BERITAIND.COM, JAKARTA – Koperasi karyawan dinilai memiliki peran strategis meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus menjadi salah satu alternatif untuk menekan ketergantungan karyawan terhadap pinjaman online (pinjol).
Hal tersebut disampaikan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Sumarjono Saragih, usai menjadi moderator dalam seminar bertema “Membangun Ekosistem Koperasi Karyawan Modern, Profesional, Digital, dan Berkelanjutan” di Hotel Ashley, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/26).
Dalam forum tersebut, Sumarjono memandu jalannya diskusi yang menghadirkan Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono sebagai keynote speaker, serta sejumlah narasumber dari Kementerian Koperasi, BPJS Ketenagakerjaan, KSBSI, Koperasi Karyawan Toyota, dan kalangan praktisi digitalisasi koperasi.
Menurut Sumarjono, keberadaan koperasi karyawan menjadi semakin penting di tengah berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi pekerja.
Salah satunya adalah maraknya penggunaan pinjaman online oleh karyawan untuk memenuhi kebutuhan finansial.
“Koperasi menjadi penting guna menanggulangi pinjol, misalnya. Karena tidak sedikit para karyawan yang terlibat pinjol,” ujar Sumarjono kepada awak media seusai acara.
Ia menilai koperasi karyawan yang dikelola secara modern dan profesional dapat menjadi alternatif pembiayaan yang lebih sehat bagi anggota.
Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah simpan pinjam, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi para pekerja.
Karena itu, menurut Sumarjono, transformasi koperasi melalui penguatan tata kelola, profesionalisme dan digitalisasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
Seminar tersebut diikuti sekitar 75 peserta dan menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, koperasi, serikat pekerja, dunia usaha, serta praktisi untuk membangun ekosistem koperasi karyawan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebagai moderator, Sumarjono turut mengarahkan diskusi agar koperasi karyawan tidak berhenti pada persoalan kelembagaan, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata para pekerja, termasuk akses terhadap layanan keuangan yang aman dan terjangkau.
Ia berharap penguatan koperasi karyawan dapat berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan kesejahteraan pekerja.
Koperasi, kata dia, bukan sekadar organisasi ekonomi milik anggota, melainkan instrumen bersama untuk membangun kemandirian finansial pekerja.
Forum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serikat pekerja dan koperasi dalam menciptakan ekosistem ekonomi pekerja yang modern, profesional, digital, serta berkelanjutan.