Dr Aqua Dwipayana Berpesan agar Semua Prajurit dan Keluarganya Menghormati Pensiunan  

Dr Aqua Dwipayana Berpesan agar Semua Prajurit dan Keluarganya Menghormati Pensiunan. Foto/Ist  

YOGYAKARTA – Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana meminta semua prajurit dan keluarganya agar menghormati para pensiunan yang merupakan senior mereka.

Di TNI Angkatan Laut (AL) biasanya disebut mentor. Jangan ada yang menyepelekan apalagi merendahkan mereka.

“Semua prajurit bakal pensiun. Hanya masalah waktu saja. Terkait itu hormatilah seluruh pensiunan atau para mentor,” ujar Dr Aqua Dwipayana.

Masih berada di “Kota Pelajar” Yogyakarta, doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu melanjutkan kiprah silaturahim serta Sharing Komunikasi dan Motivasi di Lanal Yogyakarta.

Acara itu merupakan kegiatan sharing terakhir pembicara ramah itu pada tahun 2024 ini.

Dr Aqua Dwipayana menyampaikan sharing bertajuk “Membangun Super Tim Guna Meningkatkan Kinerja Lanal yang Optimal”.

Sharing berlangsung Senin, 30 Desember 2024 di Aula Mako Lanal Yogyakarta, Jalan. Melati Wetan No. 62 Baciro, Gondokusuman Yogyakarta.

Peserta 100 orang yang terdiri dari perwira, bintara, tamtama, ASN, ibu-ibu Jalasenastri, pensiunan, sekolah binaan, dan Saka Bahari.

Senin, 23 Desember 2024 adalah hari pertama Hafied bertugas di Lanal Yogyakarta.

Setelah mendapat amanah menjabat Danlanal Yogyakarta pada Selasa, 3 Desember 2024 dan kembali dari Tanah Suci melaksanakan ibadah umroh.

Siangnya, bapak dua anak itu menerima Dr Aqua Dwipayana di ruang kerjanya. Saat Hafied sedang di Tanah Suci, mereka telah komunikasi dan janji ketemu sesudah ia kembali ke Yogyakarta.

Ketika ngobrol sama Dr Aqua Dwipayana, Hafied langsung memutuskan untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi ke para prajurit, Jalasenastri, dan pensiunan TNI AL yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya.

“Sejak mendapat amanah jadi Danlanal Yogyakarta, saya belum pernah ketemu jajaran dan keluarganya serta pensiunan TNI AL. Mohon Pak Aqua berkenan sharing kepada mereka,” ucap Hafied.

Pria rendah hati itu menilai Sharing Komunikasi dan Motivasi tersebut sangat penting. Sehingga memprioritaskannya. Acaranya dilaksanakan sebelum akhir tahun 2024.

Dr Aqua Dwipayana menyambut gembira undangan dari Hafied. Sangat bersyukur dan senang bisa sharing dengan jajarannya di Lanal Yogyakarta.

“Terima kasih Mas Hafied untuk amanahnya. Sekaligus kesempatan saya banyak belajar kepada semua peserta,” ujar pembicara yang dekat dengan jajaran TNI itu.

Kegiatan Produktif
Sedangkan kepada para pensiunan Dr Aqua Dwipayana menyemangati mereka untuk terus beraktivitas pada berbagai kegiatan yang produktif dan menyenangkan.

Sekaligus sebagai teladan bagi juniornya yang masih aktif bertugas.

Pensiun menurut Dr Aqua Dwipayana bukan berarti berhenti berkarya. Masih banyak lahan ibadah yang bisa dioptimalkan, sehingga mereka yang pensiun jangan sampai kekurangan aktivitas atau tidak produktif.

Pria yang telah pensiun hampir 20 tahun lalu itu mengingatkan bahwa setiap prajurit pasti mengalami pensiun.

Ada yang secara alamiah, tapi banyak juga yang pensiun dini.

Karena semua prajurit bakal mengalami pensiun, ucap Dr Aqua Dwipayana, maka saat masih bertugas harus mempersiapkan diri.

Merencanakan jauh-jauh hari sebelum pensiun. Begitu saatnya tiba tinggal menjalankannya saja. Tidak bingung seperti yang masih sering terjadi pada pensiunan.

