Permasalahan sampah di Indonesia menjadi salah satu hal yang belum bisa dituntaskan secara maksimal sampai saat ini. Jumlah penduduk yang semakin bertambah membuat limbah sampah yang dihasilkan masyarakat otomatis menjadi semakin banyak juga jumlahnya.
Tingkat kesadaran masyarakat yang kurang untuk membuang sampah pada tempatnya, ditambah minimnya pengetahuan memilah jenis-jenis sampah yang bisa kembali didaur ulang membuat permasalahan sampah semakin rumit dan seolah tidak ada habisnya.
Untuk menyikapi hal tersebut, dibuatlah sebuah gerakan bernama DUITIN. Gerakan ini merupakan salah satu solusi dan upaya untuk membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah.
“DUITIN adalah sebuah gerakan mengelola sampah melalui proses daur ulang. Tujuan utama gerakan DUITIN adalah mewujudkan lingkungan menjadi lebih baik lagi. Kami juga memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk mendistribusikan jenis sampah yang bisa didaur ulang kembali. Selain mempermudah akses, masyarakat juga bisa mendapat keuntungan karena sampah yang diambil bisa ditukar menjadi uang dalam bentuk DUITIN Coin,” tutur Adijoyo, selaku Chief Operating Officer DUITIN.
Adijoyo Prakoso, Chief Operating DUITIN
Lelaki yang akrab disapa Adi ini juga menceritakan jika sebetulnya sebagian kalangan sudah memiliki kesadaran mengenai pentingnya proses daur ulang sampah. Namun, biasanya usaha yang sudah mereka lakukan berujung kecewa.
“Sebenarnya banyak orang yang sudah punya awarness tentang masalah daur ulang sampah ini. Langkah pertama yang mereka lakukan biasanya memilah terlebih dahulu sampah mana saja yang nantinya bisa didaur ulang. Tapi mereka bingung, mau dibawa kemana lagi sampah yang sudah mereka pilah. Ujung-ujungnya dikasih ke tukang sampah dan biasanya mereka kecewa karena sampah yang sudah dipilah justru digabung lagi menjadi satu,” cerita Adi.
Program DUITIN memberikan akses yang cukup mudah bagi masyarakat untuk mendistribusikan sampah. Tak perlu kemana-mana, cukup duduk manis di rumah dan atur jadwal penjemputan picker DUITIN melalui ponsel. Sampah yang sudah dipilah akan dijemput picker DUITIN dan reward berupa DUITIN Coin bisa langsung didapat.
Foto/Instagram @duitin_id
Jangan khawatir melakukan transaksi melalui aplikasi DUITIN. Pastinya dijamin aman. Setiap kali akan bertransaksi, ada nomor pin yang harus dimasukkan terlebih dahulu. Nantinya, DUITIN Coin yang sudah terkumpul bisa ditransfer ke rekening kita melalui akun LinkAja.
Foto/Instagram @duitin_id
“Aplikasi DUITIN bisa di download melalui Google Play atau App Store. Setelah aplikasi terinstal, registrasi terlebih dahulu. Jika data sudah tersimpan, maka langkah selanjutnya memilih jenis sampah sesuai dengan klasifikasinya. Sampah yang sudah dipilah kemudian ditimbang beratnya. Jangan lupa ya, sampah baru bisa diambil kalau beratnya minimal 3kg setiap jenisnya. Setelah itu sesuaikan lokasi dan atur jadwal penjemputan dengan picker DUITIN,” jelas Adi.
Foto/Instagram @duitin_id
Sampah yang sudah dijemput nantinya akan dibersihkan dan dipilah kembali berdasarkan bahan, warna dan jenisnya. Spesifikasi sampah DUITIN sendiri saat ini dibagi menjadi 6, yaitu plastik, karton, kaca, minyak jelantah, kotak multilayer (seperti kotak susu), dan kaleng alumunium (misal kaleng soda, minuman berenergi). Sampah yang sudah diseleksi akan diteruskan lagi ke pabrik pengolah limbah sampah dan kemudian didaur ulang kembali menjadi produk yang bisa dipakai.
Foto/Instagram @duitin_id
“Istilahnya kita meregenerasi sampah. Misalnya sampah minyak jelantah yang banyak sekali dihasilkan rumah tangga. Kebanyakan langsung dibuang ke dalam zinc cuci piring atau saluran air. Dampak ke depan bagi lingkungan pastinya kurang baik. Melalui aplikasi DUITIN, minyak jelantah tadi bisa dikumpulkan dan langsung kami salurkan ke pabrik untuk diolah kembali menjadi bahan baku bio fuel. Jadi tidak ada sampah yang terbuang sia-sia. Semua bisa diolah kembali,” terang Adi dengan penuh semangat.
Untuk saat ini area penjemputan picker DUITIN mencakup wilayah DKI Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, Blitar, Cirebon dan Semarang. Pihak Duitin akan terus berupaya melakukan inovasi agar dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Keren banget ya. Selain masalah sampah bisa teratasi, kita juga bisa mendapat penghasilan tambahan dari sampah yang tadinya dianggap sudah tidak berguna.