Setiap menang Rp 1 juta. Menang di semifinal Rp 2 juta. Menang di final Rp 3 juta.
“Bukan bonus. Ini uang penyemangat,” tutur Hengky Silatang yang juga pendiri sasana tinju HS Ciseeng.
Apa yang diperoleh Ratna Sari Devi, juga terjadi pada diri Matius Mandingan, yang dengan gagah melangkah ke semifinal, setelah mematahkan perlawanan musuh besarnya, Alfino Nanlohy dari Jawa Barat.
Sepanjang tiga ronde penuh, Matius yang terlihat jauh lebih kecil dari lawan, meladeni pertarungan jual-beli pukulan di pinggir tali ring.
Matius adalah spesialisasi kelas ringan, 60 kilogram, yang harus naik ke kelas welter, 67 kilogram.
Pada pertandingan semifinal yang akan berlangsung Rabu, 17 September 2024, Matius Mandiangan akan menghadapi petinju Riau Topaz Siregar yang sudah pernah dikalahkannya,
Topaz lebih dulu melangkah ke semifinal, setelah menghajar petinju Aceh, Muhamat Apriyadi Tuhuteru.
Topaz dua kali memukul jatuh petinju Aceh dan dua kali mendapat hitungan berdiri. Wasit sering memperingati petinju Aceh untuk beberapa pelanggaran.
Setiap harinya Hengky melakukan perjalanan dari hotel di Medan pada pagi hari dan pulang tengah malam dari Venue Pematangsiantar.
Jarak venue tinju memakan waktu 2,5 hingga 3 jam dari Medan ke Pematang Siantar. Bagi komentator tinju di TVOne ini jarak membuatnya bersemangat untuk terus mengobarkan daya juang anak-anak Jakarta meraih hasil terbaik bagi kontingen DKI Jakarta pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.
“Ngak ada cerita lagi. Jakarta Datang, Jakarta Menang,” pungkas Hengky.