MINSEL – Jasad dua penambang liar Melky Karoh dan Yani Lombok , warga Desa Tokin, Kecamatan Motoling Karoh berhasil dievakuasi tim gabungan.
Tim gabungan terdiri dari Pos SAR Amurang: 5 personel , SatPol PP/Damkar Minsel: 5 personel, Koramil Motoling: 8 personel, Polres Minsel: 5 personel, perusahaan tambang SEJ: 5 personel, unsur pemerintah setempat: 4 personel, keluarga korban: 8 orang dan masyarakat setempat.
Peristiwa naas itu terjadi di lubang tambang Desa Karimbow, Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan.

Waktu kejadian Kamis, (18/3/2021) sekitar pukul 18.30 wita, waktu dilaporkan.
Usai menerima laporan Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing awal. Selanjutnya Tim SAR Gabungan langsung menuju ke lokasi kejadian.
Setelah dilakukan observasi maka sesuai pengamatan Tim SAR Gabungan bahwa korban sulit untuk dievakuasi karena korban tertimbun oleh batu besar.
Selanjutnya, pada TW 0319 10.30 wita pihak perusahaan tambang langsung berkoordinasi dengan pihak kepala desa setempat, polsek dan juga keluarga korban untuk menanyakan apakah korban akan tetap dikeluarkan.

Kemudian sesuai dengan kesepakatan, maka pada pukul 11.00 wita pihak keluarga korban memutuskan untuk tetap mengeluarkan korban dari dalam lubang tersebut.
Tim Rescue dan Tim SAR Gabungan bersama dengan keluarga korban berusaha untuk mencari cara agar korban bisa di evakuasi.
Sehingga sampai pada pukul 17.05 wita, korban penambang yang tertimbun longsor di Desa Karimbow berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal. Selanjutnya kedua korban langsung dibawa ke rumahnya masing-masing.

Dengan telah berhasil dievakuasi korban, maka pada pukul 17.30 wita Ops SAR diusulkan untuk dihentikan dan ditutup. Demikian informasi yang disampaikan Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Jumat (19/3/2021). (abd)
