JAKARTA – Yayasan Maria Monique Last Wish (YMM Last Wish) menghadirkan atlet paralimpik asal Negeri Jiran Malaysia Jannaton Binti Abdul Jalil dan Siti Nor Hatika di Jogja- Netpac Asian Film Festifal (JAFF).
Jannaton merupakan atlet paralimpik juara Asia cabang Archery atau olahraga memanah.
Kedatangan Jannaton menjadi hal baru serta menjadi keniscayaan bahwa dunia perfilman semakin ramah dengan penyandang disabilitas.
Jogja- Netpac Asian Film Festifal (JAFF), yang didirikan Garin Nugroho itu mensupport program charity YMM Last Wish ” The beautiful Journey Paralympic & Film Festival”.
“Atlet paralympic yang berprestasi di manca negara menjadi tamu special di acara film festifal” ujar Natalia, pendiri YMM Last Wish, Sabtu (30/11/24) di Empire XXI, Yogyakarta, Sabtu (30/11/24).
Hal yang menjadikan lebih menarik lagi adalah pertemuan Natalia dengan Kim Dong-Ho pendiri Busan International Film Festival di acara tersebut.
Kim Dong-Ho berbincang dengan Natalia terkait dunia perfilman saat ini, serta kegiatan Natalia sebagai pencipta lagu sekaligus sutradara.
“Kim bertanya, apakah anda seorang sutradara. Ya, saya sutradara film paralimpik Movie Boccia yang menjadi warisan paralimpik di Asia,” ujar Natalia.
Natalia menceritakan kepada Kim Dong- Ho, tentang pengalamannya menggarap film di Korea Selatan.
Yang membuat Kim terkejut ketika Natalia memberitahukan kalau Jeong Ho- Won, atlet paralimpik Korea yang sekaligus juara dunia boccia diberikan kesempatan untuk menyutradarai film Movie Boccia khusus scene Korea.
Para sutradara di antaranya Garin Nugroho (Pendiri JAFF), Kamila Andini (sutradara filmGadis Kretek) dan Budi Irawanto (Presiden JAFF) menyambut Natalia dan Jannaton dengan sangat baik.
“Acara ini semakin sempurna dengan dukungan Marriott Yogyakarta yang sekaligus keluarga YMM Last Wish ” ungkap Natalia.
Program charity YMM Last Wish ini mendapat sambutan baik dari Majlis Sukan Negara Malaysia(MSN)
Salah satu bukti nyatanya, MSN Malaysia mengirim atlet paralimpik terbaiknya Jannaton Binti Abdul Jalil juara Asia memanah dan Siti Nor Hatika di JAFF.
“Saya senang bisa menjadi atlet yang terpilih diacara Jogja – Netpac Asian Film Festival” ujar Jannaton.
Sementara itu, Presiden JAFF Budi Irawanto mendukung penuh upaya Natalia melibatkan atlet difabel dalam sebuah festival film.
Dia mengatakan, kehadiran Nur Jannaton Bin Abdul Jalil, dalam event festival film merupakan bentuk dorongan serta dukungan agar festival film lebih inklusif serta aksesibel bagi semua.
Karenanya JAFF terdorong untuk terus menjadikan festival film yang semakin inklusif.
“Baik berkaitan dengan muatan film yang dipertunjukkan mengangkat persoalan disabilitas maupun penyelenggaraannya yang lebih aksesibel bagi kalangan difabel,” katanya.
Budi Irawanto menuturkan, kehadiran Nur Jannaton, sesungguhnya menegaskan bahwa penyandang disabilitas semestinya mempunyai kesempatan yang sama dan tanpa ada halangan untuk terlibat dalam berbagai event apa pun termasuk event perfilman.