BANDUNG – Universitas Telkom kembali menunjukkan komitmennya mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “International Community Service for Digital Growth: Improving Fashion MSME Performance and Competencies at Sinpasa Modern Market.”
Kegiatan ini dipimpin oleh Dematria Pringgabayu, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, bersama dua anggota timnya, M. Iqbal Alamsyah dan Irni Yunita.
Yang menarik, kegiatan ini juga merupakan bentuk kolaborasi internasional antara Universitas Telkom dengan Universiti Malaysia Terengganu, sebagai upaya bersama untuk memperkuat jejaring akademik dan kontribusi nyata di tingkat ASEAN dalam pengembangan UMKM.
Bertempat di Pasar Modern Sinpasa, Kota Bandung, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 pelaku UMKM lokal yang sebagian besar bergerak di sektor fashion dan memiliki usaha di lingkungan pasar modern tersebut.
Sejak awal acara, antusiasme peserta sangat terasa. Para pelaku usaha terlihat aktif dalam setiap sesi yang disajikan.
Diskusi berjalan dinamis, terutama saat membahas strategi pemasaran digital dan bagaimana menghadapi tantangan bisnis di era teknologi.
Materi yang disampaikan terasa begitu relevan, sehingga mendorongpeserta untuk berinteraksi dan bertanya secara langsung kepada narasumber.
Salah satu peserta, Rina, pemilik brand busana muslim lokal, mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap kegiatan ini.
“Materinya sangat relevan dengan kebutuhan kami di lapangan. Saya jadi paham bagaimana memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan penjualan. Terima kasih kepada tim dari Universitas Telkom,” ujarnya.
Yang membuat kegiatan ini semakin berkesan adalah adanya sesi simulasi langsung penggunaan platform digital seperti Instagram dan TikTok untuk branding produk fashion.
Para peserta juga diajak untuk mempraktikkan cara membuat konten promosi digital secara sederhana namun efektif, dengan panduan dari tim pengabdian.
Selain itu, peserta diberi kesempatan untuk melakukan konsultasi singkat secara personal mengenai tantangan spesifik yang mereka hadapi dalam bisnis.
Suasana menjadi semakin hangat ketika salah satu pelaku UMKM berbagi kisah suksesnya dalam memanfaatkan pendekatan digital untuk memperluas pasar.
Cerita ini tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memberikan gambaran nyata bahwa transformasi digital memang dapat membawa perubahan signifikan dalam bisnis kecil sekalipun.
Menurut Dematria, kegiatan ini dirancang untuk memberikan dorongan nyata kepada pelakuUMKM agar tidak tertinggal di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Kami ingin para pelakuUMKM, khususnya di sektor fashion, memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai untuk bersaing di pasar yang terus berkembang,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Telkom, tidak hanya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas negara.
Melalui kemitraan strategis dengan Universiti Malaysia Terengganu, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, model praktik terbaik, serta penguatan kapasitas UMKM di kawasan Asia Tenggara.
Dengan pendekatan yang aplikatif dan atmosfer yang interaktif, kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu bagi transformasi positif di kalangan pelaku usaha lokal sekaligus menjadi contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekonomi digital yang inklusif dan kolaboratif.
