JAKARTA — Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Lalu Hadrian Irfani mendukung gagasan Presiden Prabowo yang menginginkan setiap pembangunan sekolah baru dilengkapi lapangan sepak bola.
Menurut Lalu Hadrian, gagasan tersebut sangat positif dan strategis untuk pengembangan olahraga, khususnya sepak bola, sejak usia sekolah.
Ia menegaskan, ke depan setiap proyek pembangunan sekolah baru harus menyediakan lahan khusus untuk lapangan sepak bola.
“Lapangan sepak bola itu harus didesain dengan baik dan memenuhi standar dasar, sehingga para siswa bisa berlatih sepak bola secara optimal dan aman,” ujar Lalu Hadrian, Selasa (27/1/26).
Ia juga menilai, keberadaan lapangan sepak bola di sekolah baru tidak hanya bermanfaat bagi siswa di sekolah tersebut, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah di sekitarnya yang tidak memiliki lapangan sepak bola karena keterbatasan lahan.
“Sekolah baru bisa menjadi pusat aktivitas olahraga di lingkungannya. Sekolah-sekolah lama yang tidak memiliki lapangan bisa memanfaatkan fasilitas tersebut,” jelasnya.
Lalu optimistis gagasan Prabowo sangat mungkin diterapkan, khususnya dalam pembangunan sekolah-sekolah baru yang sejak awal perencanaannya sudah memasukkan kebutuhan lahan olahraga.
Sementara itu, untuk sekolah lama, ia mengakui pembangunan lapangan sepak bola tidak selalu memungkinkan karena keterbatasan lahan, kecuali bagi sekolah yang memang masih memiliki area yang cukup luas.
Lebih lanjut, Lalu Hadrian berharap keberadaan lapangan sepak bola di sekolah-sekolah dapat menjadi fondasi lahirnya bibit-bibit atlet sepak bola nasional di masa depan.
“Jika sejak sekolahy anak-anak sudah difasilitasi untuk berlatih sepak bola dengan baik, saya yakin akan lahir banyak atlet sepak bola berbakat dari lingkungan sekolah,” katanya.
Lalu menekankan pentingnya peran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyusun perencanaan pembangunan lapangan sepak bola di sekolah baru, sekaligus merancang pembelajaran sepak bola yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Pembangunan fisik harus dibarengi dengan kurikulum dan pembinaan yang tepat,y agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa,” pungkasnya.