BERITAIND.COM, PALEMBANG — Semangat transisi energi nasional mulai terasa semakin nyata di Kota Palembang.
Berbagai elemen masyarakat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk transportasi yang digelar sebagai bagian dari upaya mendorong penggunaan energi alternatif yang lebih hemat, aman, dan ramah lingkungan, pada Rabu (13/5/26).
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang membahas langsung berbagai aspek penting penggunaan BBG atau Compressed Natural Gas (CNG) pada kendaraan bermotor, mulai dari sisi teknologi, keamanan, efisiensi biaya, hingga kesiapan komunitas dan infrastruktur pendukung di Indonesia.
Salah satu pembicara utama, Trio Dedy Kusuma dari PT Gagas Energi Indonesia selaku Kepala Divisi Engineering and Operation, menekankan pentingnya percepatan transisi energi dari BBM menuju BBG di sektor transportasi.
Menurutnya, penggunaan BBG bukan hanya solusi untuk menekan biaya operasional kendaraan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
“Penggunaan BBG mampu memberikan efisiensi yang signifikan bagi pengguna kendaraan harian, terutama transportasi umum dan kendaraan operasional. Selain lebih hemat, emisi yang dihasilkan juga lebih rendah dibandingkan bahan bakar minyak,” jelasnya.
Sementara itu, Andro Marcello, M.Sc selaku Safety Inspector dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menjelaskan, kendaraan berbahan bakar gas telah memiliki standar keamanan yang sangat ketat dan layak digunakan secara luas oleh masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya sertifikasi resmi bagi bengkel instalasi sistem BBG pada kendaraan bermotor, guna memastikan pemasangan dilakukan sesuai standar keselamatan nasional.
“Teknologi kendaraan BBG saat ini sudah sangat berkembang. Yang terpenting adalah instalasi dilakukan oleh tenaga dan bengkel yang tersertifikasi, sehingga masyarakat dapat menggunakan kendaraan BBG dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.
Dukungan terhadap pengembangan kendaraan berbahan bakar gas juga datang dari komunitas pengguna.
Andy F. Lala dari Komogas atau Komunitas Mobil Gas menyampaikan, komunitas siap membantu edukasi masyarakat terkait penggunaan BBG, termasuk konsultasi instalasi dan dukungan perawatan kendaraan di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa BBG bukan teknologi baru yang sulit digunakan. Justru ini solusi masa depan yang lebih ekonomis. Komunitas siap mendampingi pengguna baru agar merasa aman dan nyaman beralih ke BBG,” ujarnya.
Acara dihadiri berbagai kalangan, mulai dari komunitas driver online Sumatera Selatan, perwakilan Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI) Sumsel, para driver angkutan kota, pemerhati otomotif berbahan bakar gas, hingga unsur Pemkot Palembang.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara berlangsung.
Banyak peserta aktif bertanya mengenai biaya instalasi, keamanan tabung gas, efisiensi penggunaan harian, hingga ketersediaan stasiun pengisian BBG di Indonesia.
Tingginya minat masyarakat terhadap teknologi kendaraan berbahan bakar gas menunjukkan bahwa kesadaran untuk menggunakan energi alternatif mulai tumbuh di tengah masyarakat.
Selain membantu penghematan pengeluaran harian, penggunaan BBG juga dinilai menjadi kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih.
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lanjutan terkait edukasi BBG, ketersediaan perangkat, konsultasi pemasangan, maupun jaringan bengkel dan perawatan kendaraan berbahan bakar gas, dapat menghubungi Benny (AJV Sumsel) di nomor 0812-9076-7390.
Dengan semakin luasnya edukasi dan dukungan dari pemerintah, komunitas, serta sektor industri energi, penggunaan BBG diharapkan dapat menjadi salah satu solusi transportasi masa depan Indonesia yang lebih hemat, aman, dan berkelanjutan.