JAKARTA – Menjelang Ramadhan tahun ini, Dewan Kemakmuran Masjid Masjid Raya Muhammadiyah Uswatun Hasanah (DKM MRMUH) Pesing, Jakarta Barat, menyantuni 65 anak yatim dan dhuafa di sekitar Masjid.
“Masing-masing mereka mendapatkan uang saku Rp300 ribu dan sembako senilai Rp200 ribu,” ujar Ketua DKM MRMUH ustadz Mahfud SAg, Sabtu (14/2/26).
Menurutnya, santunan yang sebagian berasal dari bantuan Bank Syariah Indonesia (BSI), PAM Jaya dan Yayasan Amanah Langit, dimaksudkan sebagai Tarhib Ramadhan dan meringankan beban anak yatim dan dhuafa memasuki bulan Ramadhan tahun 1447 H, dimana harga barang kebutuhan pokok sehari hari semakin naik.
Selain santunan juga diadakan pengajian, sebagai pembicara ustadz Drs Ahmad Syauqi MA, dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Dalam ceramahnya, Ahmad Syauqi menjelaskan batas antara seorang anak menjadi dewasa.
“Anak laki-laki yang sudah dewasa adalah kalau sudah mimpi basah, sedangkan perempuan kalau sudah haid,” ungkap ulama muda Muhammadiyah tersebut.
Jadi dewasanya, seorang anak laki-laki dan perempuan itu bukan diukur dengan berapa umurnya, tetapi dengan mimpi basah dan haid.
“Seorang anak yatim menjadi tanggungjawab ibunya termasuk dengan ibadah Sholatnya,” tegas ustadz Ahmad Syauqi.
Redaktur: Abdul Halim
