PERBASI – Roar Jakarta resmi menjadi juara Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri kategori U16 putri. Roar mengalahkan juara bertahan, Sahabat Semarang, dengan skor 55-34 pada partai final di Sahabat Arena, Semarang, Minggu (5/7).
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dominasi Sahabat dan mengantarkan Roar meraih gelar juara Kejurnas U16 putri musim ini.
Partai final berlangsung ketat sejak awal. Sahabat Semarang unggul tipis 7-6 pada kuarter pertama, namun Roar Jakarta mampu membalikkan keadaan menjelang turun minum dengan keunggulan 15-14.
Memasuki babak kedua, Roar mulai mengambil alih kendali pertandingan. Mereka memperlebar jarak menjadi 32-29 di akhir kuarter ketiga sebelum tampil dominan pada kuarter terakhir dan menutup laga dengan kemenangan 55-34.
Ariqa Shafa menjadi bintang kemenangan Roar Jakarta setelah membukukan 19 poin, 7 assist, dan 7 steal. Penampilannya menjadi motor serangan sekaligus pertahanan Roar sepanjang pertandingan.
Pada kubu Sahabat Semarang, Khayla Putri tampil sebagai pemain terbaik dengan torehan 11 poin dan 10 rebound untuk mencatatkan double-double meski belum mampu membawa tim mempertahankan gelar juara.
Pelatih Roar Jakarta, Fredy, mengatakan tantangan terbesar pada laga final adalah menghadapi tim yang memiliki organisasi permainan sangat baik sehingga membutuhkan banyak penyesuaian strategi.
“Tantangan terbesar tentu melakukan adjustment terhadap lawan. Kebetulan hari ini kami menghadapi tim yang well coached, jadi kami harus mampu beradaptasi dengan permainan mereka,” ujarnya.
Fredy mengaku selalu percaya terhadap kemampuan para pemainnya. Menurutnya, keputusan yang diambil selama pertandingan hanya tinggal menunggu momentum yang tepat untuk dijalankan.
“Saya yakin dengan kemampuan anak-anak. Kami hanya menunggu momen yang tepat untuk menjalankan keputusan yang sudah disiapkan,” katanya.
Ia juga menilai setiap lawan yang dihadapi sejak fase grup hingga final memiliki karakter permainan yang berbeda sehingga timnya dituntut mampu terus beradaptasi.
“Semua tim yang kami hadapi bagus dan memiliki karakter masing-masing. Karena itu saya selalu meminta anak-anak untuk bisa melakukan adjustment dengan baik di setiap pertandingan,” tutupnya.
Dengan hasil tersebut, Roar Jakarta resmi dinobatkan sebagai juara kategori U16 putri Kejurnas 2026, sementara Sahabat Semarang harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah gagal mempertahankan gelar yang diraih pada edisi sebelumnya (2025). Berakhirnya partai final ini sekaligus menutup rangkaian pertandingan kategori U16 putri yang menghadirkan persaingan sengit sejak fase grup hingga perebutan gelar juara.
Final kategori putra resmi mendapatkan juara baru, dengan Airone Jakarta yang sukses meraih gelar juara Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri kategori U16 putra. Airone menang atas AKJ Semarang dengan skor 66-56 pada partai final di Sahabat Arena, Semarang, Minggu (5/7).
Airone langsung mengambil inisiatif permainan sejak awal laga dengan unggul 21-16 pada kuarter pertama. Keunggulan tersebut terus dipertahankan hingga babak pertama usai dengan skor 39-28.
Memasuki babak kedua, AKJ Semarang berupaya memperkecil ketertinggalan. Meski sempat memangkas selisih angka menjadi 52-45 di akhir kuarter ketiga, Airone tetap mampu menjaga konsistensi permainan hingga memastikan kemenangan 66-56.
Matthew Ivander menjadi salah satu motor kemenangan Airone Jakarta dengan kontribusi 13 poin, 4 rebound, dan 3 assist. Sementara di kubu AKJ Semarang, Muhammad Fakhrizal tampil impresif sebagai pencetak angka terbanyak pertandingan lewat torehan 26 poin dan 6 rebound.
Pelatih Airone Jakarta, Koko Nugroho, mengungkapkan tantangan terbesar menjelang final adalah melakukan penyesuaian setelah lawan yang dihadapi berbeda dari prediksi awal.
“Tantangan terbesar ada pada willingness dan disiplin anak-anak. Sejujurnya persiapan kami lebih banyak untuk menghadapi Aras. Ternyata yang lolos AKJ, dan mereka juga tim yang sangat bagus, sehingga kami harus cepat melakukan adjustment terhadap tim yang belum terlalu familiar,” ujarnya.
Koko mengatakan salah satu keputusan penting yang diambil pada pertandingan ini adalah memberikan kepercayaan lebih kepada pemain dari bangku cadangan.
“Hari ini kami memercayakan bench untuk memberikan kontribusi lebih kepada tim,” katanya.
Menurutnya, tidak ada perlakuan khusus saat memasuki partai final karena sejak awal target tim memang menembus laga puncak.
“Tidak ada yang berbeda. Dari awal target kami memang final, jadi pendekatannya tetap sama. Kami hanya fokus bermain sebaik mungkin di setiap pertandingan,” tambahnya.
Koko juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kejurnas tahun ini yang dinilai berlangsung dengan baik.
“Kejurnas tahun ini rapi, fasilitasnya bagus, persiapannya juga matang. Jadwal pertandingan pun berjalan tepat waktu,” tuturnya.
Sementara itu, di sisi lain pelatih AKJ Semarang, Hedi Bingan, menilai momentum transisi menjadi salah satu faktor yang mengubah jalannya pertandingan.
“Momen transisi di lapangan cukup menentukan. Permainan anak-anak sempat naik turun dan itu dimanfaatkan lawan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kurang lancarnya distribusi bola dari playmaker yang membuat pola serangan tim tidak berkembang.
“Playmaker kami terlalu lama memegang bola sehingga aliran permainan tidak berjalan. Dia terus mendapat penjagaan ketat dan akhirnya tidak berani bermain lepas,” katanya.
Sebagai evaluasi, Hedi menilai aspek fisik dan keberanian dalam duel kontak harus menjadi perhatian untuk pengembangan pemain ke depan.
“Pelajaran terbesar hari ini adalah soal body contact. Kami harus menyiapkan pemain yang berani dan mampu bermain dalam kontak fisik karena ke depan level persaingan akan semakin tinggi,” tutupnya.
Kemenangan ini memastikan Airone Jakarta keluar sebagai juara kategori U16 putra Kejurnas 2026, sedangkan AKJ Semarang menutup turnamen sebagai runner-up setelah menampilkan performa impresif sepanjang kompetisi. Partai final ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pertandingan kategori U16 putra yang menyuguhkan persaingan ketat sejak fase grup hingga laga puncak serta melahirkan kampiun baru pada edisi tahun ini.