Home Sport Rebut 2 Emas 1 Perak PON XXI, Kadispora Andri Yansyah Bersyukur Renang Artistik DKI Jakarta Juara Umum

Rebut 2 Emas 1 Perak PON XXI, Kadispora Andri Yansyah Bersyukur Renang Artistik DKI Jakarta Juara Umum

by Slyika

MEDAN – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah bersyukur atas perolehan cabang olahraga Akuatik yang menorehkan hasil dua medali emas dan satu perak dari disiplin renang artistik untuk kontingen DKI Jakarta pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Kolam Renang Selayang Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Pada nomor solo yang berlangsung Selasa (10/9/24), DKI meraih podium tertinggi melalui Hilda Tri Julyandra usai mendapat nilai tertinggi 136,20 dari dua kali aksinya, solo free routine dan technical routine.

Kemenangan ini menjadi spesial karena bagi Hilda ini merupakan kali pertama turun di nomor solo.

Sementara Mutiara Nur Azisah dari Sulawesi Selatan (Sulsel) meraih perak setelah mendapat nilai 13,09. Perunggu menjadi milik Maharani Sekar asal Jawa Barat dengan 128,21.

Pada Rabu (11/9/24) Duet Gabrielle Permata dan Hilda Tri Julyandra berhasil menambah pundi medali emas DKI usai mendapat nilai tertinggi 138,60, sementara Perak menjadi milik Sulawesi Selatan yang menurunkan Amanda Mutiara dan Mutiara Nur Azizah.

Di nomor beregu tim DKI harus mengakui keunggulan Sulsel. Bermaterikan Chelsea Princessa, Danita Elfarianti, Gabrielle Permata, Hilda Tri Julyandra, Maya Anggun Beer, Nadia Tasya Hapsari, Nayla Adiva Nurrisqa, dan Thalita Amabele usai mendapatkan nilai 134,7320 poin untuk mendapatkan perak dan Emas menjadi milik Sulsel dengan nilai 137,7320 poin.

“Kita harus tetap bersyukur dengan perolehan dua medali emas dan satu perak. Adik-adik jangan bersedih secara berlebihan meski dinomor beregu kita dikalahkan. Kegagalan meraih emas bukan akhir segalanya,” ujar Andri Yansyah disela-sela acara syukuran nomor Artistik di Hotel Grand Dika Medan, Kamis (12/9/24) malam.

Andri Yansyah memberikan semangat kepada tim renang aristik beregu untuk mengambil hikmah dibalik sebuah kegagalan.

Dia mengisahkan pada Zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang panglima perang bernama Khalid bin Walid yang tak pernah terkalahkan selama perang.

Meski telah memenangi berbagai perang namun Khalifah Umar bin Khattab memecatnya. Alasan Khalifah Umar memecat Khalid bin Walid lantaran khawatir melihat gejala didewa-dewakannya Khalid oleh rakyat.

“Jika kita menang terus menerus tanpa merasakan kekalahan hal itu akan merusak moral dan mental. Kita sebagai manusia bisa lupa daratan. Meski Khalid dipecat dari jabatan Panglima tidak membuat Khalid berang maupun marah, justru ia ikhlas karena Khalifah Umar justru lebih memahami itu. Saya juga berharap adik-adik yang hebat ini akan kembali bangkit untuk mengukir prestasi tidak hanya nasional, regional namun hingga tingkat dunia dan Olimpiade,” ujar Andri Yansyah.

Kabidpres Pengprov Akuatik DKI Jakarta, Luki A. Damapoli yang menargetkan menyapu bersih 3 emas mengaku kecewa dengan kinerja hakim dan juri nomor beregu putri Akuatik pada pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024.

“Saya rasa ini pembelajaran yang sangat mahal sekali. Saya harap kedepannya PB Akuatik dapat memilih para hakim-juri yang benar-benar-benar fokus untuk pembinaan prestasi di masa depan,” ujarnya.

You may also like

Leave a Comment