BERITAIND.COM, DILI – Keterlibatan aktris muda Keicha Cipriana Soares Morais dalam film My Name is Manuela menjadi warna baru dalam kolaborasi perfilman antara Timor Leste dan Indonesia.
Film ini tidak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda yang baru menapaki dunia seni peran.
Keicha yang memerankan tokoh utama Manuela mengaku bahwa proyek ini merupakan pengalaman pertamanya bermain film.
Tanpa latar belakang pendidikan formal di bidang akting, ia harus belajar secara otodidak sekaligus beradaptasi langsung di lokasi syuting.
“Memang agak susah di awal, apalagi pertama kali di depan kamera dan banyak orang yang menonton. Tapi saya berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.
“Beruntung ada Abio Salsinha yang membantu saya dalam berakting, karena beliau sudah berpengalaman, termasuk pernah tampil di sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Jadi saya tidak terlalu kesulitan meski di awal sempat merasa gugup,” ujarnya lagi.
Ia mengungkapkan sempat mengalami kesulitan dalam beberapa adegan, terutama dalam membangun emosi dan mengikuti arahan sutradara.
Namun, tantangan tersebut justru menjadi proses pembelajaran penting dalam mengasah kemampuannya.
Sebelum proses syuting dimulai, seluruh pemain terlebih dahulu mengikuti pelatihan intensif.
Dalam sesi tersebut, Keicha juga mendapatkan bimbingan serta masukan untuk mendalami karakter Manuela.
Pelatihan ini turut melibatkan sutradara lokal Simon yang memberikan arahan tambahan kepada para pemain.
Proses produksi yang berlangsung dari pagi hingga larut malam bahkan hingga dini hari menjadi tantangan tersendiri. Meski melelahkan, semangat Keicha tidak surut.
“Capek, tapi saya senang karena ini pengalaman baru. Saya bisa belajar banyak,” katanya.
Motivasi Keicha untuk bergabung dalam film ini didorong oleh keinginan mencoba hal baru sekaligus menjadi bagian dari karya yang membawa pesan positif bagi generasi muda Timor Leste.
Ia juga mengaku mendapatkan pengalaman berharga saat beradu akting dengan Abio Salsinha yang berperan sebagai Katekis.
Sosok Abio dinilai memberikan inspirasi dan semangat bagi para pemain muda selama proses syuting.
Selain Keicha, film ini juga dibintangi oleh Clemario Ximenes Santa Pereira sebagai Mateo, Celina E M M Perawain sebagai Gisella, Crisden Mesquita sebagai Maura, Joanino Ramos sebagai Jimmi, Manorio Branco Verdial sebagai Robert, Livia Babo sebagai Merry, Jose Goncalves sebagai Diego, serta Cecilia Fonseca sebagai Avo Marta.
Film ini diproduksi oleh Look Production dengan Theresa Tilman sebagai pemilik sekaligus Executive Director.
Cerita film ini juga berasal dari Theresa Tilman. Kursi sutradara dipegang oleh Yohanes Gatot Subroto, sementara posisi produser dipercayakan kepada Evy.
Di luar dunia akting, Keicha diketahui masih berstatus sebagai mahasiswa.
Kesempatan terlibat dalam film ini datang secara tidak terduga, namun ia melihatnya sebagai peluang besar yang tidak ingin dilewatkan.
Sementara itu, Abio Salsinha turut memberikan apresiasi terhadap kemampuan para aktor muda dalam film ini.
“Saya lihat akting Keicha sangat baik, dan para pemain lainnya juga tampil bagus, meskipun ini pengalaman pertama mereka di depan kamera dengan banyak orang di lokasi syuting,” katanya.
“Saya selalu berusaha memberikan dukungan dan masukan agar mereka bisa lebih serius dan mendalami naskah. Memang di lapangan kadang ada kesalahan yang membuat sutradara sedikit marah, tapi semuanya berakhir dengan baik dan sukses,” ujarnya lagi.
Abio juga mengaku terkesan dengan dedikasi Keicha selama proses syuting, yang dinilainya memiliki potensi besar untuk berkembang di dunia seni peran.
Film My Name is Manuela menjadi wadah bagi talenta-talenta baru untuk berkembang.
Kehadiran para aktor pemula ini memperkuat pesan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, mencoba, dan tumbuh selama berani mengambil langkah pertama di dunia yang mereka impikan.
