Menuju Satu Abad PSSI, Membangun Fondasi Mimpi Piala Dunia 2030

BERITAIND.COM, JAKARTA – Momentum memperingati 90 tahun berdirinya PSSI, Ketua Umum Erick Thohir menegaskan, sepak bola Indonesia kini berada dalam fase transformasi besar.

Erick menekankan fokus utamanya bukan sekadar hasil instan, melainkan pembangunan fondasi yang kokoh demi mengejar mimpi besar lolos ke Piala Dunia 2030.

“Kesehatan liga menjadi indikator utama kemajuan. Saat ini, liga tidak lagi hanya bergantung pada pendapatan hak siar, tetapi juga mulai menarik minat besar dari sektor sponsor swasta,” kata Erick saat diskusi Water Break PSSI Pers di Jakarta, Kamis (17/4/26).

Erick yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga itu menambahkan, kenaikan rating televisi menjadi bukti bahwa kepercayaan publik dan nilai komersial kompetisi domestik terus meningkat.

“Pemasang iklan kini merasa senang karena ada akuntabilitas. Logo yang mereka pasang sebanding dengan hasil dan performa timnas yang menjanjikan,” katanya.

“Kita juga mengapresiasi dukungan pemerintah, meski mayoritas pendanaan kini didorong oleh sektor privat,” ujar Erick lagi.

Erick juga menyoroti pembenahan sektor perwasitan.

PSSI juga melakukan seleksi ketat untuk meningkatkan kualitas pengadil lapangan.

“Progres komite wasit untuk Liga 2 telah mencapai 90 persen. Dari sekitar 4.000 pendaftar, saat ini jumlah wasit yang memenuhi standar berada di angka 11.000,” katanya.

Selain wasit, kualitas teknis di lapangan hijau diperkuat dengan lonjakan jumlah pelatih berlisensi yang kini mencapai 17.000 orang.

Langkah tegas juga diambil terhadap praktik match fixing.

PSSI tidak mentoleransi wasit yang “main-main” atau sengaja tidak meniup peluit pada momen krusial.

Mengenai Tim Nasional, Erick menekankan pentingnya konsistensi di seluruh kelompok umur, termasuk timnas putri dan futsal.

“Hasil itu bisa naik turun, itu proses. Tapi kita tidak boleh hanya fokus pada timnas senior. Timnas U-17 dan putri terus kita dorong agar prestasinya konsisten,” tuturnya.

Dengan kehadiran pelatih seperti John Herdman dan visi jangka panjang yang terukur, Indonesia optimistis menyambut satu abad PSSI dengan prestasi nyata.

“Apapun pemainnya, pelatihnya, atau suporternya, kita semua adalah bagian dari satu mimpi yang sama, melihat Indonesia di panggung Piala Dunia 2030. Kita harus menjalankan keseharian kita untuk mengejar mimpi itu,” jelasnya.

“PSSI baru-baru ini menjalin kerja sama dengan Prancis untuk mendatangkan pelatih ahli sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas,” tambahnya.

Terkait Futsal dan sepak bola pantai, PSSI berkomitmen mendorong administrasi mereka ke level FIFA melalui federasi, tanpa niat untuk melakukan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power).

“Semua ada tolak ukurnya,” tegas Erick.

Menutup pernyataannya, Erick menyampaikan apresiasinya terhadap peran pers sebagai mitra strategis sepak bola Indonesia.

Media dipandang sebagai instrumen check and balance yang krusial bagi federasi.

Related posts

Konsisten Memperjuangkan Pesantren, Fraksi PKB DPR RI Raih KWP Award 2026

DPRD Pematangsiantar Sebut Tunggakan Parkir Rp 1,6 Miliar Berpotensi Dilaporkan ke APH

FWK Soroti Kelemahan Komunikasi Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tengah Krisis Global