JAKARTA – Di tengah keterbatasan akses pendidikan dan pelatihan kerja bagi masyarakat di kawasan pemukiman padat penduduk, LPK PT Danayasa Atma Dipa hadir sebagai lembaga yang konsisten menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kerja berbasis pemberdayaan masyarakat.
Berbeda dengan lembaga pelatihan pada umumnya, PT Danayasa Atma Dipa memilih untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
Langkah ini diambil agar pendidikan dan pelatihan dapat diakses oleh pemuda yang memiliki keterbatasan ekonomi, namun memiliki semangat dan tekad kuat untuk mengubah masa depan mereka.
Program pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa dan keterampilan kerja, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, serta pemahaman budaya kerja Jepang.
Pendekatan ini dinilai penting agar para peserta tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mental dan etika kerja saat memasuki dunia kerja internasional.
LPK PT Danayasa Atma Dipa dimotori oleh Nauli Fajarillah Siregar selaku Direktur Utama, yang dikenal aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sejak masa perkuliahan.
Pengalaman tersebut menjadi landasan kuat dalam membangun lembaga pelatihan yang berorientasi pada dampak sosial, bukan semata-mata keuntungan.
“Pendidikan seharusnya hadir di mana masyarakat berada, bukan menunggu masyarakat yang datang. Banyak anak-anak di lingkungan padat penduduk yang memiliki mimpi besar ke Jepang, namun terkendala akses dan kesempatan. Di sinilah kami berupaya hadir,” ungkap Nauli.
Ke depan, lembaga ini berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pelatihan serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di tingkat global.
Perhatian Wagub Rano Karno
Program seleksi yang berkolaborasi PT Danayasa Atma Dipa dengan Pemda DKI Jakarta ini diselenggarakan beberapa waktu lalu di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Pelatihan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, yang hadir meninjau proses seleksi bersama Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
Dalam kunjungannya, Rano Karno menyapa peserta satu per satu dan meninjau tahapan seleksi yang berlangsung di ruang serbaguna Pusat Pelatihan Kerja dan Pengembangan Industri (PPKPI).
Ia menegaskan pentingnya pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri dan pasar kerja internasional sebagai strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka pengangguran.
“Pelatihan seperti ini bukan hanya soal bahasa, tetapi juga membangun mental, karakter, dan kesiapan kerja. Inilah bekal penting agar masyarakat Jakarta mampu bersaing di pasar global,” ujar Rano.
Pelatihan Bahasa Jepang ini merupakan program perdana yang diselenggarakan PPKPI Pasar Rebo.