BANDAR LAMPUNG – Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Sampai saat ini, jumlah kasus pasien yang terinfeksi virus ini terus bertambah di sejumlah daerah, termasuk wilayah Lampung dan sekitarnya. Berbagai upaya dilakukan untuk meredam, salah satunya dengan melakukan terapi menggunakan Plasma Konvaselen bagi pasien yang dinyatakan positif terkena cirus Covid-19.
Plasma konvalesen adalah plasma (cairan darah) yang mengandung antibodi Covid-19 dan berasal dari pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit Covid-19. Plasma ini disebut dapat membantu meningkatkan antibodi dan menurunkan jumlah virus (antigen Covid-19) pada penderita.
Bagi seseorang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 lalu ingin menjadi pendonor maka ia harus dinyatakan sembuh selama 14 hari melalui hasil SWAB menggunakan RT-PCR sebanyak 2 kali, dan bersedia menyumbangkan plasmanya secara sukarela.
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung, dr. H. M. Aditya, M. Biomed menyatakan jika saat ini stok Plasma Konvaselen di UTD PMI Lampung sudah habis. “Semenjak makin meningkatnya kasus covid 19, maka kemungkinan pasien yang memerlukan terapi Plasma Konvalesen juga jadi meningkat. UTD PMI Lampung juga mengalami permasalahan dalam menyediakan plasma konvalesen ini, karena stok yang disiapkan juga sudah habis. Sebab UTD PMI Lampung tidak melayani kebutuhan pasien di Bandar Lampung, akan tetapi juga di seluruh lampung yang merawat pasien covid19.”
dr. H.M. Aditya, M.Biomed
Dr. Aditya juga mengungkapkan perkembangan data yang diperoleh sampai saat ini.
“Terdapat 2 orang masuk di daftar antrian dengan golongan darah A yang membutuhkan Plasma Konvaselen. Sedangkan jumlah permintaan Plasma Konvaselen yang sudah terlayani sejauh ini adalah golongan darah A berjumlah 8 orang, golongan darah B berjumlah 11 orang, golongan darah O berjumlah 24 orang, golongan darah AB berjumlah 14 orang. Jadi total semuanya berjumlah 57 orang. Sedangkan stok yang kami miliki sudah habis,” pungkas dr. Aditya. (budi theo)