Memento Works dan Studio Emu Garap Film Horor Bergaya J-Hor Klasik

BERITAIND.COM, JAKARTA — Memento Works bersama Studio Emu mengumumkan dimulainya produksi film horor terbaru berjudul The Scarecrow Valley dan Jikobukken.

Film mengangkat genre folk horror dengan latar budaya Jepang, berlokasi di dua prefektur di Jepang.

Kedua skenario “The Scarecrow Valley” dan “Jikobukken” ditulis dan disutradarai oleh Billy http://Christian.

Keduanya merupakan IP original yang dikembangkan oleh Studio Emu.

“The Scarecrow Valley” sendiri sudah bisa dibaca dalam bentuk komik di platform webtoon kanvas.

Kedua film ini dibintangi oleh Vanesha Prescilla sebagai Sandra, Giulio Parengkuan sebagai Irham, Yumi Kwandy sebagai Mizuki dan Yoriko, Dimas Anggara sebagai Hilman, serta didukung para aktor Jepang antara lain So Takei, Hana Yuka Sano, Nobuyuki Suzuki yang akan memerankan tokoh-tokoh orang Jepang.

Persiapan yang dilakukan para pemain Indonesia yang salah satunya cukup menantang adalah belajar bahasa Jepang, karena dialog yang diucapkan para tokoh banyak yang dalam bahasa Jepang.

Guilio Parengkuan, Dimas Anggara dan Yumi Kwandy dibimbing oleh guru bahasa yang merupakan asli orang Jepang bernama Miyu Okazaki.

Film “Jikobukken” bukanlah film horor pertama Dimas Anggara, namun kali ini Dimas harus berperan sebagai seorang penggemar anime yang manga dan fasih berbahasa Jepang.

Guilio Parengkuan, yang sebelumnya pernah berperan bersama Vanesha Prescilla di sebuah film remaja, kali ini akan berperan berdua lagi sebagai sepasang kekasih.

Film “The Scarecrow Valley” dan “Jikobukken” bisa dibilang film horor Indonesia pertama yang melakukan shooting full di Jepang dan melibatkan kru dan pemain kedua negara.

Kedua film ini juga merupakan film horror pertama bagi artis Vanesha Prescilla yang sebelumnya banyak dikenal lewat perannya sebagai anak SMA.

Film horror yang lebih menitikberatkan ke elemen psikologis dan atmospheric horror ketimbang jumpscare inilah yang membuat Vanesha tertarik untuk bergabung di “The Scarecrow Valley”.

Sutradara, penulis dan produser Billy Christian yang juga seorang Youtuber berencana mengajak para cast mengunjungi beberapa tempat angker di Jepang yang salah satunya adalah Hutan Aokigahara di kaki gunung Fuji, untuk memperkenalkan atmosfer supranatural Jepang yang agak sedikit berbeda dengan yang ada di Indonesia.

Andreas Sullivan sebagai produser dari Memento Works mengatakan, syuting dua film sekaligus di Jepang dengan genre horor, memiliki keunikan dan tantangannya sendiri.

Namun Andreas juga menambahkan bahwa kedua cerita ini memiliki keterkaitan semesta satu dengan yang lain.

Fakta menarik lainnya adalah penata artistik Wencisclaus Rozary akan membuat 100 boneka seukuran manusia untuk menghuni sebuah desa di Jepang sebagai set utama.

Beberapa karakter dari kedua film pun diperankan oleh aktor yang sama sebagai bentuk konsep universe dari sutradara Billy Christian.

Salah satu yang aktris yang memerankan dua karakter berbeda untuk dua film adalah Yumi Kwandy.

Dari dunia modeling ke dunia seni peran, Yumi Kwandy membuktikan kepiawaiannya dalam akting membawakan dua peran yang sangat berbeda satu dengan yang lain.

Related posts

SCampur97, Pameran Seni Rupa dan Kebudayaan yang Hangat

Seba Baduy 2026: Simbol Ketaatan, Syukur, dan Harmoni dengan Alam

The Meru Sanur, dari Indonesia untuk Dunia