JAKARTA — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syafiuddin, mendukung Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Abdul Muhaimin Iskandar.
Tugas Muhaimin melakukan pengecekan dan audit menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur pesantren di seluruh Indonesia.
Keputusan tersebut disampaikan presiden menyusul insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Kejadian itu menelan korban jiwa dan menyoroti pentingnya keselamatan serta kelayakan fasilitas pendidikan berbasis keagamaan.
“Langkah Presiden menugaskan Gus Muhaimin untuk mengaudit kondisi infrastruktur pesantren merupakan keputusan yang sangat tepat dan kami di Komisi V DPR RI mendukung sepenuhnya,” ujar Syafiuddin di Jakarta, Selasa (7/10/25).
Menurutnya, penugasan tersebut merupakan momentum penting untuk memperbaiki dan memperkuat infrastruktur pesantren di Indonesia yang selama ini kerap terabaikan.
Ia menilai negara harus hadir secara nyata untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan di pesantren aman, layak, dan mendukung kegiatan belajar para santri.
“Negara tidak boleh lagi menganak-tirikan pesantren. Selama ini banyak pesantren berdiri dengan swadaya masyarakat, sementara dukungan infrastruktur masih minim,” katanya.
“Inilah saatnya negara hadir dan bertanggung jawab,” tegasnya lagi.
Syafiuddin menambahkan, audit yang akan dilakukan Cak Imin diharapkan menjadi langkah awal menuju program nasional peningkatan dan modernisasi infrastruktur pesantren, meliputi pembangunan ruang belajar, asrama santri, fasilitas sanitasi, hingga sarana keselamatan bangunan.
“Kami di Komisi V siap bersinergi dengan pemerintah dalam menyiapkan kebijakan dan dukungan anggaran agar hasil audit itu bisa ditindaklanjuti dengan nyata. Pesantren adalah bagian penting dari sistem pendidikan nasional dan pusat pembentukan karakter bangsa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Cak Imin bertemu dengan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, untuk membahas langkah tindak lanjut dari arahan presiden dalam melakukan audit terhadap kondisi pasca ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.
Dalam pertemuan itu, Cak Imin menegaskan pentingnya pembenahan infrastruktur lembaga pendidikan berbasis pesantren yang belum memenuhi standar keamanan dan kelayakan.