Integritas

Sebagian besar dari kita pastinya sudah sering sekali mendengar kata ‘integritas’ diucapkan dimana-mana dalam sebuah pernyataan baik itu dalam berita yang kita lihat, baca dan dengar atau pun dalam sebuah percakapan.

Namun, apakah kita paham dengan makna dari integritas itu ya?

Banyak para ahli mengartikan integritas sebagai perbuatan atau sikap yang jujur, memenuhi komitmen dan konsisten serta menepati janjinya.

Jadi secara konsisten dan berkomitmen untuk berperilaku jujur serta menepati janji. Banyak orang juga menyatakan ‘integritas’ itu ‘walk the talk’ artinya menjalankan apa yang dikatakan/dibicarakan tentunya dengan landasan akhlak yang baik.

Jadi apakah, jika kita sudah berjanji sesuatu dan memenuhinya, kita sudah bisa dikatakan orang yang ber’integritas’?

Atau jika kita sudah berperilaku selalu jujur, berkomitmen, konsisten, menepati janji dan bertanggungjawab itu kita sudah bisa dikatakan ber’integritas’?

Hmm.. Jika kita renungkan lebih dalam, integritas itu sesungguhnya di mulai dari ‘hati’ kita.

Lho, kok bisa dari hati yaahh? Iya, dengan hati yang bersih, pikiran yang waras dan perkataan yang baik, tentunya akan menghasilkan tindakan yang benar.

Jadi sesungguhnya arti ‘integritas’ itu adalah ‘selarasnya’ hati, pikiran, ucapan dan tindakan.

Integritas semestinya memenuhi 4 unsur itu (hati, pikiran, ucapan dan tindakan). Untuk itu jika hanya ‘walk the talk’ artinya hanya ‘sekedar’ menjalankan apa yang kita katakan/bicarakan belum dapat dikatakan kita sudah paripurna dalam ber’integritas’.

Karena mungkin saja sesungguhnya di dalam hati dan pikiran kita belum tentu ‘ingin melaksanakan’ hal itu.

Lalu bagaimana dengan para ‘public figure’ atau para ‘leader’ atau para ‘pemimpin’ atau ‘kita-kita’ ini yang tindakannya berbeda dengan yang diucapkan.?

Hmmm… tentunya sulit sekali ya jika dikatakan mereka atau kita itu ber ‘integritas’. Untuk ucapan dan tindakannya saja berbeda, bagaimana dengan apa yang dipikirkan dan apa yang ada di dalam hatinya?

Karenanya tidaklah mengherankan jika kita sering menjumpai, melihat atau mengalami diberbagai pertemuan, dalam sebuah percakapan ataupun di media-media, ada pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh seseorang atau siapa pun tentang sesuatu hal atau janji-janji yang diucapkan yang berbeda antara ucapan dengan tindakan.

Bahkan atas pernyataan-pernyataan tersebut mulai terjadi perdebatan-perdebatan, silang pendapat yang pada akhirnya menimbulkan rasa saling curiga dan tidak percaya diantara kita semua.

Yang sesungguhnya itu semua disebabkan oleh tidak selarasnya antara hati, pikiran, ucapan dan tindakan dari para sesama anak bangsa ini.

Saat ini kita sedang berada di bulan Syakban 1442 H dan tidak lama lagi dalam beberapa hari ke depan atau 15 hari ke depan, kita akan memasuki bulan suci Ramadhan 1442 H, bulan dimana kita semua berkesempatan untuk dapat lebih merenung, ber ‘muhasabah’ diri kita masing-masing.

Untuk kita dapat lebih mengasah hati dan pikiran kita dengan cara terus menerus mendekatkan diri kepada Allah SWT.. Agar ucapan dan tindakan kita akan selalu ‘inline’ dengan hati dan pikiran yang telah terasah tersebut..

Sehingga setelah kita melalui proses itu semua. Kita semua diharapkan dapat menjadi pribadi-pribadi yang ber ‘integritas’ yang mampu menghadapi segala macam romantika kehidupan.

Selamat mempersiapkan diri dan berbahagia dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H. Mohon maaf, lahir dan batin.

R. Ario Hudoyo

Pengamat Sosial dan Budaya

Related posts

Ijazah Antara Ghibah dan Berbantah-bantah

Bersyukur Semua Teman di Kejaksaan Promosi Kajati dan Sekretaris Jaksa Agung Muda

Pernyataan Resmi Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia