Bersama Kemungkaran

Tidak bisa dipungkiri, Kemungkaran sampai hari Kiamat akan selalu hadir. Namun yang terpenting adalah sikap Mukmin menghadapi kemungkaran tersebut.

Apakah mampu menjadi ladang amal atau sebaliknya mewarnai amal.

Pertama, mengantisipasi munculnya kemungkaran dengan dakwah.
Ali ‘Imran · Ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝١٠٤
Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Kedua, memperbaiki kemungkaran dengan potensi yang dimiliki.
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِّهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ

“Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka hendaknya ia menghilangkannya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Orang yang tidak mampu dengan lisannya, maka dengan hatinya. Dan dengan hati ini adalah lemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Ketiga, menjaga diri dari pengaruh negatif dengan mewaspadai lingkungan.

إذَا سَمِعْتُمْ به بأَرْضٍ، فلا تَقْدَمُوا عليه، وإذَا وَقَعَ بأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بهَا، فلا تَخْرُجُوا فِرَارًا منه
“Jika kalian mendengar tentang wabah di suatu negeri, janganlah kalian pergi ke sana; dan jika wabah telah terjadi di suatu negeri di mana kalian berada, janganlah kalian melarikan diri darinya.”

Keempat, selalu meminta keselamatan melalui doa harian.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

Semoga upaya ini dapat membantu setiap mukmin dalam menyikapi kemungkaran.

Ustadz Dr HM Fahmi Akbar MA
Wakil Ketua PDM Jakarta Barat

Redaktur: Abdul Halim

Related posts

Percepatan Pemilu, Jangan Jadikan Kalender Demokrasi sebagai Instrumen Kekuasaan

Universitas Pertahanan, Antara Diskriminasi dan Konstitusi 

Penerapan Sistem Jaminan Halal, Tak Sekadar Patuh yang Mahal