BERITAIND.COM, JAKARTA — Platform e-commerce Toco menegaskan komitmennya mendukung akselerasi digital dan efisiensi operasional bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta lanskap ritel di Indonesia.
Hal ini disampaikan langsung oleh Founder & CEO Toco Arnold Sebastian Egg, saat hadir sebagai salah satu panelis utama dalam ajang bergengsi Indonesia Technology Innovation (INTI) 2026 yang berlangsung di Main Stage Hall D, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Rabu (12/8/26).
Mengusung diskusi panel bertajuk “AI for Retail & E-Commerce: AI, Consumers, and the Next Era of Retail”, forum ini mempertemukan para pemimpin industri teknologi, bisnis, dan ritel untuk membahas implementasi praktis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mengadaptasi perubahan perilaku konsumen serta mendorong efisiensi operasional.
Dalam pemaparannya, Arnold menekankan, penerapan teknologi AI merupakan kunci utama yang memungkinkan Toco menjalankan komitmen berkelanjutan mereka, yaitu menyediakan layanan marketplace dengan skema komisi 0% (tanpa biaya admin/biaya komisi penjualan) secara permanen untuk penjual.
“Model bisnis 0 persen komisi di Toco bukanlah sekadar promo sementara, melainkan filosofi mendasar kami. Kami tidak ingin membebani penjual dengan biaya apapun selamanya. Kebijakan ini dapat kami jalankan secara berkelanjutan semata-mata karena kehadiran integrasi teknologi AI,” tegas Arnold Sebastian Egg.
Arnold membandingkan efisiensi struktur operasional masa lalu dengan era AI saat ini.
Dulu, sebuah perusahaan e-commerce membutuhkan ratusan hingga ribuan teknisi (engineers) dan tim operasional dengan biaya sangat tinggi.
Namun, kehadiran AI mampu menekan struktur biaya dasar secara signifikan sehingga platform dapat beroperasi jauh lebih efisien dan mengalirkan keuntungan efisiensi tersebut langsung kepada para merchant/UMKM.
Selain efisiensi internal, Arnold juga menyoroti bagaimana kecerdasan buatan dapat mengubah peta persaingan usaha bagi para pelaku bisnis ritel dan UMKM di Indonesia:
Demokratisasi Inovasi dan Nilai Tambah (Value Creation), AI memungkinkan individu maupun bisnis kecil untuk menciptakan solusi, aplikasi, dan produk secara mandiri.
Di era baru ini, fokus utama bukan lagi sekadar alokasi waktu kerja teknis yang panjang, melainkan kreativitas dalam menciptakan nilai (value creation).
Perubahan Peran Sumber Daya Manusia, integrasi AI tidak bertujuan untuk menghilangkan peran manusia, melainkan memperkuat kapabilitasnya.
Dengan dukungan AI agent dan otomasi, setiap staf kini dapat bertindak layaknya seorang manajer yang mengelola tim digitalnya sendiri, sehingga produktivitas dan kepuasan kerja meningkat.
Arnold mengingatkan pentingnya kesiapan organisasi dan keamanan siber (cybersecurity), mengingat kemudahan teknologi juga diiringi dengan meningkatnya potensi ancaman keamanan digital.
“Masyarakat sering kali merasa ragu atau cemas terhadap kemajuan teknologi baru. Namun jika kita memahaminya secara tepat, AI menghapus berbagai batasan rumit di masa lalu dan membuka peluang luar biasa bagi siapa saja untuk bersaing dan menciptakan nilai tambah secara efektif,” tambah Arnold.
Melalui partisipasi aktif dalam Indonesia Technology Innovation 2026, Toco memperkuat posisinya sebagai pionir e-commerce enabler yang berkomitmen memanfaatkan teknologi mutakhir demi menciptakan ekosistem perdagangan digital yang adil, berkelanjutan, dan inklusif bagi seluruh UMKM Indonesia.
Sejumlah panelis yang turut hadir dalam sesi “AI for Retail & E-Commerce: AI, Consumers, and the Next Era of Retail” di antaranya Bayu Eka Putra, COO & Co-Founder Mimin; Rizky Firdaus, Director of Business & Marketing SMESCO; Risman Adnan, Chief Technology Officer Paragon Corp; Fathan Thaher, CRM & Strategic Branding Manager Gramedia; serta Arnold Sebastian Egg, Founder & CEO Toco. Kehadiran para pemimpin dari berbagai sektor tersebut memperkaya perspektif mengenai bagaimana AI dapat diterapkan secara strategis untuk menjawab tantangan industri ritel dan e-commerce sekaligus menciptakan pengalaman konsumen yang lebih relevan.