Home Berita Telkom University Luncurkan Inovasi Troli Ergonomis dan Mesin Pelet Dukung Industrial Engineering 5.0

Telkom University Luncurkan Inovasi Troli Ergonomis dan Mesin Pelet Dukung Industrial Engineering 5.0

by Slyika

BERITAIND.COM, SUMEDANG –Telkom University kembali menunjukkan komitmennya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Buktinya dengan mengimplementasikan konsep Industrial Engineering 5.0 di Satuan Pelayanan (Satpel) Bina Laras Sakurjaya, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Program ini diwujudkan melalui implementasi troli ergonomis dan mesin pelet pakan ternak sebagai solusi teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta pemberdayaan warga binaan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi operasional di Satpel Bina Laras Sakurjaya yang menghadapi berbagai tantangan, antara lain proses distribusi pakan ternak yang dilakukan secara manual sehingga membutuhkan tenaga besar, memakan waktu, dan berpotensi menimbulkan kelelahan kerja.

Selain itu, proses produksi pakan masih dilakukan secara konvensional sehingga kapasitas produksi terbatas, kualitas pakan kurang seragam, serta biaya operasional relatif tinggi.

Kondisi tersebut menjadi dasar pengembangan inovasi berbasis hasil penelitian Telkom University yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui pendekatan Industrial Engineering 5.0, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University menghadirkan solusi yang tidak hanya berupa peralatan, tetapi juga membangun sistem kerja yang human-centered, efisien, aman, dan berkelanjutan.

Troli ergonomis dirancang untuk mempermudah proses material handling sehingga mengurangi beban fisik operator dan mempercepat distribusi pakan, sedangkan mesin pelet mampu meningkatkan kapasitas produksi, menghasilkan kualitas pakan yang lebih seragam, serta mengurangi ketergantungan terhadap pakan dari luar.

Selain implementasi teknologi, kegiatan ini juga meliputi pelatihan pengoperasian peralatan, transfer teknologi, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pendampingan teknis, serta evaluasi kinerja.

Melalui pendekatan partisipatif, warga binaan dilibatkan secara aktif sehingga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan teknologi secara mandiri.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem produksi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan keterampilan dan rasa percaya diri warga binaan.

Dr. Agus Kusnayat, S.T., M.T., Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya sekadar menyerahkan sebuah alat, tetapi bagaimana hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Agus dalam rilis yang diterima beriraind.com, Kamis (2/7/26).

“Melalui pendekatan Industrial Engineering 5.0, kami mengintegrasikan inovasi teknologi, pelatihan, transfer pengetahuan, dan pendampingan agar tercipta sistem kerja yang lebih efisien, aman, produktif, dan berkelanjutan. Harapan kami, warga binaan memiliki keterampilan baru yang dapat meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup mereka,” paparnya lagi.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Satpel Bina Laras Sakurjaya Aji mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Telkom University.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Telkom University atas perhatian dan kontribusinya dalam mendukung pengembangan keterampilan warga binaan. Inovasi troli ergonomis dan mesin pelet sangat membantu aktivitas operasional kami, mulai dari distribusi pakan hingga peningkatan produktivitas,” paparnya.

“Yang lebih penting, kegiatan pelatihan dan pendampingan memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan untuk membangun kemandirian dan masa depan yang lebih baik,” ungkap Aji lagi.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas produksi pakan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta memperkuat kemandirian warga binaan.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadi contoh implementasi teknologi tepat guna yang mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.

Kegiatan Abdimas ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan produktivitas dan kompetensi masyarakat, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penerapan inovasi teknologi tepat guna di lingkungan lembaga sosial.

Melalui sinergi antara Telkom University dan Satpel Bina Laras Sakurjaya, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, diharapkan inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi terus berkembang menjadi solusi nyata yang dapat direplikasi di berbagai lembaga sosial dan komunitas lainnya di Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Program Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan implementasi hasil penelitian Telkom University yang mengintegrasikan inovasi troli ergonomis, mesin pelet pakan ternak, pelatihan operasional, transfer teknologi, dan pendampingan berbasis Industrial Engineering 5.0 untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta kemandirian warga binaan di Satpel Bina Laras Sakurjaya, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

You may also like

Leave a Comment