Dr Aqua Dwipayana berpesan agar saat pensiun menikmati hidup. Maksudnya selain tekun beribadah, melakukan aktivitas menyenangkan yang tidak terikat waktu. Bukan seperti saat masih jadi prajurit yang terikat jam kerja.

Untuk mengapresiasi seluruh pensiunan yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) Dr Aqua Dwipayana berjanji saat mereka yang tinggal di Yogyakarta mengadakan acara dan berkumpul, akan hadir. Sekaligus memotivasi mereka agar tetap semangat saat pensiun.

Dr Aqua Dwipayana menyarankan para pensiunan untuk rajin menjaga memelihara, mengembangkan, dan meningkatkan silaturahim. Ini sesuai anjuran agama.

“Hasil dari konsistensi melakukan itu dahsyat dan luar biasa. Saya telah membuktikan hal tersebut sehingga sejak puluhan tahun lalu sampai sekarang ketagihan melaksanakan silaturahim dengan ikhlas,” kata penulis buku “super best seller” Trilogi The Power of Silaturahim tersebut.

Berkah Pulang Umroh
Dr Aqua Dwipayana mengatakan merupakan keberkahan karena Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Yogyakarta Letkol Mar Hafied Indarwan dan istri, Erlin Hafied baru pulang umroh. Untuk itu seluruh jajaran dan keluarganya harus mensyukurinya.

“Sekaligus mendoakan agar mabrur dan para anggota Lanal Yogyakarta yang beragama Islam bersama keluarga masing-masing bisa juga melaksanakan ibadah umroh ke Tanah Suci,” ucap Dr Aqua Dwipayana.

Pria yang berasal dari Kota Padang, Sumatera Barat itu mengungkapkan bahwa sebagai prajurit, tidak hanya dituntut untuk mengutamakan profesionalisme, tetapi juga memiliki hati yang tulus dan ikhlas dalam setiap tugas yang diberikan.

“Tanpa keikhlasan, sehebat apapun kemampuan seseorang, ia tidak akan mencapai hasil yang optimal dalam tugasnya,” ujar pembicara laris ini.

Pehobi silaturahim ini juga menekankan bahwa keikhlasan adalah kekuatan batin yang mampu memotivasi seseorang dalam bekerja dengan penuh dedikasi tanpa memperhitungkan pamrih pribadi.

Mereka yang ikhlas bakal meraih rezeki yang datangnya tidak terduga-duga.

Menurut Dr Aqua Dwipayana seluruh jajaran Lanal Yogyakarta dan keluarganya harus selalu bersikap ikhlas karena intensitas pelayanannya tinggi sekali. Nyaris tidak ada hari libur.

“Saya tahu bekerja di Lanal Yogyakarta ini hampir setiap hari tanggalnya warna hitam termasuk saat biasanya orang libur. Jarang ada tanggal merah. Maksudnya setiap hari bekerja terutama melayani para tamu yang silih berganti,” tuturnya.

Begitu banyaknya para tamu dengan latar belakang yang beragam, sehingga Dr Aqua Dwipayana dengan tegas mengatakan semua personil Lanal Yogyakarta bersama keluarganya adalah ahli surga. Selama 24 jam punya kesempatan beribadah dengan melayani para tamu.

Semua personil dan keluarganya masuk surga, ungkap Dr Aqua Dwipayana kalau ikhlas melaksanakan seluruh aktivitasnya.

Tidak mengeluh karena melayani banyak tamu dan frekuensinya hampir setiap hari.

Menurut Dr Aqua Dwipayana bersyukurlah seluruh personil di Lanal Yogyakarta yang mendapat kunjungan banyak tamu.

Kondisinya berbeda dengan beberapa Lanal yang jarang didatangi tamu karena jauh dan letaknya terpencil.

“Tamu itu adalah rezeki, kecuali tamu yang tak diundang. Optimallah melayani tamu dan ikhlas karena merupakan lahan ibadah yang dapat membawa masuk surga,” tuturnya.

Mantan wartawan di banyak media besar itu mengajak peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan yang sering dihadapi dalam lingkungan kerja dan bagaimana pentingnya menjaga semangat kolektif serta kepercayaan satu sama lain.

