Serunya Workshop Bareng Komunitas Perias Pengantin Jabodetabek, Dapat Ilmu Sekaligus Praktekkan

JAKARTA – Komunitas Perias Pengantin (KPP) Jabodetabek pastinya beranggotakan orang-orang yang memiliki hobi sama, yakni merias pengantin. Berawal sering nongkrong bareng, lalu tercetuslah ide untuk membentuk suatu komunitas. Awalnya, komunitas yang terbentuk tahun 2017 ini anggotanya berjumlah 30 orang. Acara komunitas yang diadakan pun masih seputar dari rumah ke rumah antar anggota.

Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota KPP semakin bertambah banyak. Saat ini jumlah anggota yang tercatat di WAG 600 orang. KPP pun sudah memiliki base camp sendiri untuk mengadakan event rutin bulanan, yaitu di Blue Mall Bekasi.

KPP juga memiliki kegiatan rutin setiap bulannya. Sebelum pandemi, KPP biasanya rutin mengadakan kegiatan kopdar. Tak hanya sekedar silaturohim antar anggota, acara kopdar ini juga menjadi ajang sharing, diskusi, serta lomba unjuk bakat.

“Biasanya acara kopdar mulai dari jam 10 pagi. Setelah registrasi, lanjut acara sambutan, lalu nara sumber naik ke atas panggung memberikan materi. Biasanya sekitar 1-2 jam lamanya. Setelah teori-teori sudah diberikan, kita lanjutkan dengan lomba. Biasanya acara selesai sampai malam,” tutur Rahmawaty Ramly, Ketua KPP Jabodetabek.

Rara, Ketua KPP Jabodetabek

Wanita yang akrab disapa Bunra (Bunda Rara) oleh para anggota KPP ini juga menjelaskan jika KPP sering mengadakan workshop menarik dengan mengundang berbagai nara sumber perias terkenal. Asyiknya lagi, biaya yang dikeluarkan khusus untuk anggota KPP pun sangat terjangkau. Melalui kegiatan workshop, para anggota KPP bisa menimba ilmu sekaligus praktek merias secara langsung. Pihak panitia KPP biasanya sudah menyiapkan model yang siap dirias.

“Kita selalu berusaha menuruti keinginan anggota. Misalnya make up apa nih yang sekarang sedang hits. Seperti belum lama ini kan sempat viral make up ala barbie. Langsung deh kita undang narsum yang memang ahli di make up tersebut. Serunya lagi biaya HTM-nya sangat terjangkau, sekitar Rp. 50 rb. Bisa langsung belajar plus praktek sekalian. Jadi kalau ada teknik yang kurang oke bisa langsung dikoreksi. Tapi biaya HTM tergantung juga dari narsum ya, jadi variatif. Tapi tetap diusahakan terjangkau karena kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anggota KPP,” terang Rara lagi.

 

Walaupun KPP sempat vakum mengadakan kegiatan secara offline akibat pandemi Covid-19, namun komunikasi antar anggota tetap terjalin dengan adanya WAG (WhatsApp Group). Selaku ketua, Rara selalu berusaha menciptakan nuansa dan suasana nyaman bagi para anggota KPP. Menurutnya banyak kemudahan yang bisa diperoleh dengan menjadi anggota KPP.

“Kami semua di KPP itu sahabat, gak ada pembeda antara senior dan junior. Para anggota KPP bisa bertanya sepuasnya dengan perasaan nyaman.  Di KPP nih bisa belajar banyak trik merias dan juga saling tukar informasi apa saja seputar merias. Mulai dari perlengkapan, tenaga ahli dan sebagainya. Para anggota nih biasanya gercep bahu membahu saling bantu kalau ada anggota yang butuh sesuatu,” ujar Rara.

Walaupun memprioritaskan kebutuhan anggota, namun biasanya setiap bulan Desember, KPP melakukan pemutihan anggota. Hal ini bertujuan untuk menyaring anggota yang aktif dan tidak aktif.

“Kami melihat anggota mana yang rutin datang ke event KPP. Kalau satu atau dua kali gak bisa hadir masih bisa dimaklumi. Tapi kalau terus menerus gak datang ke event KPP berarti kan gak kasih timbal balik juga untuk KPP. Jangan ketika butuh sesuatu baru carinya di Grup KPP, tapi gak mau kasih sumbangsih,” tegas Rara sambil berharap jika KPP Jabodetabek bisa terus kompak dan solid. (slyika)

Related posts

Bukan Sekedar Outing Class

Jalin Sinergitas, FOL Gelar Bukber Antar Komunitas Mobil se Lampung

Komunitas Club Innova Reborn Lovers Chapter Lampung Berbagi di Bulan Suci