Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi Ungkap Misi di 3×3 Women’s Series dan Challenger Batam

BERITAIND.COM, BATAM – Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi mengatakan, keikutsertaan Timnas Basket 3×3 di Women’s Series dan Challenger sangat penting.

Kedua ajang tersebut dibutuhkan untuk membangun tim menuju Asian Games dan pengumpulan poin peringkat dunia untuk Olimpiade.

Tim yang diturunkan masih muda.

Usianya mayoritas di bawah 23 tahun.

Tim putri, hanya Ayu Sriartha yang berusia di atas 23 tahun, yaitu 27 tahun.

“Kami punya grand design besar, kami ingin menuju Olimpiade. Karena itu kami menggelar Women’s Series dan Challenger di beberapa kota,” ungkap Nirmala kepada media di Batam.

“Di 3×3 Batam ini juga menjadi bagian dari training camp tim nasional menuju Asian Games. Selain itu, ini juga menjadi uji coba sekaligus kesempatan mengumpulkan poin menuju Olimpiade,” lanjut Nirmala.

Kata Nirmala, Timnas Basket 3×3 di kedua ajang di Batam ini hadapi tim-tim terbaik dunia.

Ini menjadi kesempatan penting bagi para pemain Indonesia untuk mengasah kemampuan sebelum tampil pada Asian Games pada 19 September – 4 Oktober 2026 di Jepang.

Melalui 3×3 Batam, Nirmala menyebut pemain diharapkan menyerap pengalaman bertanding di level internasional.

“Saya tidak ingin mengatakan anak-anak kurang maksimal. Mereka sudah memberikan yang terbaik,” jelasnya.

“Ini merupakan kejuaraan yang diikuti pemain-pemain kelas dunia. Menang atau kalah, pengalaman seperti ini sangat penting untuk perkembangan mereka,” tukasnya.

“Kami juga berharap bisa menambah poin banyak di Women’s Series ini. Kalau belum, kami akan terus mengikuti kegiatan serupa di negara-negara peserta lainnya,” ucapnya.

Nirmala juga mengapresiasi upaya panitia dalam menyuguhkan kejuaraan level dunia.

Dia menyebut bahwa penyelenggaraan FIBA 3×3 Women’s Series Batam berlangsung sesuai standar internasional meski dipersiapkan dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Diakui Nirmala, pemilihan Batam menjadi tuan rumah karena memiliki akses internasional yang mudah melalui Singapura.

Kemudian juga didukung pemerintah daerah, serta tengah berkembang sebagai destinasi wisata dan kawasan ekonomi.

“Batam sedang menggeliat mempromosikan wisatanya. Letaknya juga dekat dengan Singapura sehingga memudahkan para peserta datang. Dari Singapura cukup sekitar 50 menit menggunakan kapal feri sudah tiba di Batam,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Perbasi Kepulauan Riau Suhadi berharap penyelenggaraan FIBA 3×3 Women’s Series dapat menjadi momentum meningkatkan pembinaan bola basket di daerah sekaligus memperkuat citra Batam sebagai penyelenggara ajang olahraga internasional.

“Kami berharap kejuaraan ini memberikan animo besar terhadap perkembangan bola basket di Batam. Ke depan Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai destinasi sport tourism yang mampu menggelar event internasional,” kata Suhadi.

FIBA 3×3 Women’s Series berlangsung pada 23–24 Juli 2026, kemudian dilanjutkan FIBA 3×3 Challenger Putra pada 25–26 Juli 2026. Kedua ajang ini berlangsung di Alun-Alun Engku Putri Batam.

Sebanyak 32 tim dari 21 negara dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Tim-tim kelas dunia ambil bagian seperti asal Prancis, Belanda, dan Mongolia, selain Latvia, Jepang, dan Serbia.

Related posts

Kolaborasi Unik Ekonomi Kreatif dan Gaya Hidup Sehat, The Virgin Siap Meriahkan Panggung LokaryaFest 2026

MK Putuskan Izin Tambang Ormas Dilarang Penunjukan Langsung, Pemerintah Diminta Transparan

Prabowo Terharu Ijtima Ulama PKB Dukung Arah Baru Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat