Liga Nasional Sepak Takraw Juli 2026, PB PSTI Bidik Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia

BERITAIND.COM, JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) terus memperkuat sistem pembinaan olahraga sepak takraw nasional melalui peluncuran Liga Nasional Sepak Takraw 2026 serta program pelatihan dan sertifikasi wasit berstandar internasional.

Ketua Umum PB PSTI, H. Suryanto, S.Ag., M.M mengatakan, kedua program tersebut menjadi langkah strategis menjaring atlet potensial sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan.

“Kami terus mengimplementasikan program kerja organisasi, salah satunya melalui penyelenggaraan Liga Nasional Sepak Takraw sebagai wadah pembinaan atlet yang berkelanjutan,” ujar Suryanto didampingi Sekjen PB PSTI, Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO saat menemani rombongan Presiden ASTAF sekaligus Sekjen ISTAF Datuk Abdul Halim Kader berkunjung ke Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (9/6/26).

Menurut Suryanto, Liga Nasional Sepak Takraw akan digelar dalam lima zona regional yang meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Seri pembuka dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026 di Jawa Timur.

PB PSTI berharap kompetisi tersebut mampu menjadi sarana pembinaan atlet yang terstruktur, sekaligus memperluas popularitas olahraga sepak takraw di berbagai daerah.

Dalam waktu dekat ini juga, PB PSTI bekerja sama dengan Asian Sepak takraw Federation (ASTAF) dan International Sepak takraw Federation (ISTAF) akan menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi wasit tingkat internasional.

Program tersebut ditargetkan melibatkan peserta dari seluruh Indonesia dengan keterwakilan 38 provinsi, di mana masing-masing daerah akan mengirimkan tiga calon wasit untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi.

“Kami ingin melahirkan wasit-wasit Indonesia yang memiliki kompetensi dan sertifikasi internasional sehingga mampu bertugas pada berbagai kejuaraan dunia,” kata Suryanto.

Untuk mendukung program tersebut, PB PSTI menjajaki kerja sama dengan UNJ dalam penyediaan fasilitas, sarana pelatihan, serta dukungan akademik bagi pengembangan olahraga sepak takraw nasional.

Di tempat yang sama, Presiden ASTAF sekaligus Sekjen ISTAF Datuk Abdul Halim Kader, memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang dijalankan PB PSTI di bawah kepemimpinan Suryanto.

Menurutnya, langkah yang dilakukan PB PSTI menunjukkan keseriusan Indonesia membangun sistem pembinaan sepak takraw yang profesional dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kerja PB PSTI yang terus melakukan inovasi dalam pembinaan atlet dan pengembangan organisasi. ASTAF dan ISTAF akan terus mendukung setiap program yang bertujuan memajukan sepak takraw Indonesia,” ujar Datuk.

Ia optimistis pelaksanaan Liga Nasional dan program sertifikasi wasit akan menghasilkan atlet berprestasi serta perangkat pertandingan yang mampu bersaing di level internasional.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNJ, Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd., mendukung berbagai program pengembangan yang diinisiasi PB PSTI.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembinaan atlet, pelatih, wasit, hingga pengembangan manajemen olahraga berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui Liga Nasional Sepak takraw dan program sertifikasi wasit internasional tersebut, PB PSTI berharap dapat memperkuat fondasi pembinaan olahraga sepak takraw Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing atlet nasional di berbagai ajang regional maupun dunia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputy Secretary ISTAF Muhammad Taufik Halim, Deputy President ISTAF Muhammad Fariq Abdul Halim, serta jajaran pengurus organisasi sepak takraw nasional dan internasional.

Related posts

Bahan Baku Obat 80 Persen Impor, Komisi VI Desak Kemandirian Farmasi

Harga Telur Jatuh Anjlok, Komisi IV Desak BGN Borong untuk Menu MBG

Kado Manis dari Bumi Desa Tapus, Muara Enim Menuju Target Energi Nasional 2030