Olahraga mengikutsertakan Israel diramaikan bahkan ditolak oleh banyak negara termasuk Indonesia. Produk Israel diserukan agar diboikot.
Begitu juga deras dukungan atas segala bentuk hukuman dan pengucilannya.
Zionis Israel adalah musuh dunia dan musuh kemanusiaan.
Kebiadabannya terhadap bangsa Palestina luar biasa.
Tepi Barat diduduki dan Gaza dihancurkan. Netanyahu adalah Iblis berbentuk manusia.
Bangsa Indonesia dan pemimpinnya berteriak pro-Palestina serta keras mengutuk Israel, bersimpati pada perjuangan bangsa Palestina, serta mendukung penuh Palestina merdeka.
Menolak pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel.
Konstitusi dijadikan sandaran atas sikap anti serta penolakannya.
Israel sendiri didukung penuh oleh Amerika baik dana, senjata, maupun operasi genosida.
Kini Prabowo telah membawa Indonesia bersahabat dengan Israel melalui organisasi bentukan Amerika Board of Peace yang tidak lain adalah Blood of Peace.
Trump sang komandan dipastikan sedang menjalankan misi kepentingan Israel dengan pola memeras dan memberi santunan.
Gaza menjadi barang dagangan untuk menipu dan menjebak.
Target jahat Israel pelucutan senjata Hamas.
Kemerdekaan bangsa Palestina bukan tujuan, bahkan semakin jauh.
Israel atas dukungan Amerika memainkan diplomasi multilateral di “Klub suap menyuap” tersebut, di samping secara terselubung akan melakukan diplomasi bilateral dengan negara-negara target.
Prabowo dan Indonesia adalah sasaran empuk. Gratis dan bergizi untuk dimakan. Gila pujian dan lapar bantuan.
Jika misi Israel terhadap Prabowo yang rentan puja puji itu berhasil, maka organisasi Blood of Peace telah bermimikri menjadi kekuatan dikte kepentingan Israel untuk mengatur Indonesia dengan sandera Prabowo.
Rakyat Indonesia terpaksa harus berhadapan dengan Prabowo yang sudah terjerat Amerika dan Israel.
Tiada pilihan bagi rakyat selain melawan.
Umat Islam siap berjihad fie sabilillah berperang semesta untuk menghadapi pemimpin kolaborator zionis.
Tentu sejak saat ini di bulan Ramadhan yang dikenal sebagaj syahrul jihad.
Bulan awal sidang Blood of Peace.
Para pemimpin umat baik kyai, ulama, habaib, pimpinan Ormas maupun MUI harus kembali menata posisi diri.
Bangkit untuk berjuang sungguh-sungguh dengan mengorbankan jiwa dan raga.
Tidak terjebak di lantai 40 bunderan HI.
“Berangkatlah (untuk berperang) baik dengan ringan atau rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS At Taubah 41)
M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Redaktur: Abdul Halim