Ia menekankan bahwa kebersamaan adalah modal utama dalam membentuk kekompakan tim dan menghadapi berbagai tantangan yang datang.

“Semakin kuat rasa kebersamaan, makin ringan beban tugas yang dihadapi,” jelas Dr Aqua Dwipayana, seraya mengajak peserta merenungkan pentingnya menjaga hubungan baik di antara sesama personel.

Pria rendah hati itu meminta seluruh peserta untuk berkomitmen menjaga kebersamaan dan keikhlasan sebagai landasan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Ia berharap, melalui nilai-nilai tersebut, setiap anggota Lanal Yogyakarta dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik dan mampu memberi dampak positif di lingkungan kerjanya serta keluarga.

Kegiatan sharing ini tidak hanya memperkaya wawasan para personel Lanal Yogyakarta, tetapi juga mempererat solidaritas antara sesama anggota TNI AL dan para istri yang menjadi bagian dari Jalasenastri serta pensiunan. Mereka perlu terus berkolaborasi dan bersinergi.

Peran Jalasenastri Vital
Dalam kesempatan ini, Dr Aqua Dwipayana juga mengingatkan para anggota Jalasenastri yang turut hadir tentang peran besar mereka sebagai pendukung moral bagi suami dan keluarga di tengah tugas berat di TNI AL.

“Ibu-ibu Jalasenastri adalah pilar kekuatan bagi keluarga prajurit. Dukungan yang tulus dan penuh kasih sayang sangat penting untuk memberikan ketenangan bagi suami-suami yang bertugas,” ujarnya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para istri prajurit atas peran mereka yang sangat penting dan strategis.

Peran ibu-ibu Jalasenastri, lanjut pria yang sering bicara di depan ibu-ibu itu, sangat vital dan utama dalam mendukung kesuksesan karier suaminya.

Mereka agar konsisten melaksanakan tugas mulia tersebut.

Para prajurit TNI AL menurut Dr Aqua Dwipayana, berhasil dalam kariernya salah satu kuncinya adalah karena dukungan penuh istri mereka yang tergabung dalam Jalasenastri. Untuk itu hubungan yang harmonis dan kelancaran komunikasi mutlak diwujudkan.

Dr Aqua Dwipayana mengapresiasi peran Jalasenastri sebagai pendukung utama para prajurit TNI AL. Selain mendukung suaminya, mereka mendidik anak-anaknya.

“Ibu-ibu Jalasenastri adalah pilar penting di balik keberhasilan suami-suami mereka. Dukungan moral dan emosional yang diberikan oleh para istri sangat membantu para personel dalam menjalankan tugas berat di lapangan,” ucap motivator kawakan itu.

Di balik suami yang sukses ada istri yang hebat. Oleh karena itu, ujar Dr Aqua Dwipayana, setiap istri prajurit harus menyadari bahwa untuk mencapai keberhasilan yang diimpikan akan selalu ada proses panjang yang dilewati. Tidak ada bumbu instan yang mengantarkan suami menuju keberhasilannya.

Dr Aqua Dwipayana mendorong para perempuan untuk menjadi istri prajurit yang setia, ikhlas, sabar, dan tulus melepas suami yang bertugas buat kepentingan masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal itu sangat penting agar para suami bisa fokus selama melaksanakan tugas mulia di berbagai wilayah operasi, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

“Kesabaran istri untuk membantu suami melewati proses agar mencapai keberhasilan. Itulah yang pada intinya membuat sang suami menjadi lebih kuat. Kesuksesan dalam rumah tangga itu harus diusahakan secara optimal dengan cara bekerja keras menjaga semuanya dan berdoa. Setiap istri hendaknya dapat membangun tim yang kuat bersama suami,” ungkapnya.

Dalam kaitan ini, motivator ulung tersebut mengingatkan dukungan keluarga termasuk istri atau suami dan anak-anak bagi setiap prajurit yang akan bertugas menjadi faktor sangat penting dalam keberhasilan tugas.

Dr Aqua Dwipayana berpesan agar kelancaran komunikasi dengan keluarga konsisten dilaksanakan. Hal itu untuk membuat keluarganya harmonis dan meminimalisir kesalahpahaman.

