GARUT – Tahukah Anda betapa pentingnya citra diri (personal branding) positif bagi seseorang dalam kehidupan sehari-hari?.
Ya, citra diri positif tentunya akan membawa kita lebih semangatdalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Setiap orang dapat membangun citra diri yang baiktersebut sesuai dengan apa yang diinginkan.
Saat ini media sosial menjadi platform efektif bagikita untuk mencitrakan bagaiamana diri kita di tengah masyarakat.
“Jangan pernah takut untuk menjadi diri sendiri karena keunikan adalah aset utama dalammembangun personal branding. Di sini kita belajar pentingnya keberanian untuk tampil berbeda,” ucap Muhammad Al Assad Rohimakumullah, dosen Digital Public Relations (DPR) Telkom University dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) bagi siswa SMK kelas 10 di SMKN 2 Garut, Selasa (15/10/24).
Menurut Assad, era digital telah mendorong setiap orang untuk menemukan minat dan bakat unik yang bisa ditonjolkan melalui konten-konten menarik dan relevan di media sosial.
Keberanian untuk menampilkan kepribadian yang autentik menjadi kunci agar pesan yang disampaikan melalui platform digital dapat diterima dengan baik oleh audiens.
Pelatihan bertujuan untuk membekali para siswa dalam menghadapi tantangan di lingkungan baru dengan meningkatkan kemampuan personal branding.
“Respons atau feedback dari audiens terhadap diri kita sangat penting untuk dapat terus mengembangkan diri dan menyesuaikan citra diri dengan kebutuhan pasar. Citra diri di media sosial menjadi salah satu kunci penting untuk mendukung kesuksesan di masa depan,” ungkapAssad.
Karena itu, konsistensi dalam penyampaian pesan di media sosial mulai dari gaya bahasa, visual, hingga nilai-nilai yang ingin disampaikan penting diperhatikan.
Semestinya kita tidak terbawa arus tren yang bertentangan dengan nilai pribadi atau norma yang berlaku.
Penggunaan bahasa atau konten yang tidak pantas dan tidak autentik dapat merusak citra diri di mata audiens.
“Memang membangun kepercayaan di dunia digital membutuhkan waktu dan usaha yang berkesinambungan, sehingga kesalahan kecil bisa berakibat besar dalam membentuk persepsipublik,” tutur Assad yang didampingi oleh dua mahasiswa, Cecillia Silvia Puspitadewi danAlkahfi Putra Achdiat, dalam abdimas tersebut.
Abdimas ini mendapat respons positif dari para siswa dan guru di SMKN 2 Garut.
Para peserta aktif dalam mengikuti diskusi, serta menyampaikan rasa terima kasih atas materi yang dianggap relevan dengan kebutuhan mereka dalam bersosialisasi di era digital.