Home Hobi Minu’x Cattery, Munculkan Deretan Kucing Berprestasi dari Kota Probolinggo

Minu’x Cattery, Munculkan Deretan Kucing Berprestasi dari Kota Probolinggo

by Slyika

Tak kenal maka tak sayang. Pepatah ini cocok diberikan untuk Martin, owner dari Minu’x Cattery. Kala itu tak pernah terlintas dalam benaknya akan memelihara seekor kucing, apalagi menjadi salah satu cattery besar di Kota Probolinggo seperti sekarang ini. Awalnya Martin mengaku tidak terlalu berminat memiliki kucing karena sedang fokus mengurus bisnis transportasi yang dimilikinya.

Rupanya karena sering berinteraksi dengan teman-teman yang menyukai kucing, Martin akhirnya tertarik mencoba memelihara kucing. Tak tanggung, lelaki bernama lengkap Martin Abi Setiawan ini langsung tancap gas menjadi Cattery. Dari sekian banyak jenis kucing ras, Martin justru memilih jenis persian sebagai fokus breed-nya.

“Menurut saya, kucing persia itu karakternya manja. Penampilan fisiknya juga gemesin dan lucu kayak boneka,” ujarnya.

Setelah menjalani serangkaian diklat dan melengkapi berbagai persyaratan, pada tahun 2017 Martin resmi terdaftar menjadi anggota cattery. Nama yang diberikan Martin untuk cattery-nya terbilang unik dan menarik, yaitu Minu’x Cattery.

“Minux itu sebetulnya berasal dari kata ginuk (penyebutan dalam bahasa Jawa untuk anak kucing yang gembul dan gemesin sering disebut dengan ginuk-ginuk). Terinspirasi dari kata ginuk itulah, nama Minu’x Cattery terlahir. Menurut saya nama Minu’x cattery unik dan gampang diingat,” ujar Martin.

Selama menjadi cattery, belasan kucing yang dimiliki Martin sudah pernah malang melintang mengikuti cat show. Berbagai rossete sudah dikoleksi Martin. Tentu menjadi sebuah prestasi dan kepuasan diri bagi lelaki berkulit putih ini ketika kucing hasil rawatannya bisa berprestasi di ajang bergengsi seperti International Cat Show.

Merawat kucing bukanlah hal yang mudah. Butuh pengorbanan baik dari segi finansial dan waktu. Namun semua kerja keras Martin merawat kucing-kucingnya membuahkan hasil. Salah satu kucing kesayangannya sukses menyabet gelar Supreme NW.

Tak sembarang kucing bisa mendapat gelar tersebut karena gelar Supreme NW hanya bisa dimiliki oleh kucing dengan kualitas terbaik. Saingannya pun banyak dan ketat karena kriteria yang dilombakan sangatlah detail.

Selama menjadi Cattery, tentu sudah banyak pengalaman menarik yang dirasakan lelaki kelahiran 20 April 1980 ini. Berbagai ilmu dan wawasan juga ia dapatkan dari rekan-rekan sesama cattery. Martin juga dikenal sebagai sosok yang tidak pelit ilmu dan gemar berbagi informasi seputar perawatan kucing persia.

“Banyak kebahagiaan dan kesenangan yang saya rasakan menjadi cattery. Salah satunya ketika ikut show. Selain bisa menjalin silaturahmi, saya juga ketemu banyak teman yang sudah dianggap seperti saudara semua. Ilmu dan wawasan saya pun jadi lebih banyak. Enaknya lagi, saya juga bisa sekalian mengajak keluarga jalan-jalan,” kata Martin sambil tertawa.

Berbagai pengalaman unik pun pernah dialami Martin selama merawat kucing-kucing kesayangannya. Ada salah satu kejadian yang membuatnya takjub dan dianggapnya sebagai mukjizat.

“Jadi waktu itu induk saya melahirkan lima ekor. Bayi pertama saya pikir gak selamat karena pas lahir dalam kondisi gak bernafas. Sudah berbagai cara saya coba sebagai pertolongan pertama tapi tetap gak ada nafasnya. Saya sudah pasrah dan fokus membantu induk melahirkan.” Kata lelaki yang punya moto hidup pantang menyerah ini.

“Ajaib, ketika kitten ketiga lahir, tiba-tiba saya dengar bunyi. Rupanya kitten pertama yang tidak bernafas tadi mendadak bersuara dan bisa bernafas. Padahal secara logika, dengan jeda waktu 10 menit rasanya mustahil ada kemungkinan hidup. Tapi rupanya mukjizat terjadi, anak kucing tadi bisa hidup sehat dan sekarang umurnya sudah hampir tiga tahun,” lanjutnya.

Ada satu impian Martin yang ingin dicapai bersama Minu’x Cattery, yaitu memiliki sertifikat pedigree dimana silsilahnya berasal dari Minu’x Cattery semua.

“Saya punya cita-cita, suatu hari nanti bisa punya sertifikat pedigree yang silsilahnya berasal dari cattery saya sendiri. Tapi pastinya butuh waktu dan proses yang lama untuk mencapainya,” ujar Martin bersemangat.

 

You may also like

Leave a Comment