Agenda Padat Selama Ramadan 2026, dari Sumut, ke Sulsel, Sultra, hingga Jatim

Selama Ramadan 2026 ini jadwal saya meningkat daripada hari biasa. Kondisinya bertolak belakang dibandingkan pada umumnya.

Biasanya saat puasa, semangat dan produktivitasnya menurun. Realitanya sebaliknya, makin termotivasi.

Di awal bulan Ramadan kegiatan saya di Sumatera Utara (Sumut).

Aktivitasnya di tiga daerah, Kota Medan, Kota Pematang Siantar, dan Kabupaten Simalungun.

Agenda utamanya adalah sharing komunikasi dan motivasi serta silaturahim.

Atas bantuan banyak pihak, semua kegiatan saya lancar sekali.

Bahkan hasilnya melebihi perkiraan saya. Ini sepenuhnya karena pertolongan Tuhan.

Di akhir pekan, saya kembali ke rumah Bogor, Jawa Barat. Kumpul dengan keluarga, istri dan anak-anak. Fokus pada kegiatan bersama.

Ini keseimbangan hidup. Tidak hanya kerja yang terus-menerus, berakhir saat pensiun atau meninggal, tetapi istirahat dengan melewati bersama keluarga.

Setelah tiga hari di rumah, di awal pekan, saya mengawali kegiatan di Sentul, Kabupaten Bogor.

Memotivasi puluhan orang yang bekerja di Edensor Hills Villa Resort and Cafe.

Mereka antusias sekali. Waktu sekitar 2 jam untuk sharing komunikasi dan motivasi terasa kurang.

Selesai acara, saya bergegas ke Bandara Soekarno-Hatta.

Naik Sriwijaya Air ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tiba di sana Selasa dini hari (3/3/26).

Saya hanya beberapa jam istirahat di Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani.

Kemudian sharing di Bank Muamalat Kantor Cabang Utama Makassar. Siangnya kegiatan serupa di hotel bintang 4 itu.

Semua Kegiatan Lancar
Kamis pagi dengan penerbangan pertama dari Makassar, saya naik Lion Air ke Kendari. Hanya sekira 6,5 jam di sana. Ketemu banyak pejabat dan pengusaha.

Jumat siang saya kembali ke Jakarta. Begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, tidak langsung balik ke Bogor.

Mampir ke Hotel Aston Kartika Grogol Jakarta. Buka puasa bersama komisaris dan General Manager hotel itu, Mayjen TNI Purn Syachriyal Siregar dan Sutan Aulia Masjhoerdin.

Saya tiba di rumah Bogor sekira pukul 22.00. Sejam kemudian istirahat.

Senin pagi (9/3/26) setelah sholat Subuh, ke Bandara Soekarno-Hatta. Pukul 08.30 naik Lion Air ke Surabaya. Begitu tiba, sederet agenda telah menanti sampai malam.

Hingga selesai Lebaran Idul Fitri 2026, saya baru kembali ke Bogor.

Menjelang Hari Raya posisi saya di Yogyakarta. Saat itu aktivitas saya menurun drastis.

Saya sangat bersyukur semua kegiatan lancar sekali. Meski puasa pada bulan Ramadan, tidak mengurangi produktivitas dan semangat.

Bahkan aktivitasnya makin meningkat. Alhamdulillah.

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

Related posts

Takrimul Najihiin, Enam Santri, Sejuta Harapan Peradaban

Strategi Operasional Hijrah Rasulullah SAW, ‘Masterplan Ketuhanan dan Manusia’ (2)

Konteks Krisis, Urgensi Hijrah Nabi Muhammad SAW (1)