Peserta Bervariasi buat Semangat
Peserta yang hadir di acara Sharing Komunikasi dan Motivasi itu bervariasi. Tidak hanya prajurit bersama istri dan ASN saja, tetapi para pensiunan dan anggota Saka Bahari.

Latar belakang yang beragam itu membuat Dr Aqua Dwipayana bersemangat saat Sharing Komunikasi dan Motivasi. Menyapa satu-persatu dari masing-masing yang mewakili.

Hal tersebut merupakan pengalaman pertama Dr Aqua Dwipayana selama puluhan tahun Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan TNI AL. Hal itu membuatnya terkesan sekali dan akan mengingatnya terus sepanjang masa.

“Saya telah memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi di banyak satuan TNI AL. Mulai dari Aceh sampai Papua. Baru kali ini pesertanya yang beragam. Saya terkesan sekali,” ucap Dr Aqua Dwipayana sambil mengapresiasi Danlanal Yogyakarta Letkol Mar Hafied Indarwan.

Lanal Yogyakarta
Pangkalan TNI AL Yogyakarta atau Lanal Yogyakarta adalah Lanal Kelas “Khusus” di bawah Komando Pembinaan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V Surabaya.

Lanal Yogyakarta yang sebelumnya bernama Detasemen Angkatan Laut (Denal), sejak 15 Desember 2007 telah dinaikkan statusnya menjadi Lanal.

Hal ini merupakan momentum dan cermin tentang kejayaan Majapahit dan Sriwijaya yang mampu menguasai armada laut yang besar dan kuat sampai ke Madagaskar.

Pertahanan yang tangguh dan handal, pada hakikatnya merupakan totalitas dan struktur kekuatan, tingkat kemampuan dan konsep gelar pertahanan laut nasional, yang mampu menjamin penegakan dan hukum di wilayah laut nasional.

Kondisi tersebut hanya bisa diwujudkan melalui upaya pembangunan dan pembinaan kesiapan serta operasional satuan secara terpadu, antara kesiapan personel dan materiil.

Perlu di ketahui, Lanal Yogyakarta merupakan bagian rantai komando dari Lantamal V Surabaya dengan wilayah kerja empat Kabupaten dan satu Kotamadya di Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta mengcover sebagian Kabupaten Magelang wilayah selatan, Solo, Boyolali, Sragen dan Wonogiri.

Panjang pantai sekitar 104 Km menjadikan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tugas pengamanan unsur laut dan dukungan operasi.

Untuk mendukung tugasnya, ada beberapa Pos TNI Angkatan Laut (Posal) jajaran Lanal Yogyakarta yang tergelar di tiga wilayah Kabupaten di DIY. Posal Sadeng Kabupaten Gunungkidul, Posal Samas Kabupaten Bantul dan Posal Karangwuni serta Pos Pengamat Congot Kabupaten Kulon Progo.

Mako Lanal Yogyakarta bermarkas di Jalan. Melati Wetan No. 62 Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.


Visi
Menjadi Pangkalan TNI AL yang andal di jajaran.
Misi
·        Menyelenggarakan pembinaan kekuatan pertahanan pangkalan dan dukungan administrasi dan logistik di wilayah kerja Lanal Yogyakarta.
·        Menyelenggarakan pemberdayaan potensi maritim guna mewujudkan pertahanan matra laut atau dawilhanla yang profesional.
·        Menyelenggarakan operasi perang selain perang (OMSP) secara cepat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan di wilayah kerja Lanal Yogyakarta.

Pimpinan: Letkol Mar Hafied Indarwan, S.E (Danlanal Yogyakarta).
Nilai-Nilai yang selalu ditekankan komandan kepada semua anggota.
–          Bekerja dengan ikhlas.
–          Kompak.
–          Saling bantu.
–          Jaga kebersihan dan kerapian tempat kita bekerja.

Related posts

DPP PERBASI Panggil Panitia Campus League Merespons Kejadian Semifinal Basketball Regional Jakarta di UPH

12 Pemain Timnas Basket U18 Putri Siap Tempur di Filipina

Indonesia Kalahkan Brasil, Lolos ke Grand Final IFA7 2026, Menuai Komentar Dua Tokoh Nasional