JAKARTA – Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) akan menggelar konser amal internasional bertajuk “100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP)” untuk pertama kalinya di Indonesia.
Acara ini menjadi kegiatan amal ke-18 dari MMLWF, yang sebelumnya telah mendapat perhatian luas dari media internasional.
Pendiri MMLWF, Natalia Tjahja, mengungkapkan konser ini bermula dari ide seorang teman bernama Rido. Persiapan dimulai ketika ia disambut hangat oleh Vincent Yap, General Manager Five Star Sari Pacific Hotel Jakarta, yang mendonasikan ballroom hotel secara gratis untuk acara tersebut.
Tanggal pelaksanaan ditetapkan bersama Mayor Jenderal Wandee Tosuwan (Sekjen ASEAN Para Sports Federation) dan Dwiki Dharmawan, maestro musisi Indonesia sekaligus salah satu pendukung utama MMLWF. Wandee diketahui telah hadir dalam peluncuran 100 CTFP di Singapura.
Kolaborasi Natalia Tjahja dan Dwiki Dharmawan bukanlah hal baru. Sejak 2011, keduanya telah bekerja sama dalam menciptakan berbagai karya musik dunia, dengan Natalia sebagai composer dan Dwiki sebagai music arranger.
Beberapa karya mereka antara lain “My Brave Hero” untuk anak-anak di Haiti, “Return of the Ring” untuk Pangeran William & Kate Middleton, “S for E” sebagai lagu tema berbahasa Inggris untuk ASEAN Para Games Solo, serta “Anthem Asian Paralympic Committee” untuk 45 negara di Asia.
Dari Hollywood, Jahna dan Michael menjadi artis pertama yang memastikan tampil tanpa bayaran. Jahna, penyanyi bersuara mirip Gloria Estefan dan peraih Golden Buzzer di America’s Got Talent, merupakan bagian besar dari Vortex Immersion Media, perusahaan yang dikenal sebagai executive producer Beyoncé. Ia juga akan berjalan di karpet merah Berlin International Film Festival 2026 untuk film terbarunya, Lear Rex.
Sementara itu, Michael, aktor sekaligus kreator legendaris Hollywood akan tampil mengiringi Jahna bernyanyi serta berbagi kisah inspiratif perjuangan hidup mereka setelah kehilangan rumah akibat kebakaran.
Michael telah terlibat dalam ribuan film besar, termasuk The Matrix, Tulsa King, The Angriest Man in Brooklyn, dan Lear Rex, bersama Sylvester Stallone dan Al Pacino. Ia juga merupakan produser film dokumenter Rooted in Peace, yang dibintangi Deepak Chopra, Mike Love, dan Ted Turner (pendiri CNN).
Selain mereka, ada juga penyanyi muda asal Taiwan berparas mirip Xing Fei ( pemain utama film Miss Crow with Mr Lizard). Natalia menegaskan masih banyak penyanyi internasional lainnya dari berbagai negara yang akan diumumkan menjelang hari konser.
Konser ini tidak bersifat komersial. Tiket hanya diberikan kepada para donatur berhati dermawan dan individu inspiratif. Sebanyak 100–200 kursi disiapkan khusus bagi kaum difabel, anak yatim, serta penderita penyakit kronis. “Mereka semua adalah tamu istimewa buat MMLWF” ujar Natalia.
Dukungan juga datang dari pelukis Jepang Maki, yang karyanya pernah dipamerkan di Le Salon bersama maestro dunia seperti Renoir, Monet, Delacroix, dan Cézanne. Ia menyumbangkan dua lukisan untuk konser ini.
MMLWF juga mendapat dukungan berupa sistem suara dan pencahayaan gratis dari seorang dermawan, yang akan diabadikan namanya pada “Maria Monique Happy Room-7” di Sleman — ruang bermain bagi anak-anak difabel dan pasien kronis.
Dalam waktu dekat, Natalia dijadwalkan bertemu penyanyi remaja keturunan Raja Rama IV di Thailand yang dijuluki “angel voice”, untuk membicarakan partisipasinya dalam konser yang akan digelar 31 Januari 2026.