Kado Hari Santri, Universitas Sunan Gresik Siapkan 25 Beasiswa Kedokteran Gigi untuk Santri

BERITAIND.COM, JAKARTA – Universitas Sunan Gresik (USG) menyiapkan 25 beasiswa bagi santri untuk menempuh pendidikan kedokteran gigi di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) USG.

Founder USG Jazilul Fawaid mengatakan, beasiswa tersebut merupakan kado Hari Santri Nasional, sekaligus upaya memberikan kesempatan kepada para santri untuk menempuh pendidikan di bidang kedokteran gigi.

”Kami telah menandatangani pernyataan komitmen untuk memberikan beasiswa kepada 25 santri sebagai kado Hari Santri Nasional. Tentunya, para calon penerima tetap harus melalui proses seleksi,” kata Jazilul di sela acara Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi: Beasiswa Pendidikan, Program Akselerasi Pendidikan Kedokteran Gigi dan Penempatan Residen Tingkat Mandiri di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jakarta, Kamis (22/10/26).

Gus Jazil mengapresiasi dukungan Kemendiksaintek yang telah memberikan afirmasi terhadap pendirian FKG Universitas Sunan Gresik.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui jajaran Direktorat Jenderal terkait yang telah memberikan afirmasi bagi pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Sunan Gresik. Apalagi, kami merupakan perguruan tinggi yang berbasis santri,” ujarnya.

Gus Jazil menjelaskan, pendirian FKG bukan perkara mudah karena membutuhkan persiapan yang matang dan pemenuhan berbagai persyaratan yang sangat ketat.

“Kami tidak ingin mengecewakan kepercayaan dan amanah yang telah diberikan oleh kementerian. Karena itu, kami harus benar-benar siap, baik dari sisi kualitas, mutu pendidikan, maupun sasaran hasil yang ingin dicapai,” tegasnya.

Pendirian FKG USG menjadi salah satu dari 29 kampus negeri dan swasta yang juga membuka FKG pada tahun 2026/2027.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Dr Fauzan, MPd mengatakan, upaya ini turut merespons masalah persebaran layanan dokter spesialis dan dokter gigi yang belum merata di Indonesia.

”Sementara itu pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi masih terkonsentrasi di wilayah tertentu. Karena itu kita perlu mempercepat pendidikan tenaga medis sekaligus memastikan bahwa hasilnya sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dan penyebarannya semakin merata, dan masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu,” katanya.

Fauzan mengatakan, proyeksi kebutuhan dokter gigi di Indonesia pada 2026 sebanyak 165.241 dokter gigi dan 13.876 dokter gigi spesialis.

Saat ini baru ada 50 perguruan tinggi yang memiliki FKG, tersebar di 18 provinsi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, mengapresiasi inisiatif Universitas Sunan Gresik dalam menjawab kebutuhan tenaga dokter gigi melalui pendirian FKG.

“Kami dari Kemdiktisaintek tentu mengapresiasi upaya dan inisiatif luar biasa yang dilakukan Universitas Sunan Gresik. Saya kira, ini merupakan praktik baik yang bisa ditularkan kepada perguruan tinggi lainnya,” kata Khairul.

Khairul berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga FKG USG dapat segera beroperasi dan berkontribusi menghasilkan dokter-dokter gigi berkualitas untuk memenuhi kebutuhan bangsa.

“Ke depan, pengembangan pendidikan juga diharapkan dapat berlanjut hingga jenjang pendidikan dokter spesialis dan seterusnya,” ujarnya.

Related posts

Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Mencaplok Saham Minoritas

KPP Pratama Sekayu Gelar Dialog Perpajakan

Gus Muhaimin: Jangan Cuma Jaga Tradisi, Ayo Berantas Kemiskinan