Binaan PT Medco E and P: Berdaya dari Rumah, Srikandi Gajah Mati Mengubah Perkarangan Menjadi Lahan Produktif

MUBA – Mulai dari dikenalkannya jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) oleh PT Medco E&P Indonesia, ibu rumah tangga di Desa Gajah Mati, Kecamatan Supat, Musi Banyuasin Sumatera Selatan memanfaatkan perkarangan rumah menjadi lahat produktif.

Dengan ditanaman berbagai jenis tanaman obat tidak hanya memberikan kesan keindahan pada perkarangan rumah, tetapi Srikandi desa Gajah Mati ini mampu menambah penghasilan keluarga dan pola hidup sehat bagi masyarakat.

Yeni Lusmita pelopor tanaman Herbal dari desa Gajah Mati ini sudah mengenal berbagai jenis tanaman obat seperti kunyit, kumis kucing dan lain sebagai.

Ditanamnya di perkarangan rumahnya sebagai hobi. Tetapi setelah dikenalkan oleh PT Medco E&P unit Rimau menjadi lebih tertarik dan tertantang untuk mengembangkannya.

“Awalnya kami diperkenalan jenis tanaman Herbal dan manfaatnya, terus kami diberikan pelatihan dengan pembuatan mol dan kompos, hingga kami diberikan peralatan oleh PT Medco untuk pengelolahna tanaman herbal tersebut,” ujar Yeni.

Menurut Yeni rasa syukur dirasakan setelah mendapat binaan dari PT Medco E&P tidak hanya mendapat ilmu memanfaatkan perkarangan rumah lebih produktif, tetapi juga bisa menambah penghasilan keluarga dari pemanfaatan tanaman herbal itu dengan membuat produk olahan berbagai jenis baik minum kesehatan maupun dalam bentuk lainnya.

“Alhamdulillah sejak tahun 2011, hingga sekarang telah merasakan manfaatnya tidak hanya untuk keluarga dengan menambah penghasilan. Tetapi juga kami merasakan manfaatnya dengan pola hidup sehat,” tutur Yeni.

Dijelaskan Yeni hingga saat telah mempunyai 9 kelompok kerja yang diberi nama pondok herbal di lingkungan desa Gajah Mati.

Dengan 15 jenis tanaman herbal dan berbagai kreasi produk yang dihasilkan.

“Kita tahu potensi tanaman herbal ini sangat besar, tidak hanya sebagai produk tanaman kesehatan tetapi juga bisa dibuat berbagai minuman, cemilan hingga makanan bergizi lainnya,” jelasnya.

Yeni menambah dengan adanya program binaan PT Medco E&P dengan memberikan pelatihan dan bantuan peralatan. Memberikan semangat dannmotivasi para Srikandi di desa Gajah Mati dan ini menjadi motivasi tersendiri untuk memanfaatkan potensi tanaman herbal yang ada.

“Sejak awal saya sudah sangat tertarik dengan bahan herbal ini, apalagi di sekitar desa ini didukung dengan potensi alam. Apalagi mendapat bantuan seperti ini jadi hobi kami makin lebih baik lagi untuk menghasilkan produk bermanfaat,” tegasnya

Herry Suriyadi Purnama, Supervisor Community Relation & Enhancement, program Tanaman Obat Keluarga ( TOGA ) merupakan salah satu program pemberdayaan perempuan, sangat didukung oleh PT Medco E&P Indonesia di wilayah Sumatera Selatan yang dimonitor Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Kerja Khusus Hulu Migas (SKK MIgas).

“Ini merupakan program pertanian ramah lingkungan yang ditujukan kepada ibu rumah tangga untuk diaplikasikan di lahan pekarangan. Pengembangan program ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga peningkatan kualitas kesehatan keluarga, dan sekaligus penghijauan lingkungan,” ujar Herry.

Herry juga menambahkan di Sumatera Selatan sendiri program TOGA ini telah diimplementasikan di lima desa, yaitu: Musi Banyuasin (7 desa, 306 orang), Banyuasi (4 desa, 277 orang), Muara Enim (4 desa, 77 orang), Lahat (2 desa, 91 orang), dan Musi Rawas (4 desa, 142 orang).

“Kita berharap program TOGA ini lebih menyentuh pada ibu-ibu di sekitar wilayah operasi. Adanya kesulitan akses fasilitas kesehatan seperti Puskesmas masih dirasa kurang optimal, karena tenaga medis yang terbatas. Dengan program penyadaran obat keluarga, setidaknya hal itu bisa membantu pengobatan penyakit ringan dalam lingkungan terkecil yaitu keluarga masing-masing. Hal ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat. Seperti yang dilakukan ibu Yeni berhasil memberikan motivasi dalam menyemangati dirinya dan kelompoknya,” jelas Herry.

Related posts

DPR Kritik Tajam Kebijakan Lahan Sawah Dilindungi, Timbulkan Cacat Logika dan Hukum

DSI Senjata Baru Ekspor Nasional, DPR: Harga Komoditas Dalam Negeri Harus Naik

Relawan WNI Disetrum Tentara Israel, DPR Desak Pemerintah Gugat ke PBB