JAKARTA – Perseteruan sutradara Fajar Umbara dengan artis Yuyun Sukawati terus berlanjut. Sebelumnya ibunda Fajar, Nanny D. Umbara, membantah kalau anaknya itu menikah tanpa restu darinya, dan atas dasar paksaan ibunda Yuyun. Bantahan kembali disampaikan Yuyun yang menyebut justru Fajar lah yang memohon sampai bersujud ke keluarganya untuk bisa menikahinya.
Mengetahui pernyataan tersebut, Fajar kembali buka suara. Melalui pesan tertulis yang ia titip lewat kuasa hukumnya, Boy Sulimas, Fajar menilai Yuyun terlalu gagal-paham. Pasalnya, ia bersujud bukan karena bersyukur bisa menikahi Yuyun. Apalagi sampai memohon ke Kyai Tubagus Furqon untuk bisa menikahi Yuyun. Justru Kyai Buntet tersebut yang menyarankan pernikahan itu ke kami berdua demi kebaikan dan terhindar dari dosa.
Fajar mengaku bersujud syukur usai Kyai Tubagus Furqon menyatakan pernikahannya yang digelar di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon tahun 2019 silam dengan Yuyun, sah secara agama.
“Saya sujud syukur pas nikah itu karena hubungan kita udah sah, nggak dosa dan berharap diridhoi Allah. Bukan karena sujud kegirangan bisa dapetin dia seperti yang ada di pikiran dia waktu lihat saya tiba-tiba sujud. Mungkin karena dianya saja yang memang belum terbiasa melihat orang sujud syukur, dan saya bersujud itu setelah pernikahan lho bukan sujud-sujud mohon-mohon seperti yang dia bilang..” nilai Fajar.
Sampai saat ini pun Fajar mengaku tetap mensyukuri pernikahannya tersebut dan berterimakasih pada Kyai Tubagus Furqon yang telah menyelamatkan mereka berdua dari terjerumus ke dalam dosa. Bahkan sekalipun berakhir dengan kekisruhan dan perceraian, ia tetap mensyukurinya.
“Sampai detik ini saya masih bersyukur atas pernikahan itu. Sekalipun Allah menyudahinya, dan jodohnya hanya sampai di sini. Saya syukuri hal baiknya, pernikahannya, bukan soal dengan siapa saya menikah,“ tambah Fajar menekankan.
Perihal Ibunda Fajar yang merasa tidak dimintakan idzinnya itu Fajar menjelaskan Ibunda beliau yang awam itu hanya merasa heran karena jalannya pernikahan tersebut tidak umum seperti lazimnya yang diawali dengan pertemuan dan seterusnya, seolah sangat mendesak dan dipaksakan sehingga beliau hanya mendapat pemberitahuan pertelephon yang tanggal pastinya pelaksanaan acara pernikahan itu sendiri beliau tidak pasti apakah sudah dilangsungkan atau belum. Dan yang beliau agak kecewa lantaran beliau tidak dihadirkan, seolah kehadiran beliau tidak terlalu diperlukan. (mun)