BERITAIND.COM, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Irmawan, mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera memulihkan konektivitas udara di Bumi Serambi Mekah.
Caranya, dengan menambah frekuensi penerbangan reguler dan perintis, serta mempercepat proyek perpanjangan landas pacu (runway) Bandara Alas Leuser di Kabupaten Gayo Lues.
Tuntutan tersebut disampaikan Irmawan dalam Rapat Kerja Komisi V bersama Kementerian Perhubungan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/26).
Ia menilai pemotongan akses transportasi udara ini mengisolasi wilayah pedalaman dan menghambat pemulihan pasca-bencana.
“Transportasi udara di Aceh itu bukan barang mewah, melainkan urat nadi vital masyarakat, terutama di daerah pedalaman yang akses daratnya terbatas,” kata Irmawan.
“Kami meminta Kemenhub mengintensifkan kembali pengelolaan bandara perintis dan reguler. Jangan sampai pelayanan ke masyarakat justru mundur,” lanjutnya.
Legislator asal Aceh ini membongkar fakta di lapangan mengenai merosotnya kualitas layanan transportasi udara.
Untuk rute penerbangan reguler Medan–Banda Aceh, frekuensi jadwal yang dulunya bervariasi dari pagi hingga sore, kini dipangkas habis hingga hanya menyisakan satu kali penerbangan dalam sehari.
Kondisi yang sama juga menimpa jalur penerbangan perintis di wilayah pedalaman menuju Aceh Tenggara yang saat ini hanya dilayani dua kali dalam sepekan.
Keterbatasan ini dinilai sangat menyulitkan mobilitas warga, distribusi logistik, hingga pelayanan medis darurat.
“Dulu masyarakat punya banyak pilihan waktu terbang. Sekarang tinggal satu penerbangan sehari untuk rute utama, dan rute perintis hanya dua kali seminggu,” jelasnya.
“Jadwal ini harus ditambah. Mobilitas pemerintahan dan ekonomi daerah bisa lumpuh kalau dibiarkan begini,” tegasnya lagi.
Ia mengingatkan kembali pengalaman pahit saat bencana alam memutus total seluruh akses jalan darat ke wilayah tersebut selama berbulan-bulan.
“Pengalaman masa lalu harus jadi pelajaran mahal. Runway Bandara Alas Leuser wajib segera diperpanjang agar bisa didarati pesawat berbadan lebih besar,” pungkas Irmawan.