LAHAT – Daerah yang saat ini disebut dengan Kabupaten Lahat telah menjadi perhatian kalangan ilmuwan dunia karena keberadaan situs megalitiknya yang disebut dalam buku Lonely Planet terbitan Australia sebagai situs megalitik terbaik di Indonesia.
Hal ini juga tidak luput dari perhatian Kejaksaan Negeri Lahat yang melakukan kegiatan Jagabaya atau Jaksa Jaga Cagar Budaya, Rabu, (262/25).
Program yang digagas Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Toto Roedianto, S.Sos, SH, MH kali ini menyasar siswa SD dan SMP di Kabupaten Lahat.
Para siswa didampingi guru pendamping diajak ke situs megalitik Tinggihari, untuk dikenalkan dengan peninggalan masa prasejarah megalitik.
Jagabaya juga bertujuan mempromosikan situs megalitik Kabupaten Lahat kepada masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan.
“Benda-benda megalitik ini tidak boleh dicoret-coret atau vandalisme atau dinaiki, kita harus menjaganya,” tutur Zit Mutaqin, SH, MH kasi Intel melalui jaksa Novita.
Mario Andramartik seorang penggiat budaya dan wisata mengatakan, situs megalitik Kabupaten Lahat selain merupakan situs megalitik terbaik se Indonesia, juga merupakan daerah yang memiliki situs megalitik terbanyak se Indonesia.
Situs megalitik di Lahat, kata Mario, berusia lebih dari 3.000 tahun yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Penulis: Mario Andramartik