KAI Daop 1 Jakarta Catat 271 Ribu Penumpang Berangkat Selama Angkutan Lebaran 2026

Foto/Ilustrasi/Ist

BERITAIND.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.

Selama periode tersebut, arus penumpang kereta api jarak jauh dari wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa hingga 16 Maret 2026 tercatat ratusan ribu penumpang telah diberangkatkan dari sejumlah stasiun utama di Jakarta dan sekitarnya.

“Secara kumulatif dari 11 hingga 16 Maret 2026, volume penumpang yang berangkat mencapai 271.309 orang, sementara volume kedatangan mencapai 140.081 penumpang,” ujar Franoto dalam keterangan yang diterima beritaind.com, Senin (16/3/26).

Lonjakan Penumpang Sejak Pertengahan Maret

Data KAI menunjukkan peningkatan jumlah penumpang setiap harinya. Pada 11 Maret 2026 tercatat 29.824 penumpang berangkat dari wilayah Daop 1 dengan kedatangan sebanyak 16.514 orang.

Angka tersebut terus meningkat hingga mencapai 52.008 penumpang berangkat pada 15 Maret 2026.

Sementara itu, data terbaru pada 16 Maret 2026 yang masih bersifat dinamis menunjukkan 51.584 penumpang berangkat dan 23.939 penumpang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta.

Sebagian besar keberangkatan penumpang berasal dari dua stasiun utama, yakni Stasiun Pasar Senen dengan 23.259 penumpang dan Stasiun Gambir sebanyak 17.198 penumpang.

Selain itu, penumpang juga berangkat dari Stasiun Bekasi, Stasiun Cikarang, Stasiun Cikampek, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Karawang.

Okupansi Tiket Capai 67 Persen

KAI mencatat total kapasitas tempat duduk kereta api jarak jauh selama periode Angkutan Lebaran mencapai 1.076.196 kursi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 719.988 tiket telah terjual atau dipesan oleh masyarakat.

Dengan demikian, masih tersedia sekitar 354.574 kursi dengan tingkat okupansi sementara mencapai sekitar 67 persen.

Penjualan tiket tertinggi tercatat pada periode 11 hingga 20 Maret 2026 atau masa pra-Lebaran. Pada periode tersebut, sebanyak 468.795 tiket telah terjual.

Beberapa tanggal dengan penjualan tertinggi antara lain 14 Maret dengan 51.128 tiket, 15 Maret sebanyak 52.008 tiket, dan 16 Maret sebanyak 51.584 tiket.

Bahkan pada tanggal 17 hingga 20 Maret, jumlah tiket terjual setiap harinya mendekati 50 ribu tiket.

“Pada periode ini, sisa tempat duduk per hari rata-rata kurang dari seribu kursi, sehingga dapat dikatakan hampir mendekati penuh,” kata Franoto.

Ketersediaan Kursi Masih Cukup Setelah 21 Maret

Meski beberapa tanggal mendekati penuh, KAI menyebut ketersediaan kursi untuk keberangkatan setelah 21 Maret hingga 1 April masih cukup tersedia.

Rata-rata terdapat sekitar 30 ribu kursi yang masih bisa dipesan setiap harinya.

Secara rinci, kapasitas kursi kelas eksekutif mencapai 510.527 kursi dengan sisa 214.743 kursi.

Untuk kelas ekonomi komersial tersedia 446.965 kursi dengan sisa 116.024 kursi, sedangkan ekonomi PSO memiliki kapasitas 118.704 kursi dengan sisa sekitar 23.807 kursi.

Pemerintah juga memberikan stimulus ekonomi berupa diskon tarif kereta api sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial pada periode 14 hingga 29 Maret 2026.

Secara nasional, KAI menyiapkan sekitar 1,2 juta kursi untuk program tersebut.

Khusus wilayah Daop 1 Jakarta tersedia sekitar 329 ribu kursi dengan sisa sekitar 60 ribu kursi yang masih bisa dipesan.

KA Favorit Penumpang

Beberapa kereta api yang menjadi favorit penumpang dari Stasiun Gambir antara lain KA Pandalungan, Argo Semeru, Gunungjati, Cakrabuana, Pangandaran, dan Batavia.

Sementara dari Stasiun Pasar Senen, kereta yang paling banyak diminati antara lain KA Bengawan, Airlangga, Serayu, Kertajaya, Jayakarta, dan Progo.

Selama masa Angkutan Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta juga mengoperasikan 68 perjalanan kereta api jarak jauh reguler setiap hari.

Selain itu, terdapat tambahan 12 perjalanan kereta dari Gambir, tujuh perjalanan dari Pasar Senen, serta empat perjalanan kereta untuk program angkutan motor gratis.

Related posts

Bintara Muda Tewas Tak Wajar di Asrama, PKB: Polri Harus Transparan

DPR, Sengketa Lahan di Tanah Abang Harus Selesai Sebelum Rusun Subsidi Dibangun

2 Siswa di Gresik Jadi Korban Peluru Nyasar, Komisi I Desak TNI Lakukan Audit Investigasi